Berdoa, Berjaga-jaga dan Bangkit

“Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan, datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem. Katanya mereka kepadaku: “Orang-orang masih tinggal di sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa kepada hadirat Allah semesta langit,…” Nehemia 1: 1-4

Kita adalah bangsa Israel rohani, umat pilihan Allah. Di masa sekarang ini, sebagai generasi yang terakhir, ada suatu kemuliaan yang Tuhan sudah siapkan bagi umat-Nya. Dan ketahuilah bahwa iblis tidak senang akan hal tersebut.

Di masa-masa akhir ini, jikalau kita tidak sungguh-sungguh berdoa dan berpuasa maka kita akan jatuh. Iblis tidak peduli kita ke gereja atau tidak, bahkan kita boleh berkhotbah sekalipun, dia tidak peduli akan hal itu. Tetapi yang iblis takutkan adalah benteng perlindungan di dalam hidup kita. Apakah benteng perlindungan itu? Benteng perlindungan kita adalah hubungan pribadi kita dengan Tuhan.

Kita perlu menjalin dan menjaga hubungan yang intim dengan Tuhan; sebab tanpa hal itu benteng perlindungan di dalam hidup kita akan hancur. Banyak sekali anak-anak Tuhan yang jatuh karena tidak lagi menjalin hubungan yang intim dengan Tuhan. Janganlah kita sekali-kali menggantikan Yesus dengan apapun juga.

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak memperdulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!” (2 Timotius 3:1-5).

Ketahuilah saudara-saudara bahwa hal yang disebutkan Timotius itu bukan hanya terjadi dan menyerang orang-orang yang belum mengenal Allah, namun juga anak-anak Tuhan yang sudah aktif melayani di gereja-Nya. Janganlah sampai roh-roh akhir jaman ini melanda kehidupan kita. Berjaga-jagalah!

“Berkatalah aku kepada mereka: “Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela.” Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka kepadaku: “Kami siap untuk membangun!” Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu. Ketika Sanabalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, dan Gesyem, orang Arab, mendengar itu, mereka mengolok-olokkan dan menghina kami. Kata mereka: “Apa yang kamu lakukan itu? Apakah kamu mau berontak terhadap raja?”” (Nehemia 2:17-19).

Di mana ada orang-orang yang dipakai oleh Tuhan, ada juga orang-orang yang dimanfaatkan oleh-Nya untuk menggesek, menyerang, serta memurnikan hidup orang-orang yang dipakai-Nya. Sering kali orang-orang yang Tuhan manfaatkan adalah mereka yang sangat dekat kepada kita, mungkin itu teman pelayanan kita, saudara kita, suami ataupun istri kita.

Di saat kita dimurnikan melalui “gesekan-gesekan” yang ada di dalam hidup kita ini, biarlah kita belajar dari Nehemia, keluarkan kata-kata yang beriman, kata-kata yang positive. “Aku menjawab mereka, kataku: “Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun. Tetapi kamu tidak punya bagian atau hak dan tidak akan diingat di Yerusalem!”” (Nehemia 2:20).

Berjaga-jagalah senantiasa, sebab iblis akan terus berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghancurkan iman kita disaat dimana kita sungguh-sungguh mengikuti Tuhan (Nehemia 4:3, 6-10).

Percayalah disaat kita mengasihi Tuhan dengan sunguh-sungguh, tidak akan ada masalah yang terlalu berat bagi kita, sebab kasih Allah mengalahkan segalanya. Marilah kita terus buka hati kita untuk mengasihi Tuhan.

Di akhir-akhir jaman ini, marilah kita terus: berdoa (Habakuk 3:2b), berjaga-jaga (Efesus 6:10-13), dan bangkit! Janganlah pernah menyerah! Tuhan yang telah memulai kehidupan setiap kita, Dia juga yang akan menyelesaikannya. Tuhan tidak pernah gagal!

“Dalam segala hal kami ditindas, namun kita tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga nyata di dalam tubuh kami” (2 Korintus 4: 8-10).

Tags:
No Comments

Post A Comment