A Heart of Love

Ada sepasang kakek nenek yang sedang berada dalam deretan pembeli McDonald dan pada saat gilirannya tiba, maka si kakek membeli satu Beef Burger Meal plus satu buah gelas foam. Kemudian mereka membawanya ke meja untuk makan bersama. Dari jauh ada seorang pemuda yang memperhatikan ulah dari kakek nenek tsb. Setelah sampai di meja, maka si kakek membagi burger dan french friesnya menjadi dua, menuangkan coke kedalam gelas foam yang kosong; setelah itu barulah si kakek memakannya, sementara si nenek hanya memperhatikan suaminya. Tergerak oleh belas kasihan, maka si pemuda ini mendatangi meja kakek nenek tsb dan menawarkan untuk membelikan beef burger lagi. Tetapi nenek tsb menolaknya …setelah berpikir sejenak, pemuda ini kembali bertanya, “terus nenek makan apa”? Lalu si nenek menunjuk kepada sebagian beef burger yang ada di meja; masih diliputi rasa ingin tau, maka si pemuda ini bertanya lagi “lalu mengapa nenek belum memakannya?”…Sambil tersenyum si nenek menunjuk kepada kakek dan berkata: “saya masih menunggu giliran memakai gigi palsunya …”. Sampai masa tuapun mereka masih menunjukkan hati yang penuh kasih dan saling mengasihi.

1 Yohanes 4 : 7 “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi sebab kasih itu berasal dari Allah dan setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah“. Allah sangat mengasihi kita, sehingga kitapun bisa mengasihiNya karena Allah itu Kasih. “God is Love”! Kasih Allah yang membuat kita bisa mengasihi diri kita sendiri.dan juga orang lain. Kalau kita tidak memiliki Kasih Allah, maka kitapun tidak bisa mengasihi diri kita sendiri, membenci dirinya sendiri, tidak bisa menerima keberadaannya, bahkan sampai ada yang bunuh diri. Marilah kita terima Kasih Allah yang amat sangat besar ini ! Matius 24 : 12Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin“.

Ini keadaan dunia hari-hari ini, mereka menggantikan love (kasih yang murni) dengan like (suka) dan terus mengalami penurunan sampai menjadi lust (nafsu).

Saya berdoa agar Gereja Tuhan bisa menjadi jawaban akan kebutuhan Kasih yang murni.

Amsal 4 : 23 “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan”. Pusat kehidupan kita, ada di hati; itu sebabnya amat sangat penting untuk menjaga hati; bila hati kita dipenuhi dengan Kasih Allah, maka akan terjadi hal-hal sbb : A. The Heart Experiences Genuine Love (Hati yang mengalami Kasih yang murni) Matius 22 : 37-39 37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu ialah : kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

B. The Heart Expresses Heartfelt Pain (Hati yang menyatakan sakit mendalam). 2 Korintus 2 : 4 “Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak airmata bukan supaya kamu bersedih hati tetapi supaya kamu tau betapa besarnya kasihku kepada kamu semua”.

C. The Heart Expresses True Generosity (Hati yang menyatakan kemurahan hati) 2 Korintus 9 : 12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.

D. The Heart Expresses A Need For God (Hati yang menyatakan kebutuhan akan Tuhan)
1 Yohanes 3 : 20-21 20 Sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar daripada hati kita serta mengetahui segala sesuatu. 21 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah.

Ilustrasi : Ada seorang raja yang memanggil dan meminta ketiga putrinya untuk mewujudkan Kasih Sayang mereka kepada ayahnya, di hari Valentine. Pada hari itu, Raja mengadakan “Special Valentine Dinner” dengan ketiga putrinya.
Maka putri yang sulung, dengan bangga menyerahkan bingkisan terindah sebagai wujud kasih sayang kepada sang ayah…setelah dibuka, maka sang ayah bangga sekali karena didalam kotak tsb ada sebuah cincin berlian yang besar dan indah sekali. Hmm…Raja bangga dengan putri sulungnya. Selanjutnya putri kedua datang dan memberikan hadiah yang tidak kalah bagusnya, Sang Rajapun bangga sekali karena putri keduanya mewujudkan kasih sayangnya berupa satu balok emas murni dan tibalah giliran putri bungsunya, dengan rendah hati, ia memberikan hadiah sebagai wujud kasih sayangnya dan ketika dibuka ternyata isinya : sebuah “poci yang berisi garam”. Saat itu Raja marah sekali karena merasa direndahkan oleh putri bungsunya. Semalaman dia tidak bisa tidur dan keesokan harinya, waktu Raja menikmati makan paginya…maka dia menjadi heran karena makanan paginyapun tidak ada rasanya…Raja segera memanggil kepala bagian makanannya, dengan ketakutan kepala bagian makanan menjelaskan bahwa pagi ini dia menyiapkan makan pagi bagi Raja, tanpa diisi garam…hmm…saat itu Rajapun segera menyadari arti “Garam” sebagai wujud Kasih Sayang putri bungsunya. Tanpa garam, makanan menjadi hambar dan tidak ada rasanya. Demikian juga kehidupan yang tidak ada Kasih, akan menjadi tawar dan dingin.
“For Love is strong as death – Kasih itu kuat, lebih kuat dari maut”!

Tags:
No Comments

Post A Comment