Abraham’s Covenant (Part 1)

Abraham disebut bapak orang percaya. Dan ada banyak hal dapat kita pelajari lewat kehidupan Abraham.

Seperti Tuhan mempunyai rencana khusus bagi Abraham, Tuhan juga mempunyai rencana khusus bagi setiap kita. Pertanyaannya bagi kita hari ini adalah, apakah kita sudah menemukan apa rencana Tuhan atas hidup kita masing-masing?

Jika kita tidak tahu rencana hidup kita, maka kita akan “abuse / abnormal use” atau menyalahgunakan perjalanan hidup kita. Namu jika kita sudah tahu apa visi Tuhan dalam hidup kita, itu bukan berarti hidup kita akan menjadi lebih enak bebas dari masalah.

Kejadian 12:1-5 “Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.”

Abram berumur 75 tahun ketika Tuhan berbicara dan memberikan visi pertama kali kepadanya. Umur seseorang tidak membatasi pekerjaan Tuhan yang besar untuk dinyatakan melalui diri orang itu.

Abram tidak diberitahu tujuannya, ia hanya disuruh untuk keluar dari negeri dan keluarganya. Mungkin kita bertanya mengapa Tuhan tidak saja langsung memberitahukan kepada Abram semuanya dengan jelas? Saya percaya karena Tuhan mau Abram tetap berkomunikasi dengan Tuhan disepanjang perjalanan hidup Abram.

Abram disuruh untuk keluar dari “comfort zone” nya, sebab hal ini akan membuat Abram menjadi orang yang lebih “tough” dan setia. Jika kita ingin dipakai oleh Tuhan dengan dahsyat, jangan takut juga untuk keluar dari “comfort zone” kita.

Apakah kita siap untuk melangkah jika perintah Tuhan atas hidup kita belum jelas seperti yang terjadi atas hidup Abram? Abram taat dan melangkah walaupun ia tidak tahu dengan jelas tujuannya. Hanya pada waktu setelah Abram melangkah ia diberikan “provision” oleh Tuhan, dan Tuhan berkata bahwa ia kan dijadikan menjadi suatu bangsa yang besar.

Kejadian 12:7 “Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: “Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.”

Kalau sebelumnya Tuhan hanya berkata-kata, yaitu memberikan suara-Nya kepada Abram, sekarang Tuhan memperjelas tujuan Abram dan juga menampakkan diri kepada Abram. Dan respon dari Abram adalah membangun mezbah bagi Tuhan.

Kejadian 13:14-17 “Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga. Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.””

Lot tidak mempunyai perjanjian langsung dengan Tuhan seperti Abram, tetapi karena Lot mengikuti Abram, ia juga diberkati oleh Tuhan. Kesuksesan Lot bukan bukti dari ketaat dan kehidupan yang benar kepada Tuhan, sebab Lot tidak mengikuti Tuhan.

Hanya setelah Lot berpisah dari Abram Tuhan berfirman lagi kepada Abram. Sewaktu kita berjalan dengan orang yang tidak seharusnya berjalan bersama dengan kita, maka kita bisa terhambat di dalam mencapai visi Tuhan atas hidup kita.

Pernyataan Tuhan kali ini kepada Abram jauh lebih jelas lagi dari pada sebelumnya.

Keturunan Abram, seperti janji Tuhan akan banyak seperti pasir lautan, debu tanah, dan akhirnya bintang-bintang di angkasa.

Salah satu fungsi dari bintang-bintang adalah sebagai petunjuk arah. Dan selain dari pada itu, cahaya bintang itu tidak akan pernah redup. Mungkin pada saat awan tebal cahaya bintang kelihatannya redup atau bahkan hilang sama sekali, namun jika kita naik lebih tinggi dari awan tebal maka cahaya bintang akan bercahaya jelas lagi. Ingat bahwa kabut awan tebal tidak akan pernah dapat mengikuti kita untuk naik lebih tinggi.

Di saat kita mengalami kabut awan tebal, janganlah kita malah turun, namun sebaliknya naiklah lebih tinggi lagi.

Tags:
No Comments

Post A Comment