Bahasa Roh yaitu Bahasa Surga

“Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.” Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.” Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.” Kejadian 11:1-9

Hari Pentakosta dimulai sejak Tuhan menciptakan Adam, yaitu di mana Tuhan mencurahkan Roh Kudus ke atas hidup Adam. Sedangkan yang terjadi di dalam Kisah Para Rasul adalah pengulangan atas kejadian ini, di mana Tuhan memberikan Roh-Nya kepada manusia.

Suatu bangsa dapat disebut sebagai bangsa jika memiliki tanah, kebudayaan, nilai-nilai dan bahasa. Dan pada awalnya di seluruh bumi cuma ada satu bahasa dan satu logat.

Di dalam cerita tentaang kota Babel di atas, Tuhan marah kepada manusia. Tuhan marah bukan karena manusia memiliki ide yang besar untuk membangun menara itu, tetapi Tuhan marah karena manusia melakukan semuanya untuk memuliakan nama mereka sendiri. “Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”” (Kejadian 11:4)

Kesombongan manusia lah yang membuat Tuhan marah. Manusia telah merampok milik Tuhan dan menganggap itu milik mereka sendiri. Bukankah semua bahan-bahan untuk membangun menara itu ciptaan Tuhan? Dan bukankah ide yang mereka miliki itu juga asalnya dari Tuhan? Dengan menganggap bahwa itu milik mereka, manusia telah merampok Tuhan. Hal lain yang perlu kita perhatikan di sini adalah bahwa kesatuan itu sangat berkuasa walaupun di luar rencana Tuhan. “dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.” (Kejadian 11:6)

Di dalam suatu bahasa terkandung juga budaya dan nilai-nilai bangsa tersebut, begitu juga dengan Bahasa Roh, yaitu Bahasa Surga. Di dalam Bahasa Roh atau Bahasa Surga terkandung suatu budaya, yaitu karunia-karunia Roh Kudus, dan terkandung nilai-nilai yaitu buah-buah Roh.

“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”” Markus 16:15-18

Tujuan Tuhan memulihkan bahasa adalah supaya manusia dan Tuhan dapat kembali berkomunikasi dalam Bahasa Surga seperti pada jaman Adam dan Hawa.

Berikut adalah 2 tipe dari Bahasa Roh: 1. Tipe yang pertama adalah bahasa baru yang merupakan bahasa akal budi manusia tetapi bahasa yang belum pernah dipelajari orang orang tersebut. Misalnya kita orang Indonesia yang belum pernah mempelajari bahasa Arab tiba-tiba saja dapat berbahasa Arab. 2. Tipe yang kedua adalah bahasa yang tidak dimengerti oleh manusia di mana pun juga.

Apa syarat untuk mendapatkan baptisan Roh Kudus? Bertobat dan dibaptis!

“Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.”” Kisah Para Rasul 2:38, 39

Tags:
No Comments

Post A Comment