Bersukacitalah…!!!

STRESS adalah suatu kata yang tidak asing di telinga kita, apalagi di masa yang semakin sulit dan tidak menentu ini. Orang yang stress adalah orang yang tidak tercapai keinginannya. Tahukah saudara apa obat paling mujarab untuk orang yang stress? Obatnya adalah….SUKACITA. Amsal berkata bahwa “hati yang gembira adalah obat…” Pemazmur menjelaskan rahasia kunci kebahagiaan yang sejati, Maz 37:4, “dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.”

Dalam terjemahan NKJV, “Delight yourself also in the the Lord, And He shall give you the desires of your heart” – artinya buatlah dirimu bergembira. Bersukacitalah setiap saat! Sukacita kita seharusnya tidak tergantung dengan keadaan, situasi atau kondisi. Jika musiknya bagus atau baru menerima berkat, lalu kita bersukacita….tidak! Bersukacita adalah suatu pilihan! Kita pilih bersedih atau bersukacita, itu tergantung pilihan kita.

Ul 28:47-48, “Karena engkau tidak mau menjadi hamba kepada Tuhan, Allahmu, dengan sukacita dan gembira hati walaupun kelimpahan akan segala-galanya, maka dengan menanggung lapar dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-galanya engkau akan menjadi hamba kepada musuh yang akan disuruh Tuhan melawan engkau. Ia akan membebankan kuk besi ke atas tengkukmu, sampai engkau dipunahkan-Nya.”

Saudara perhatikan disini, jika sukacita tidak ada pada kita maka:

Pertama kita akan diserahkan pada musuh. Siapa musuh kita? Musuh kita adalah iblis dan daging kita sendiri. Pada waktu kita tidak ada sukacita, maka jiwa, tubuh kita akan menjadi susah dan sedih bahkan tidak sedikit yang akhirnya menjadi sakit tubuhnya! Sukacita adalah kekuatan kita!

Kedua membebankan kuk besi artinya kita menjadi terbeban, hidup kita menjadi susah, kutuk dan akhirnya kita binasa. Saudara bisa membeli “happiness” dengan uangmu tetapi engkau tidak bisa membeli “joy”. Apa arti “joy” sebenarnya? Joy berasal dari bahasa Greek:

Chara, artinya a sense of physical comfort and well being. Joy merupakan kesukaan yang dari dalam.

Seperti salah satu buah Roh yaitu sukacita (Gal 5:22). Sedangkan kesenangan atau happiness itu datang dari luar, keadaan yang sifatnya sangat sementara. Yesus adalah seorang yang selalu bersukacita. “Marilah kita melakukannya dengan mata tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia…” Ibr 12:2.

Jadi sukacita itu adalah buah dari Roh Kudus yang hanya kita dapatkan melalui hubungan intim dengan Yesus. Nabi Nehemia juga mengajarkan supaya, “Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu!” Neh 8:11.

Didalam sukacitalah terletak kekuatan kita!, arti lain lagi dari Joy didalam Greek adalah Agalliais, an outward demonstration of joy or exaltation as experience in public worship. Suatu ungkapan sukacita atau pengagungan sebagai pengalaman didalam ibadah bersama.

Daud adalah orang selalu menjaga sukacita didalam hidupnya. Maz 42:5, “Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah kerumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.”

Walaupun Daud sedang dalam masalah, gundah gulana, tetapi dia membuat dirinya tetap bersukacita dihadapan Tuhan. Sadarkah saudara bahwa satiap saat kita hidup dihadapan Tuhan yang selalu melihat kepada kita. Bayangkan bagaimana Perasaan Tuhan jika melihat engkau yang selalu murung dan muka yang tidak gembira? Tuhan menyukai orang yang selalu bersukacita didalam segala keadaan. Sadarlah bahwa Allah selalu baik buat kita didalam keadaan apapun juga! God is good…all the time…God is good!

Sekarang ada beberapa alasan mengapa kita harus bersukacita:

1. Karena kita telah dilepaskan dari ikatan dosa. “Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai.” Maz 126:1-2.

2. Karena kita menabur dengan air mata kepada Tuhan. “Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan sorak-sorai” Maz 126:5. Janganlah kita pernah berhenti menabur. Jika kita berhenti menabur, maka kita akan berhenti menuai.

3. Karena ada janji sukacita dari Yesus. “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada didalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” Yoh 15:11.

Akhirnya Flp 4: berkata, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” Tuhan bukannya menghimbau atau menganjurkan engkau unutk bersukacita, tetapi Tuhan memerintahkan engkau untuk bersukacita! Jadi bersukacitalah setiap waktu, setiap saat, setiap hari!! Revival dimulai dari orang-orang yang hidup bersukacita didalam Tuhan! Atmosfir sorga adalah sukacita! Jadi latihlah dirimu sebelum engkau masuk dalam kehidupan kekal di sorga atau engkau akan tidak betah disana! Halleluya!

Tags:
No Comments

Post A Comment