Bagaimana Mencapai Garis Akhir

Flp 1:6, “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya yaitu Ia yang memulai pekerjaan yang baik diantara kamu, akan meneruskan sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.”

Yesus telah memulai segala yang baik dalam kita, biarlah kitapun akan menyelesaikan sampai akhir dengan terbaik! Selalu ada 3 tahapan apabila Allah mulai percayakan sesuatu dalam hidup kita:

Tahap-1: Lahirnya visi, biasanya dimulai dengan sesuatu yang sangat menggairahkan sekali! 1>Bangsa Israel, waktu Allah bawa mereka keluar dari Mesir-mereka sangat bersukacita; tetapi dalam perjalanannya sampai Kanaan, inilah yang menentukan! Kenyataannya dari semua bangsa Israel yang keluar dari Mesir, hanya 2 orang saja yang masuk Kanaan. 2> Yusuf, terima visi dari Allah bahwa dia akan jadi penguasa dan puji Tuhan; Yusuf dapat sampai pada penggenapan visi tersebut.

Tahap-2: Kematian visi, ini titik yang sangat menentukan dalam hidup kita! Kalau kita bisa melewati tahap-2 ini; maka kita akan sampai pada tahap-3.

Tahap-3: Penggenapan/ realisasi/ kenyataan visi tersebut. Saya mau saudara perhatikan sungguh-sungguh! Karena banyak anak Tuhan yang kemudian mentok dalam tahap kematian visi; tidak tahu mesti berbuat apa, tidak berdaya, lemah dan akhirnya banyak yang hancur tanpa melihat kenyataan atau tidak sampai pada penggenapan visi atau tidak sampai target. Apakah kita bisa sampai pada penggenapan janji Allah atau visi yang Allah berikan pada kita atau tidak… itu tergantung dari apa yang kita kerjakan sebagai respons terhadap apa yang Tuhan sampaikan diwaktu-waktu yang lalu. Waktu 13 tahun bagi Yusuf itu sangat menentukan (dia mengalami hal-hal/tindakan-tindakan yang bertolak belakang dengan janji Tuhan tanpa mengerti apa salahnya…tetapi ketika dia bisa melewati masa-masa sukar tersebut. (masa kematian visi), maka dia sampai pada penggenapan/ kenyataan tersebut.

Neh 4:6-10, 6 Tetapi kami terus membangun tembok sampai setengah tinggi dan sampai ujung-ujungnya bertemu, karena seluruh bangsa bekerja dengan segenap hati.
7 Ketika Sanbalat dan Tobia serta orang Arab dan orang Amon dan orang Asdod mendengar, bahwa pekerjaan perbaikan tembok Yerusalem maju dan bahwa lobang-lobang tembok mulai tertutup, maka sangat marahlah mereka.
8 Mereka semua mengadakan persepakatan bersama untuk memerangi Yerusalem dan mengadakan kekacauan di sana.
9 Tetapi kami berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan penjagaan terhadap mereka siang dan malam karena sikap mereka.
10 Berkatalah orang Yehuda: “Kekuatan para pengangkat sudah merosot dan puing masih sangat banyak. Tak sanggup kami membangun kembali tembok ini.”

Pada waktu Nehemia terima perintah dari Tuhan untuk membangun kembali tembok Yerusalem… Nehemia dan bangsa Israel semangat sekali; mereka berkata “Kami siap untuk membangun” Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun. (Neh 2:18B, 20A)

Terima sesuatu dari Tuhan, memulainya gampang sekali dan diawali dengan bagus sekali; tetapi begitu sampai ditengah-tengah…? Ini daerah berbahaya!! Ada banyak hal yang menghalangi penyelesaian pembangunan tembok tersebut. (Sanbalat, Tobia, orang Arab, Amon & Asdod; mereka sangat marah dan bersepakat untuk memerangi & mengacaukannya). Sampai-sampai suku Yehuda terpengaruh dengan perkataan mereka sehingga orang Yehuda berkata, “…tidak sanggup lagi kami membangun.” Tapi kalau kita perhatikan: akhirnya mereka bisa menyelesaikan pembangunan tembok dengan tuntas selama 52 hari. (Neh 6:15). Puji Tuhan! Halleluyah!!

Ia yang telah memulai segala sesuatu yang baik, maka Dia juga yang tahu menyelesaikan sampai akhir!

Sikap yang kita harus lakukan pada masa ditengah-tengah atau pada tahap kematian visi adalah sebagai berikut: 1. Lakukan sikap doa seperti doa nabi Habakuk (Hab 3:2) “Oh Lord, revive Thy works in the midst of the years (Oh Tuhan, pulihkan pekerjaan-pekerjaan-Mu ditengah-tengah tahun itu) Bangkitkan… pulihkan lagi pekerjaan-Mu! Habakuk berdoa sambil meratap “…pulihkanlah pekerjaan-Mu ditengah-tengah tahun itu; dia minta dibangkitkan kembali dan dipulihkan!” Pada saat kita ditengah-tengah, ini menentukan sekali & bila kita bisa melewati tahun-tahun ini, maka kita akan keluar sebagai lebih dari pada pemenang… dahsyat sekali, apa yang Dia kerjakan akan tuntas & nama Tuhan dipermuliakan!!

2. Miliki sikap hati sebagai berikut: A. Jangan pernah menyerah! Dalam pergumulan peribadi (bisnis, pekerjaan, sekolah & pelayanan) kita akan keluar sebagai lebih dari pemenang = more than conquerer. Biarlah yang tidak berdaya berkata: Aku ini pahlawan! Ingat ada benih Ilahi didalam kita sehingga kita dapat jadi pribadi yang tidak gampang menyerah! (1 Yoh 3:9). Perhatikan sikap Paulus pada waktu dia mengalami tekanan, 2Kor 4:7-10, ay.9 – We get knock down but we get up again & keep going! Waktu dihantam, waktu kelihatannya mati & tidak ada apa-apanya… but… tetapi bangkit lagi & jangan pernah menyerah!!

B. Terus bersukacita & mengucap syukur! Hab 3:17-18, 17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,
18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
Walaupun semua yang kita harapkan mengecewakan/ tidak menghasilkan; tapi kita terus akan bersukacita/ bersorak-sorai & mengucap syukur senantiasa. (1Tes 5:16-18)

C. Semakin menguatkan kepercayaan kita kepada Tuhan.
1Sam 30:6B, “…tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya.” Dalam keadaan Daud gagal & kembali ke kotanya “Ziklag” maka dia mendapati kota Ziklag terbakar dan anak istri Daud serta tentara-tentaranyapun ditawan, ditambah lagi rakyat hendak membunuh Daud. Pada saat itu Daud mengambil sikap semakin menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan.

D. Nikmati saja/ ikuti saja & jangan pernah berontak/ lari dari saat-saat kematian visi. (taat saja) Apa tujuan Tuhan & mengapa kita harus melewati kematian visi?? 1. Untuk memurnikan motivasi hati kita. (Yer 48:11) 2. Dijadikan indah menurut rencana Dia (bukan maunya kita) 3. Disempurnakan sesuai dengan gambar-Nya.

Saya percaya bahwa kita akan sampai pada penggenapan visi/cita-cita yang Allah sudah berikan dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati!

Tags:
No Comments

Post A Comment