3 Jalan Sesat

Hari ini kita akan melihat surat dari Yudas, saudara angkat dari Yesus. “Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain, dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurkahaan seperti Korah.” Yud 1:11. Disini Yudas didalam suratnya memperingatkan kita semua untuk tidak mengikuti jalan Kain, Bileam, Korah. Apakah jalan Kain, Bileam, dan Korah itu? Mari kita melihat ke tiga jalan-jalan ini:

1. Tidak menghargai hal-hal yang dari Allah!, Jalan Kain. (Baca Kej 4:3-5).
“Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah kepada Tuhan…; Habel juga mempersembahkan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahan itu, tetapi Kain dan persembahannya tidak diindahkan-Nya.”
Mengapa Allah menerima persembahan Habel dan menolak persembahan Kain? Karena Kain memberikan hasil tanah, sedangkan tanah itu telah dikutuk oleh Allah (Kej 3:17). Habel memberikan lemak-lemak dari anak sulung kambing dombanya; ini persembahan yang dikehendaki Allah! Kita melihat dua sikap penyembahan: yang satu diterima Allah dan yang satunya ditolak. Mengapa? Karena Kain mempersembahkan persembahan sesuai dengan kehendaknya sendiri, bukan kehendak Allah. Seringkali kita juga memberikan kepada Tuhan yang kita pikir itu baik, tetapi sebetulnya bukan itu yang Tuhan mau. Kain dan Habel sama-sama memberi persembahan tetapi Habel memberi dengan sungguh-sungguh menghargai perkara dari Tuhan (tentang persembahan).
1 Yoh 3:16 mengatakan, “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita, jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita…Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” Kita harus menghargai hal-hal yang dari Allah, termasuk saudara kita yang lain, our brothers and sisters! Sudahkah engkau mengampuni kesalahan saudaramu, atau engkau masih menyimpannya sampai hari ini? Ingat hanya ada dua pilihan, yaitu engkau mau mengikuti caranya Habel atau Kain, yang berakhir dengan membunuh saudaranya sendiri! Pilihan itu ada ditanganmu sendiri!

2. Serakah!, Jalan Bileam.
Bileam adalah seorang nabi Tuhan yang mempergunakan hal-hal dari Tuhan untuk kepentingannya sendiri. Pada waktu itu Raja Balak berjanji akan memberkati Bileam jika dia mau bernubuat buat Raja Balak itu. Tuhan tidak mengijinkan Bileam melakukan itu, tetapi akhirnya Bileam melakukannya juga. Saudara, engkau tidak bisa melayani Tuhan dan uang bersama-sama! Bileam sebetulnya tahu kehendak Allah, tetapi karena keserakahannya, membuat dia tidak taat kepada kehendak Allah. Didalam Why 2:14, “Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: diantaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.” Allah sangat membenci Bileam. Adalah rencana Tuhan untuk membuat kita berkelimpahan dan sehat, tetapi Bileam berusaha untuk mendapatkan kekayaan dengan caranya sendiri.

3. Memberontak dan mempromosikan diri sendiri, Jalan Korah.
Korah adalah seorang pelayan Tuhan yang tugasnya waktu itu adalah sebagai orang yang membuang abu-abu bekas korban bakaran ke luar perkemahan Bait Suci. Apa yang diperbuat Korah? “Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang untuk memberontak melawan Musa…maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: “Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan Tuhan ada ditengah-tengah mereka. Mengapa kamu meninggikan diri diatas jemaah Tuhan? ” Bil 16:2-3. Korah menjadi iri terhadap Musa dan Harun! Dia menghasut dua ratus limapuluh orang, dan akhirnya Tuhan berkata kepada Musa, “Pisahkan dirimu dari tengah-tengah umat ini (Korah dan kumpulannya) supaya Ku-hancurkan mereka dalam sekejap mata.” Ay 21.

Apakah yang terjadi atas mereka?? “Baru saja ia (Musa-Red) selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah tanah yang dibawah mereka, dan bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka. Demikianlah mereka dengan semua orang yang ada pada mereka turun hidup-hidup ke dunia orang mati; dan bumi menutupi mereka, sehingga mereka binasa dari tengah-tengah jemaah itu.” Ay 31-33.
Orang-orang yang memberontak kepada pemimpinnya adalah orang-orang yang sebetulnya memberontak kepada Allah sendiri, karena pemimpin diangkat oleh Allah dan sebagai wakil Allah di bumi ini.
Jadi saudara yang terkasih, kita sebagai anak-anak Tuhan harus selalu berjaga-jaga supaya ke tiga cara atau jalan hidup dari Kain, Bileam dan Korah ini tidak masuk ke dalam hidup kita.

Tags:
No Comments

Post A Comment