Atas Penentuan Allah

Saudara yang terkasih, minggu ini akan menghabiskan seri kotbah dari Yunus, yaitu Yunus pasal 3 dan 4. Kita sudah tahu bahwa Yunus adalah gambaran gereja Tuhan di akhir jaman ini. Setelah Yunus keluar dari perut ikan, karena ia melarikan diri dari panggilan Tuhan, lalu Tuhan berfirman kepadanya untuk kedua kalinya: “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu.” Kali ini Yunus langsung mentaati Tuhan dan bersiap-siap untuk pergi ke Niniwe. Sesampainya di Niniwe, Yunus mulai berseru (berkotbah), “Empat puluh hari lagi, maka akan ditunggangbalikkan.” Yunus hanya menyampaikan apa yang Tuhan suruh dia katakan bagi kota itu. Dikatakan di ayat selanjutnya bahwa seluruh orang Niniwe berpuasa! Bahkan rajanya memerintahkan: “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.”ay.7-8.

Bayangkan, karena perkataan Yunus yang hanya beberapa kata saja maka seluruh bangsa itu bertobat kepada Tuhan. Betapa dahsyatnya kotbah Yunus ini! Mungkin ini adalah kotbah yang terpendek yang menghasilkan pertobatan yang terbanyak…! Hosea 6:1-3 berkata, “Mari, kita akan berbalik kepada Tuhan, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup dihadapan-Nya…” ay.1-2. Tuhan sangat mengasihi kita sebagai anak-anak-Nya, oleh sebab itu ada waktunya Dia perlu memukul kita jika kita nakal, tidak taat atau melanggar perintah-Nya. Sesungguhnya semakin lama Allah memproses kita, maka semakin indah juga kita jadinya nanti. Sama seperti seorang olahragawan yang berlatih. Semakin berat beban latihannya maka semakin kuat dan baik jadinya. Tetapi ingat… Tuhan tidak pernah memproses kita lebih dari kekuatan kita! Tujuan proses Tuhan adalah untuk membawa kita lebih dekat dengan Dia, bukan untuk menghancurkan!

Yunus sebetulnya dibangkitkan dari kematian di dalam perut ikan selama 3 hari. Saudara, tidak ada kebangkitan tanpa kematian.

“Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi” -ay.3

Saudara, tidak ada kemuliaan tanpa salib. Tidak ada kuasa tanpa proses! Hosea berkata bahwa kita perlu mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh, artinya kita tidak bisa rindu kemuliaan Tuhan memenuhi hidup kita tetapi tanpa kita berusaha sungguh-sungguh. Tuhan Yesus dimuliakan, dibangkitkan setelah mati. Jika kita mau dibangkitkan Allah diakhir jaman ini dan kemuliaan Allah muncul seperti fajar maka kita harus mati atas keinginan daging kita. Alkitab berkata keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh. Jadi, jika saudara mau rohmu menjadi kuat maka keinginan dagingmu harus dimatikan. Mati secara daging, supaya dibangkitkan secara Roh! Kata-kata dari orang yang telah mati akan sangat berkuasa! Pelayanan dari orang yang telah mati akan luar biasa! Kemulian, penyertaan Tuhan akan turun dengan dahsyat!

Di akhir jaman ini, Allah akan membangkitkan pelayanan preaching dan conviction yang ajaib! Karena Allah sangat mengasihi jiwa-jiwa dan melalui hujan pengajaran dan Roh-Nya yang luar biasa, maka akan banyak orang bertobat dan diselamatkan.

Didalam Yun 4 diceritakan bahwa Yunus marah dan kesal kepada Allah, karena Allah tidak jadi menghukum Niniwe. Mungkin Yunus merasa gengsi atau malu karena ia telah berkotbah bahwa Niniwe akan ditunggang balikkan oleh Allah. Akhirnya ia keluar dari kota itu dan “…atas penentuan Allah, tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya… Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu. Tetapi keesokkan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu… maka atas penentuan Allah, bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: “Lebih baik aku mati dari pada hidup.” Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: “Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?” Jawabnya: “Selayaknyalah aku marah sampai mati” Yunus menjadi over-acting. Lalu Allah menjawab: “Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuk sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula. Bagaimana Aku tidak akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu…” Yun 4. Saudara, Yunus senang atas pohon jarak itu yang menggambarkan berkat Allah. Berkat Allah bukan untuk membuat kita kehilangan fokus! Fokus Allah adalah jiwa-jiwa. Saudara kita diselamatkan supaya kita juga membawa orang lain kepada keselamatan itu. Allah memberikan mujizat pada perkataan Yunus karena ia melakukan perintah Tuhan. Saudara, jika kita mau memberitakan Injil, maka Allah akan mengurapi mulut kita untuk maksud penyelamatan. Allah mau pakai hidup saudara seperti Ia memakai Yunus! Amin.

No Comments

Post A Comment