Bangkit dari Debu Debu Kehancuran

Bacaan: 2 Samuel 12:15-24

Mungkin ketika kita baca cerita Daud di 2 Samuel 12:15-24, terdapat suatu keanehan dimana ketika anaknya Daud sakit, dia berpuasa, tapi setelah anak itu mati, dia bangun dan segera makan, dan pelayan pelayannya pun merasa heran. Setiap kita mungkin saja mengalami hal yang sama, masuk ke masa masa yang sulit, berhadapan dengan suatu keadaan yang seperti Daud atau Ayub misalnya sehingga kita duduk diatas debu, debu kehancuran, debu kesulitan, debu kesulitan ekonomi, debu penyakit dan yang lain lainnya. Mari kita belajar dari sikap Daud, keadaaan keadaan yang kita alami yang terlihat gelap dan tidak ada jawaban dan bahkan menghadapi suatu titik ketika anaknya meninggal dimana tidak ada lagi harapan sepertinya Tuhan mengecewakan Daud, tapi Daud bangkit atas debu kehancuran dan kehilangan, karena keadaan yang lewat tidak bisa merubah sesuatu yang sudah terjadi. Jangan sampai kita terus menerus menangisi dan mengasihani diri sendiri yang berkelanjutan, apalagi sampai mempengaruhi pandangan kita akan masa kini dan masa depan.

 “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.” (Yesaya 61:1-3)

Roh Allah ada pada kita ketika kita terima Tuhan Yesus dalam hati kita dan tinggal dalam diri kita dan Dia sanggup melepaskan kita dari segala penjara ikatan apapun dan semua ini pun tidak terjadi beberapa saat kemudian tapi sekarang atau seketika Tuhan sanggup merubah dan membebaskan kita, dan semua itu tergantung kita, mau atau tidak, sebab kadang ada orang yang suka melihat diri sendiri sangat malang dan mau dikasihani yang berkelanjutan atau mungkin saja kita dari keluarga yang berantakan atau mempunyai masa lalu yang membawa suatu trauma dalam hidup kita, tapi ketika kita mempunyai Tuhan, Dia sanggup menhghapuskan masa lalu kita dan memberi kita kehidupan yang baru yang penuh dengan harapan dalam Tuhan.

Tuhan sanggup mengubah hidup kita dan Dia pakai orang sekeliling kita untuk menasehati kita, jangan sampai kita mempunyai sikap yang punya pendirian yang kita tidak mau mendengar orang lain, tapi biar kita mempunyai hati yang terbuka supaya kita pun dapat diarahkan oleh orang tua kita, orang tua rohani, pemimpin rohani dan teman teman rohani yang dekat dengan kita.

Banyak hal dalam hidup kita yang terjadi yang kita tidak mengerti, dan pertanyaan pertanyaan hidup yang ada pada kita yang tidak terjawab bahkan membuat kita putus asa dan menjauh dari Tuhan.

Sikap Daud yang BANGKIT dari DEBU-DEBU walaupun keadaan  BELUM berubah dan kita pu belum tahu akan buat apa, tapi bangkit. Lalu MANDI(BERSIHKAN DIRI DARI KOTORAN  DAN KEBODOHAN MASA LALU) dan BERURAP (memakai minyak, tetap mengucap syukur sekalipun dalam saat saat kelam kabut  dan penuh debu) adalah suatu sikap yang perlu kita belajar dan tetap datang SUJUD MENYEMBAH TUHAN DI BAIT ALLAH. Janganlah kita gampang putus asa dimasa BELUM ADA jawaban, mungkin sekarang kita tidak mengerti atau terlihat keadaan itu tidak berubah tapiAPA YANG KITA tidak lihat hari ini suatu hari NANTI PASTI kita akan mengerti maksud Tuhan.

Seperti Tuhan pada akhirnya memberi Daud, Salomo, raja yang luar biasa, dengan kekayaannya yang tiada taranya bahkan hikmatnya yang luar biasa, Tuhan gantikan segala kehancuran dan apa yang kehilangan dari Daud. Seperti Yusuf berkata bahwa manusia bisa merencanakan kejahatan tapi Tuhan dapat merubahnya menjadi kebaikan. Mari kita bangkit dalam nama Tuhan Yesus dan biar Dia yang merubah debu menjadi minyak, kesedihan menjadi sukacita dan biar kita melalui debu debu yang kita alami, kita dapat menjadi saksi hidup Tuhan dan menjadi berkat bagi kemulian Tuhan. Amin.

Tags:
No Comments

Post A Comment