September 09, 2010 Home About Us Sermon Weekly Meetings Contact Us Prayer Request
News
Youth Service

Sunday, 5th September 2010
ROCK Sydney Church
14th Anniversary Celebration
4.00 pm, at UNSW Science Theatre


ISRAEL TOUR

Tanggal Pelunasan Peserta Holyland Tour: 5 September'10
Tolong jangan terlambat karena uang pembayaran akan segera dibayarkan ke Panorama, Jakarta

ROCK Sydney Church 14th Anniversary Celebration

ROCK Sydney Church 14th Anniversary Celebration
5th September 2010 @ Science Theatre UNSW
One celebration only at 4 pm

View Trailer of Drama Musical - In Love with The King

SOM Semester 2 postponed

SOM classes will start again on Sunday, 12th September 2010, at 2 pm

If you have not registered yourself, you may register today only for SOM dasar 1,2,& 3..


past Seminar and KKR

Spiritual Breakthrough in the marketplace
by Apostle Naomi Dowdy

Seminar Powerpoint
Apostolic Strategies 21st Century
The Possible Dream

More details

BIG Campus Messianic Community (KM BIG UTS & Macquarie)

Lets grow together in unity and bring along your non-believer friends to learn about God.
This campus based community will encourage every one to grow in their talents, knowledge of scripture and personal experience with God.
We invite all students to join and experience a life changing, purpose directed, and fun filled fellowship.

Why wait? Contact Jesse Pramono on 0430 022 485 (for UTS) or Hartadi Rahardja 0420 244 002 (for Macquarie).

Join us every Thursday, at 5.00 pm at Building 5C 1.29 Hay Market (next to UTS Library) for KM BIG UTS, and Building E10A Level 3, for KM BIG Macquarie

We’ll see you all there……

Yuk... Melayani Tuhan !!!

Terpanggil melayani Tuhan bersama ? Feel free to contact:

* Penginjilan
Johan W 0420 571 871

* Praise & Worship
Sherly 0406 152 693
Raymond 0403 388 196

* Sound System
Herry K 0433 714 100

* Perlengkapan
Paul 0433 761 233
Didit 0433 665 016

* Kid's Church
Yolan 0433 210 901

* Creative Ministry
Drama,Dance,
Decoration,Design
Sekretariat 02 9436 2235

* BIG Campus Ministries
Jeffry 0424 263 179
Kevin 0433 187 845

* Pendoa
Derly 0416 117 272

* Multimedia
Imelda 0433 320 603

* Usher Umum & Youth
Filippus Tie (Umum) 0433 108 773
Daniel (Youth) 0422 327 376

* Motion Pictures
William 0413 837 203

* Extra Ordinary Teenagers
Diana 0402 079 519

"...biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan"


Twitter





Featured Sermons



Position of the Believers
Bishop Harold W McLeod  - 8/11/2009

Position of the Believers
Bishop Harold W McLeod
Pause
Jika kita berjalan dalam tuntunan visi maka kita akan mengalami satu fase yang namanya "dead phase" di mana seolah-olah visi kita mati.


"Dan Salomo menunjukkan kasihnya kepada TUHAN dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya; hanya, ia masih mempersembahkan korban sembelihan dan ukupan di bukit-bukit pengorbanan. Pada suatu hari raja pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban, sebab di situlah bukit pengorbanan yang paling besar; seribu korban bakaran dipersembahkan Salomo di atas mezbah itu. Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu."" 1 Raja-Raja 3:3-5

Ayat yang baru saja kita baca menunjukkan raja Salomo yang pada waktu itu masih berjalan dalam perintah atau kebenaran ayahnya, Daud. Salomo belum mempunyai hubungan pribadi dengan Tuhan. Berjalan dalam berkat ayah itu tidak salah, tetapi jangan biarkan hal ini berjalan terlalu lama dan menghambat hubungan pribadi dengan Tuhan secara langsung.

"Lalu Salomo berkata: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini. Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman." 1 Raja-Raja 3:6-7

Di hadapan Tuhan Salomo seperti seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa, dia tidak puas dengan apa yang dimilikinya sekarang.

"Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?" Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian." 1 Raja-Raja 3:8-10

Ketika Tuhan bertanya kepada Salomo: "mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu", Salomo meminta hikmat dan kebijaksanaan untuk memimpin bangsa Israel yang besar. Sebenarnya pada waktu bangsa Israel belum lah besar. Yang dilakukan Salomo di sini, ketika melihat bangsa Israel, adalah melihat bangsa ini dari pandangan Tuhan. Tuhan sendiri yang berkata bahwa Ia akan menjadikan bangsa Israel bangsa yang besar.

Kisah yang kita baru saja baca ini menceritakan bagaimana Tuhan bertemu dengan Salomo secara pribadi. Pertanyaannya untuk setiap kita adalah apakah kita sudah mengalami hal yang sama, di mana Tuhan mendatangi kita secara pribadi?

Apa sebenarnya kunci dari keberhasilan Salomo yang membuat hal ini dapat terjadi?

Kunci pertama terdapat pada ayat ke-3 yang kita sudah baca: "Dan Salomo menunjukkan kasihnya kepada Tuhan".
Kunci kedua adalah Salomo "mempersembahkan korbah sembelihan dan ukupan" dan bukan hanya sembarang persembahan, Firman Tuhan mencatat "seribu korban bakaran dipersembahkan Salomo". Bukan hanya memberi, tapi berkorban itulah yang dilakukan oleh Salomo. Jika kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan maka kita tidak akan meminta apa-apa melainkan berkorban bagi Tuhan.

If you love God you will sacrifice everything for Him.

Ada suatu cerita tentang seorang hamba Tuhan yang bernama Loren Cunningham, dia adalah pendiri dari satu organisasi yang bernama Youth With A Mission (YWAM). Loren diberikan visi dari Tuhan untuk membeli suatu kapal yang akan dipakai untuk misi. Loren berusaha keras untuk mengumpulkan dana supaya visi ini tercapai. Namun suatu hari Tuhan memberikan Loren mimpi di mana di dalam mimpi tersebut ia melihat kapal ini berlayar semakin dekat kepadanya, namun Tuhan Yesus semakin menjauh darinya. Lebih dekat kapal itu mendekat kepada Loren, semakin jauh Tuhan pergi darinya. Lalu di dalam mimpi ini Tuhan berkata kepadanya: "Apakah kau lebih ingin visimu ini menjadi kenyataan atau kau lebih menginkan Aku?".

Jangan kita terlalu fokus kepada visi atau mimpi yang ada sampai kita lupa fokus kita kepada Tuhan. Kita adalah orang-orang yang egois jika kita lebih mementingkan untuk mencapai visi lebih dari pada Tuhan.

Di dalam pelayanan kita, janganlah kita melayani karena kewajiban, melainkan karena kita sunguh-sunguh mengasihi Tuhan.

ROCK Representative of Christ's Kingdom Sydney