7 Keys that Will Change Your World

Hari ini saya ingin membagikan Firman Tuhan yang saya terima melalui hamba Mike Murdock Tuhan di Amerika tentang 7 kunci yang akan merubah hidup saudara.

Kunci yang pertama adalah “The Word of God is the wisdom of God”. Sering kali kita ingin menjadi berkat buat banyak orang, tetapi perhatikan baik-baik bahwa sebelum kita mengenal Firman Tuhan dengan mendalam kita tidak akan dapat menjadi berkat bagi dunia.

Ulangan 4:5-6 “Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.”

Tidak akan pernah terjadi suatu mujizat sebelum terlebih dahulu kita mengerti dan melakukan Firman Tuhan. Untuk itu saya mau mengajak kita untuk membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan.

Wisdom is the golden bridge to every dream. “Dream” yang saya maksud di sini bukan cita-cita, tetapi purpose dan destiny dari Tuhan. Kita tidak akan mencapai dream ini tanpa kita mendalam dalam Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah kebenaran, dan kebenaran yang kita lakukan akan menjadi kehidupan. To change your world, first change your attitude towards the Bible!

Kunci kedua adalah “every problem you face is simply a wisdom problem”. Setiap masalah yang kita alami itu karena kita tidak bijaksana.

The change in your life is always proportionate to new knowledge. Kita tidak akan pernah berubah dan bertumbuh sebelum kita tahu sesuatu. Problem yang kita hadapi itu karena kita kurang hikmat.

Amsal 1:7 “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”

Takut akan Tuhan membuat kita menjadi berhikmat. Sekolah itu bukan segala-galanya, jangan salah saya tidak menentang sekolah, anak-anak saya sendiri pun saya suruh sekolah.

Amsal 9:10-11 “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. Karena oleh aku umurmu diperpanjang, dan tahun-tahun hidupmu ditambah.”

Kunci ketiga adalah “your passion for the Word reveals your passion for the wisdom”.

Daniel 10:19 “Hai engkau yang dikasihi, janganlah takut, sejahteralah engkau, jadilah kuat, ya, jadilah kuat!” Sementara ia berbicara dengan aku, aku merasa kuat lagi dan berkata: “Berbicaralah kiranya tuanku, sebab engkau telah memberikan aku kekuatan.” Saat kita membaca Firman Tuhan maka Firman itu akan menjadi kekuatan bagi kita.

Kunci keempat adalah “your greatest gift to others is to give them passion for the Word of God”.

Mazmur 119:11 “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.”

Kunci yang kelima adalah “those who inspire your passion for the Word are the most necessary people in your life”. Perhatikanlah pergaulanmu, dekatilah orang-orang yang suka akan Firman Tuhan.

Ibrani 13:7 “Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.”

Kenalah dengan akrab pemimpin-pemimpin mu dan binalah hubungan dengan mereka dan contohlah iman mereka.

Kunci yang keenam adalah “the focus of the fathers become the possessions of the sons”.

Paulus di dalam Galatia 4:19 berkata “hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.”

Jadikanlah hidupmu sebagai contoh bagi orang-orang, kadang sampai kita harus menderita sakit bersalin.

Dan kunci yang terakhir adalah “the greatest legacy that a father can leave for his children is the passion for the Word of God.”

Ulangan 6:4-9 “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.”

Tags:
No Comments

Post A Comment