Bertanya Senantiasa Kepada Tuhan

“Ketika orang Filistin itu datang dan mengadakan penyerbuan di lembah Refraim, bertanyalah Daud kepada Allah: “Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu dan akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?” Tuhan menjawab: “Majulah, Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu.”” I Tawarikh 14:9, 10

Di dalam dunia yang penuh dengan segala macam tantangan dan cobaan ini, sangatlah penting bagi kita semua untuk mengetahui apa yang Tuhan inginkan atas hidup kita. Apakah kita pernah bertanya kepada Tuhan, apa yang sebenarnya Ia inginkan dari hidup kita ? Kita tidak perlu khawatir akan apa yang terjadi di dunia ini, sebab kita mengenal Tuhan kita.

Marilah kita belajar dari Daud. Ketika orang Filistin mendengar bahwa Daud telah diurapi menjadi raja atas seluruh Israel, maka majulah semua orang Filistin untuk menangkap Daud. Lalu Daud bertanya kepada Tuhan apa yang harus diperbuatnya, “Apakah aku harus maju?” tanya Daud. Lalu Tuhan menjawabnya, “Majulah”. Daud melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya, dan ia memukul kalah orang Filistin. Lalu di ayat yang ke-13, sekali lagi orang Filistin datang menyerbu Daud, sekali lagi Daud bertanya kepada Tuhan apa yang harus diperbuatnya, Tuhan menginstruksi Daud untuk tidak menyerbu dan memerikanya strategi lain (I Taw. 14: 14, 15). Daud mengikuti apa yang dikatakan oleh Allah kepadanya, dan sekali lagi Daud memperoleh kemenangan atas orang Filistin.

Tuhan memiliki strategi yang berbeda untuk hal-hal dan di dalam waktu yang berbeda. Untuk itu kita harus senantiasa bertanya kepadaNya. Janganlah kita bertindak berdasarkan apa yang kita dapat dari Tuhan tahun lalu. Bertanyalah kepada Tuhan, dengarkanlah apa yang Ia katakan kepada kita hari ini. Tuhan bekerja dengan cara yang yang berbeda-beda. Walaupun Allah kita tidak pernah berubah dari dulu, sekarang, bahkan sampai selama-lamanya, namun cara yang Ia pakai itu berbeda-beda. Kita perlu tahu dan lakukan apa yang Tuhan inginkan bagi kita, dan bukan melakukan yang orang lain katakan apa yang harus kita perbuat. Marilah kita belajar dari Daud, ia bertanya kepada Tuhan, dan ia lakukan apa Tuhan katakan kepadanya, maka Daud memperoleh kemenangan.

Setelah Daud memukul kalah orang Filistin, dikatakan di I Tawarikh 15, di dalam bahasa Inggris, bahwa Daud membuat rumah-rumah, “David built houses”. Apakah artinya bagi kita kalau Daud membuat rumah-rumah?

1. Build your own house Pertama-tama, Daud membangun rumahnya sendiri. Di dalam Matius 7, diajarkan kepada kita akan hal mendirikan rumah, apakah kita orang yang bodoh atau orang yang bijaksana? Mendirikan rumah itu artinya membangun kehidupan kita.

Lalu bagaimana orang bijaksana membangun kehidupannya? Dengan membaca firman Tuhan, berdoa di dalam Roh, dan juga dengan berkumpul dan ber-fellowship dengan sesama umat Allah.

Kita semua perlu membangun kehidupan, sebab kehidupan kita ini kekal adanya. Daud berkata: “aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.” (Mazmur 23:6b)

2. Build others€™ houses Seperti halnya membangun kehidupan kita, kita juga perlu membangun kehidupan sesama. Kita perlu saling membangun, menguatkan, mendoakan, memberkati, dan menghargai satu sama lainnya.

3. Build God€™s tent
Lalu, setelah semua itu, Daud mempersiapkan kemah bagi tabut Allah. Kemah berbicara tentang “mobility” dan “flexibility”. Saat kita mempersiapkan kehidupan kita, dan saling membangun sesama kita, Allah akan hadir dan memberkati kehidupan kita.

Tuhan kita selalu bergerak, Ia tidak tinggal diam di dalam suatu gedung atau tempat-tempat ibadah, namun Ia tinggal di dalam kemah, yaitu kehidupan kita. Firman Tuhan berkata bahwa tubuh kita ini adalah Bait Allah di mana Tuhan tinggal.

Marilah kita senantiasa bertanya kepada Tuhan apa yang Ia inginkan kita perbuat. Dan biarlah kita juga selalu membangun kehidupan kita dan kehidupan sesama kita. Sebab iblis senantiasa ingin menyerang anak-anak Allah. Iblis ingin merusak citra gambar Allah yang ada di dalam setiap kita, iblis tidak peduli apakah kita ke gereja atau tidak setiap hari Minggu-nya, yang ia takutkan adalah jikalau kita serius mengikuti Tuhan!

Tags:
No Comments

Post A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.