7 Tahun Revayah (Part 2)

Ada 4 level berkat dalam pewahyuaan yang Tuhan beri untuk semua tingkatan anak-anak Tuhan:
1. Level bag (kantung/dompet)
2. Level bin/barrel (pot/kendi)
3. Level basket (keranjang)  level overflow
4. Level barn (gudang)  level berkelimpahan
Kita sudah membahas dua level pertama yaitu level dompet dan level pot, hari ini kita akan melihat berkat level ketiga dan keempat.
“”Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.” Ulangan 28:1-5
Tuhan berkata bahwa segala berkat ini akan datang kepada saudara dalam kelimpahan (ayat ke-2) dan saudara akan diberkati di kota dan juga di ladang (ayat ke-3). Tuhan akan memberkati di mana saja dan kapan saja di mana Dia sudah pimpin saudara. Dan segala yang saudara miliki akan diberkati-Nya (ayat ke-4). Bakul dan tempat adonanmu (yaitu tempat proses untuk membuat makanan) juga akan diberkati-Nya (ayat ke-5). Tempat Adonan ini adalah pekerjaan, sekolah dan pelayanan saudara.
Bagaimana Tuhan memberkati bakul dan adonan kita?
“Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.” Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” Yohanes 6:9
Kenapa Tuhan Yesus bertanya kepada Filipus? Sebab Filipus adalah seorang bendahara, jadi Yesus bertanya kepadanya “dimana kita dapat membeli roti?” Filipus tidak menjawab tetapi malah berkata “kita tidak mempunyai uang yang cukup”. Filipus mewakili kita semua yang berpikir dalam hal konteks uang di saat Tuhan menyuruh kita untuk berbuat sesuatu. Filipus satu-satunya murid Yesus yang berasal dari Tiberias dan seharusnya tahu daerah tersebut dan tahu di mana tempat membeli roti. Filipus sudah tahu tentang mujizat-mujizat yang Yesus lakukan sebelumnya, tetapi ketika problem datang secara personal kepadanya ia tetap berpikir secara logika, dilihat kemampuannya secara finansial.
Jangan pernah menganggap remeh dengan apa yang saudara miliki, Tuhan selalu dapat membuat mujizat dengan apa yang ada padamu, bukan dengan apa yang tidak saudara miliki.
Mengapa cuma anak kecil ini saja yang menyerahkan roti dan ikannya? Padahal ada wanita dan pria lainnya di kerumunan yang juga pasti membawa makanan?
Roti yang dimiliki anak ini adalah roti jelai, roti yang kelasnya di bawah roti gandum. Ikannya juga kemungkinan ikan yang kecil, ikan biasa. Anak ini tidak malu menyerahkan apa yang ada padanya walaupun bukan sesuatu yang berarti. Orang-orang seperti anak kecil inilah yang akan Tuhan pakai menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.
Janganlah menilai segala sesuatu dengan seberapa banyak uang, tetapi dengan “apakah ini yang Tuhan ingin kerjakan?”
“Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu. Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak. Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu. Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya. Kamu akan mengetahui bahwa Aku ini ada di antara orang Israel, dan bahwa Aku ini, TUHAN, adalah Allahmu dan tidak ada yang lain; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.”” Yoel 2:23-27
Rencana Tuhan bukanlah hanya kita dapat makan dan menikmati sediki, melainkan overflowing. Hal ini tidak akan terjadi jika kita tidak memiliki attitude seperti anak kecil di atas yang menyerahkan semua yang ada padanya untuk Tuhan tanpa perhitungan. Rencana Tuhan adalah untuk kita mengalami kelimpahan. Tuhan akan memakai kita untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Belalang-belalang adalah proses, kalau kita masih “dimakan belalang” itu artinya Tuhan masih membentuk kita dalam proses.
Miliki mental seperti anak kecil yang tercatat dalam Firman Tuhan.
Di dalam kitab Kejadian kita dapat membaca bagaimana Yusuf membawa uang ke dalam istana Firaun. Yusuf membeli seluruh tanah Mesir bagi Firaun, bukan milik Yusuf!
Apapun yang kita miliki adalah milik Tuhan bukan milik kita. Taatlah kepada pimpinan Tuhan dan berkat-Nya akan terus mengalir dalam hidupmu. Akan tiba masanya apa yang kita olah sendiri akan gagal tetapi ketika kita serahkan kepada Tuhan mana ini akan menjadi berhasil.
Don€™t worry about your assets. Ikutilah perintah Tuhan maka tidak ada satupun yang ada padamu akan hilang. (Kejadian 45:18-20)

Tags:
No Comments

Post A Comment