Excellent spirit – Roh yang Luar Biasa – May 11

By: Ps. Lydia Yusuf

 

Wouw… waktu kita mem­baca Excellent Spirit (roh yang Luar Biasa), saya yakin kita semua pasti ingin memilikinya. Melalui edisi bulan ini, saya mengajak kita belajar dari kehidupan Daniel yang hidupnya menjadi dampak bagi kerajaan terbesar saat itu yakni Kerajaan Babel.

Daniel 6:3-4 3. membawahi mereka di­angkat pula tiga pejabat tinggi dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus mem­beri pertanggungan jawab supaya raja jangan dirugikan. 4 Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu karena ia mempunyai roh yang luar biasa dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.

Daniel 5:12 “karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan…”

Arti kata ‘luar biasa’ dalam bahasa Ibrani adalah ‘ung­gul’, memiliki kemampuan dan prestasi yang lebih tinggi. Roh yang ada didalam Daniel begitu luar biasa sampai ia menonjol diantara orang-orang seki­tarnya. Raja yang memerintah Kerajaan Babel berganti-ganti, namun kedudukan Daniel se­lalu meningkat.

Bagaimana agar kita da­pat memiliki roh yang luar biasa:

1. Kesetiaan

Daniel 6:5 “Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan tetapi mereka tidak mendapat alasan apa­pun atau sesuatu kesalahan sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.” Kesetiaanlah yang membuat Daniel unggul, lebih menonjol dari semua pejabat dan wakil raja lainnya.

Amsal 20:6 “Banyak orang menyebut diri baik hati tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?”

Dewasa ini sulit mencari orang yang benar-benar setia; akan tetapi jika ada sifat yang membuat orang menonjol dan mendapat perhatian penuh dari Allah adalah kesetiaan.

Mazmur 101:6 “Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri supaya mereka diam bersama-sama dengan aku…”

2. Ketetapan Hati

Daniel 1:8 “Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu supaya ia tak usah menajiskan dirinya.”

Pada saat itu Daniel termasuk pemuda yang dibuang ke Babel dan dipilih untuk bekerja di istana Raja Nebukadnesar. Dalam kenikmatan makanan di istana raja, Daniel mempunyai ketetapan hati untuk tidak menajiskan dirinya terhadap makanan-makanan tersebut, Daniel bertindak melawan arus.

Ketetapan hati terhadap mulut. Mulut adalah organ kecil yang berpengaruh be­sar. Melalui mulut (perkataan), orang bisa dikuatkan atau dilemahkan. Silence is gold­en – diam itu emas; sedikit bicara, banyak bekerja dan juga terhadap apa yang kita makan atau minum karena segala sesuatu yang berlebi­han itu tidak baik.

Ketetapan hati terhadap mata. Kelemahan seorang laki-laki adalah matanya, apa yang dia lihat? Ayub 31:1 “Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara?”

Ketetapan hati terhadap telinga. Banyak informasi yang didengar dan kita harussegera menghapus yang tidak berguna. ‘Iman datang dari pendengaran, pendengaran akan Firman Tuhan.’

• Ketetapan hati untuk men­jaga hati. Amsal 4:23 “Ja-galah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan.” Kain membunuh adiknya (Habel); Yusuf dimasukkan sumur dan dijual sebagai budak oleh kakak-kakaknya, semua karena iri hati.

Orang yang memiliki ke­tetapan hati, pasti mempunyai prinsip sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh pendapat orang lain dan mere­ka akan membuat terobosan – terobosan dalam hidupnya.

Daniel 1:20 “Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan penger­tian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.”

3. Memiliki Kehidupan Doa

Daniel 6:11 “Demi didengar Daniel bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yeru­salem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya seperti yang biasa dilakukannya”.

Daniel memiliki persekutuan pribadi dan bergaul akrab dengan Allah dalam doa. Kunci keberhasilan tokoh – tokoh dalam Perjanjian Lama maupun Baru, mereka memiliki akses langsung dengan Tuhan melalui persekutuan pribadinya. Abraham bisa tawar menawar dengan Allah untuk keselamatan Lot (Sodom). Yesus pagi-pagi benar berdoa. Doa adalah nafas dan kekuatan orang percaya.

Daniel artinya Tuhan adalah hakim dan hal itu nyata dalam hidupnya. Daniel dibela Allah karena ia tidak bersalah dan perlindungan Tuhan sangat ajaib.

Daniel 6:23 “Allahku telah mengutus malaikatNya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku karena ternyata aku tak bersalah di hadapanNya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.”

Daniel 12:3 “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala dan yang telah menuntun banyak orang ke­pada kebenaran seperti bin­tang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.”

Wouw… luar biasa, yuk kita berusaha sungguh-sungguh agar memiliki roh yang luar bia­sa sehingga hidup kita bisa jadi bintang-bintang di akhir zaman.

Tags:
,
No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.