Berakar Dalam Firman

Kolose 2:7 Hendaklah kamu

  • berakar di dalam Dia dan
  • dibangun di atas Dia
  • bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu dan
  • hatimu melimpah dengan syukur.

Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Matius 7:24-25

24 “Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Mazmur 1:1-3

1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

2 Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

3 Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Yosua 1:8

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini tetapi renungkanlah itu siang dan malam supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk

  • mengajar,
  • menyatakan kesalahan,
  • memperbaiki kelakuan dan
  • mendidik orang dalam kebenaran.

Yesaya 40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru:

  • mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya;
  • mereka berlari dan tidak menjadi lesu,
  • mereka berjalan dan tidak menjadi

1 Yohanes 2:17

Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Langkah pertama untuk berakar dalam Firman adalah melalui Saat Teduh. Pada saat kita menyediakan waktu untuk berdoa dan merenungkan Firman Tuhan, maka kita sedang mengembangkan akar-akar rohani untuk menyerap sari-sari makanan rohani untuk hidup kita. Ketika berakar dalam Kristus (Firman), maka iman semakin diteguhkan (Kolose 2:7). Iman adalah dasar untuk memperoleh semua janji Tuhan (Ibrani 11:5). Dengan iman kita dapat melihat janji-janji Tuhan yang ditaruh didalam alam roh (Efesus 1:3). Hanya dengan mata iman, kita dapat melihat bahwa janji-janji Tuhan tsb adalah milik kita. Dengan iman kita juga berkenan kepada Allah.

Ibrani 11:5 Karena iman Henokh terangkat supaya ia tidak mengalami kematian dan ia tidak ditemukan karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian bahwa ia berkenan kepada Allah.

Efesus 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

Ibrani 11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Iman bukanlah hanya percaya bahwa Allah ada, melainkan juga percaya bahwa Allah memberi UPAH (BERKAT) untuk orang-orang yang SUNGGUH-SUNGGUH mencari DIA.

Saat Teduh – waktu yang kita berikan untuk SUNGGUH-SUNGGUH MENCARI TUHAN.

Mengapa Kita Perlu Bersaat Teduh?

1. Bersekutu dengan Tuhan.

  • Kita diciptakan untuk bersekutu dengan Tuhan – 1 Yohanes 1:1-3
  • Bersekutu dengan Tuhan = bersekutu dengan FIRMANNYA sebab Yesus adalah Firman – Yohanes 1:1 dan Wahyu 19:13.
  • Jika kita mengasihi Allah, kita akan menuruti Firman Tuhan – Yohanes 14:15.
  • Bersekutu menjadikan kita semakin serupa dengan Kristus – 2 Korintus 3:18.

2. Memperoleh Kekuatan Hidup.

  • Firman Tuhan adalah makanan – Matius 4:4
  • Kita tidak bisa hidup tanpa €˜setiap Firman yang keluar dari mulut Allah€™.
  • Makanan harus terus menerus, setiap hari, tidak bisa €˜ditabung€™ untuk beberapa hari.

Matius 4:4 Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

3. Memperoleh Berkat Tuhan.

  • Ada ribuan janji Tuhan yang tersimpan didalam Alkitab.
  • Alat penggali janji Tuhan adalah dengan MERENUNGKAN FIRMAN.
  • Dengan melakukan saat teduh, kita akan memiliki iman yang seutuhnya.

Tujuan bersaat teduh adalah Merenungkan Firman dan Melakukannya. 

Penghalang Bersaat Teduh:

1. Serangan Setan

Setan sangat tidak suka bila kita melakukan Firman. Ia tidak keberatan jika kita hanya mengetahui Firman…tetapi dia akan berusaha dengan segala cara agar kita tidak melakukan Firman. Usirlah setan sebelum anda bersaat teduh. Setanpun mengganggu Yesus untuk tidak mentaati firman dan Yesus mengusirnya – Matius 4:9-10.

Matius 4:11 Lalu Iblis meninggalkan Dia dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

2. Kemalasan

Kejatuhan seseorang lebih banyak karena kemalasan daripada oleh setan. Kemalasan adalah pencuri terbesar yang tidak kita sadari. Tidak ada orang murtad karena  serangan setan. Kejatuhan terjadi karena kumpulan kemalasan yang sedikit demi sedikit.

Amsal 6:9-11

9 Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?

10 “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring”

11 maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Kejatuhan terjadi karena proses PERLAHAN-LAHAN …tidur sedikit…sedikit lagi….sedikit lagi….lalu tiba-tiba kemiskinan rohani datang. Oleh sebab itu kalahkan Kemalasan. INGATLAH!! > Jangan pernah menunda-nunda Saat Teduh. PENUNDAAN adalah akar dari kejatuhan terbesar.

3. Tidak mengerti.

Ketidakmengertian kita akan Firman Tuhan dapat menyebabkan keengganan dan kebosanan didalam bersaat teduh. Bahkan ketidakmengertian akan Firman yang sedang kita baca, merupakan kesempatan bagi iblis untuk merampas segala Kuasa Firman yang telah ditabur dalam hati kita.

Matius 13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.

Bagaimana caranya agar kita mengerti Firman Tuhan yang sedang kita baca?

Miliki sikap hati dan skill, kemampuan.

Sikap hati adalah yang paling penting!!!

  • Apakah kita membaca Firman untuk mempraktekkannya?
  • Apakah kita membaca Firman hanya sekedar karena kewajiban atau untuk memperkaya wawasan…?

Modal utama:

  1. sikap hati yang haus untuk melakukan firman
  2. skill, kemampuan; kita perlu memiliki alat penggali yang sederhana untuk menggali kekayaan Firman Tuhan. Alat penggali yang dahsyat ialah pertanyaan-pertanyaan.

Orang bijak bukanlah orang yang dapat menjawab pertanyaan, melainkan juga orang yang dapat membuat pertanyaan.

No Comments

Post A Comment