5 Tanda Orang Percaya

Firman Tuhan di Markus 16:14-18 mengambarkan kepada kita mengenai pesan Tuhan Yesus sebelum Ia naik ke Surga. Seperti lazimnya seseorang yang akan berpergian jauh dalam jangka waktu yang lama maka pesan terakhir merupakan pesan yang mempunyai arti dan bobot yang sangat penting.

Dalam pesanNya, Tuhan Yesus menekankan 5 tanda yang mengikuti orang percaya. Orang percaya, kata ini dapat diartikan sebagai orang yang mempunyai iman, dimana kita tahu bahwa iman itu timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan.

Seseorang dapat percaya kepada Tuhan Yesus sebagai juruselamat pribadinya ini semata-mata hanya merupakan karya dari Roh Kudus. Dan pada saat orang tersebut kepenuhan dengan Roh Kudus maka salah satu tanda yang nyata adalah berbahasa Roh.

Dari pernyataan di atas dapat di simpulkan bahwa tidak mungkin orang yang belum menerima Tuhan Yesus sebagai juruslamat pribadinya dapat berbahasa roh. Ini dikarenakan tidak adanya Roh Kudus dalam hidupnya yang memanifestasikan bahasa roh tersebut.

Tanda I – “Mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu”

I Yoh 4:4b – “sebab Roh yang ada di dalam kamu lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia”. Ayat ini menekankan kepada kita bahwa kita sebagai orang percaya sudah seharusnya tidak takut kepada setan ataupun iblis.

Pada saat kita mendengar kata setan, persepsi pertama kita adalah makhluk berwujud seram yang muncul di kuburan ataupun tempat gelap. Hal ini terjadi dikarenakan pengaruh film ataupun dongeng-dongeng di masa lalu. Setan/iblis tidak hanya terbatas pada wujud fisik saja namun juga pada wujud roh/sifat.

Salah satu contoh setan/iblis dalam bentuk roh/sifat dapat kita temukan dalam Gal 5:19-21. Sifat-sifat yang tercantum pada Firman Tuhan tersebut mengambarkan sifat-sifat yang merusak kehidupan orang percaya. Selain itu juga terdapat sifat-sifat lain yand dapat dikategorikan sebagai sifat-sifat yang merusak: pornografi, perjudian, kemalasan, mabuk, obat terlarang dan sebagainya.

Sudah sepatutnya kita sebagai orang percaya berusaha menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan (Amsal 4:23) dan menjaga hati nurani kita tetap bersih dan berkenan kepada Tuhan.

Tanda II – “Berkata-kata dalam bahasa yang baru”

Salah satu tanda yang signifikan pada saat orang menerima kuasa/kepenuhan Roh Kudus adalah berkata-kata dalam bahasa yang baru.

Alkitab mencatat 2 jenis “bahasa yang baru”

1. Kisah Para Rasul 2:4-13 Bahasa baru yang diucapkan adalah bahasa yang dimengerti oleh budi pekerti manusia namun belum pernah dipelajari oleh orang yang mengucapkannya. Sebagai contoh orang Ibrani yang tiba-tiba dapat berkata-kata dalam bahasa Mesir

2. I Korintus 14:1-5 Bahasa baru yang tidak dapat dimengerti oleh manusia dan hanya Tuhan yang mengerti bahasa tersebut.

Beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan sehubungan dengan bahasa Roh diatas adalah:

1. Bahasa Roh adalah bahasa yang tidak kita mengerti dan mengapa kita perlu mengucapkannya? Jawaban: Banyak hal dalam kehidupan kita yang kita sendiri tidak mengerti dan untuk hal itu kita percaya kepada para ahli pada saat mereka menjelaskan hal tersebut kepada kita. Sebagai contoh: Cara kerja obat dalam menyembuhkan penyakit, cara pergerakan bumi dan bulan dan sebagainya. Kalau kita dapat percaya kepada manusia dengan segala keterbatasan mereka mengapa kita mempertanyakan kemampuan Tuhan yang merupakan pencipta manusia itu sendiri. Iman merupakan kunci dimana kita percaya kepada Tuhan tanpa harus mengerti secara keseluruhan setiap peristiwa.

2. Apa fungsi bahasa Roh bagi yang mengucapkannya? Jawaban: Firman Tuhan I Korintus 14:4 dikatakan “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa Roh ia membangun dirinya sendiri…”

3. Apakah bahasa Roh dapat diterjemahkan ? Jawaban: Tuhan dapat memberikan pernyataanNya melalui bahasa Roh. Jikalau hal itu terjadi maka Tuhan juga akan mengkaruniakan kemampuan untuk menterjemahkan bahasa Roh tersebut sehingga jemaat Tuhan diberkati dengan pernyataan tersebut.

4. Apakah saya dapat berbahasa Roh? Jawaban: Firman Tuhan di Kisah Para Rasul 2:38-39 dengan jelas menyatakan bahwa karunia berbahasa Roh adalah milik semua orang percaya bahkan hingga anak cucu kita. Bahasa Roh bukan milik kelompok, jabatan ataupun profesi tertentu didalam pelayanan gereja.

Tanda III – “Memegang Ular”

Tanda ini menunjukkan bagaimana kita tidak hanya diberikan kuasa untuk mengusir setan, berbicara dengan bahasa Ilahi namun juga berkuasa atas segala binatang termasuk binatang berbahaya.

Ini adalah penekanan dari janji Tuhan kepada Adam bahwa manusia harus berkuasa dan menaklukkan bumi dan segala isinya.

Tanda IV – “Meminum racun maut”

Perikop ini menegaskan bahwa Tuhan akan turut campur tangan dalam membela kita pada saat kita dihadapkan pada pilihan antara hidup dan mati dalam mempertahankan iman percaya kita.

Salah satu misionaris dari India, Sandhu Sundar Singh banyak mengalami hal tersebut dan juga mengalami pembelaan Tuhan yang ajaib. Kisah perjalanan iman Sandhu Sundar Singh dapat ditemukan dalam websites: www.sandhusundarsingh.homestead.com.

Tanda V – “Meletakkan tangan atas orang sakit”

Kita sebagai orang percaya sudah seharusnya dapat mendoakan orang yang sakit jika diperlukan. Karunia ini tidak hanya dimiliki secara khusus oleh para pendeta atau pelayan Tuhan di gereja. Tuhan menegaskan bahwa tanda ini mengikuti semua orang yang percaya tanpa kecuali. Ini merupakan salah satu kesempatan bagi kita untuk bersaksi kepada dunia tentang Tuhan kita yang ajaib.

Pada hari Pentakosta ini, Tuhan akan mencurahkan Rohnya atas kita umatNya seperti yang telah dilakukanNya 2000 ribu tahun yang lalu pada jaman kisah para rasul. Marilah kita yang berbeban berat, yang belum merasakan kemenangan dalam kehidupan kita, belum mengalami kepenuhan Roh Kudus dapat meminta kepada Bapa kita yang baik pada hari yang khusus ini.

Tuhan kita adalah Tuhan yang sama dulu, sekarang dan selamanya. Ia sangat rindu mencurahkan RohNya kepada kita sehingga kita mengalami hidup yang berkemenangan, berkelimpahan dan berbahagia.

Tags:
No Comments

Post A Comment