Come Into Significan Zone!!

Kehidupan adalah suatu perjalanan menuju destinasi, tujuan akhir dan kita sedang berjalan, berlari menuju destinasi kita masing2.

Destinasi adalah suatu keadaan, tempat yang ingin kita capai, dimana kehidupan kita bisa menjadi lebih baik.
– Orang buta, destinasinya ingin bisa melihat;
– Para eksekutif, destinasinya posisi puncak di perusahaannya.

Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”.

Terlepas dari destinasi pribadi, Tuhan pencipta kita mempunyai destinasi dan tujuan akhir bagi kita juga. Destinasi yang kita rancang sendiri sangat berbeda dari destinasi Tuhan. Ukuran dan dampaknyapun berbeda. Sebesar apapun destinasi Tuhan bagi kita, namun tidak semua orang mau mengejarnya.

Hanya orang-orang yang sungguh-sungguh mengejar destinasi Tuhan bagi dirinya yang tidak akan pernah kehilangan pengharapan.

Mereka berani keluar dari zona kenyamanan untuk masuk zona signifikan. Mereka menyadari bahwa posisi mereka saat ini masih jauh dari posisi yang Tuhan rancangkan bagi mereka. Tuhan rindu agar kita semua mengejar dan menemukan destinasiNya. Cara Tuhan agar kita masuk dalam destinasiNya adalah dengan memberikan :

Divine dissatisfaction = ketidakpuasan Illahi.
Ketika ada sesuatu didalam diri kita yang membuat kita bertanya:”apakah hidupku hanya sebatas ini saja? Adakah sesuatu yang lebih dari ini?” Mengapa Tuhan menaruh ketidakpuasan Illahi? Karena Dia mau melepaskan mental status quo dari diri kita. Tuhan tidak mau kita mengalami stagnasi. Tuhan akan menggoncangkan apapun juga supaya kita keluar dari zona kenyamanan dan masuk zona significan.

Men and women are limited not by the place of their birth, not by the color of their skin but by the size of their hope. Tuhan mau kita meninggalkan dunia kita yang kecil dan berpusat pada diri sendiri dan masuk ke dunia Tuhan yang tidak terbatas. Keadaan kita dan segala sesuatu yang telah kita capai dan miliki sekarang hanyalah sebagian kecil dari apa yang Tuhan miliki dan Tuhan mau memberikan seluruh milikNya kepada kita.

Mintalah kepada Tuhan untuk memberikan ketidakpuasan Illahi agar kita tidak berhenti pada keadaan kita saat ini tetapi terus bergerak dalam destinasi Tuhan untuk meraih dan mencapai segala sesuatu yang Tuhan sudah sediakan dan rancang bagi kita.

Hidup kita dipenuhi peluang-peluang besar, terbuka didepan yang Tuhan sudah rancang bagi setiap orang percaya. Sehingga kita bisa pergi kemanapun dan melakukan apapun juga, yang kita mau tuju. Ini berarti pusat awal perjalanan hidup ini adalah kita pribadi!!

Kejadian 13:14-15 14 Setelah Lot berpisah daripada Abram, berfirmanlah Tuhan kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, 15 sebab seluruh negeri yang kau lihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.

Ada hal-hal yang harus dipisahkan dari hidup kita sehingga Tuhan bisa berbicara secara pribadi. Sehingga kitapun bisa melihat jauh melampaui yang kelihatan jelas oleh mata kasat dan bisa melihat potensi yang tidur didalam hidup kita sendiri… kitapun dapat mencapai tempat yang jauh melampaui lokasi geografis kita. Kita mulai dapat melihat destinasi Tuhan bagi hidup kita, dari titik dimana kita berdiri! Kedewasaan karakter terjadi pada waktu kita mengejar destinasi Tuhan!! Ketika kita memerintah dan berkuasa di tempat kita menghabiskan sebagian besar waktu kita yaitu di tempat kerja dan bukan di ibadah hari Minggu. Ada jendela yang belum pernah dibuka lebar untuk dilihat, dipelajari dan dimasuki oleh umat Tuhan yaitu jendela antara jam 9 pagi sampai jam 5 sore yaitu jendela waktu kerja, waktu kuliah atau waktu bisnis.

Daniel seorang yang mempunyai pekerjaan biasa tetapi kehidupannya banyak mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan. Daniel digambarkan oleh orang-orang kafir sebagai “seorang yang penuh dengan roh dewa yang kudus” (Daniel 5:11). Ia hanya melayani satu tuan, sekalipun bekerja dibawah pengasuhan orang duniawi. Ia tidak melayani manusia pada jam-jam yang terbaik dan melayani Tuhan pada jam-jam sisa. Hal itu diakui oleh bosnya, Raja Darius bahwa Daniel mempunyai roh yang luar biasa dan Allah yang disembah oleh Daniel adalah Tuhan (Daniel 6:4&21).

Sudah saatnya Gereja keluar dari kungkungan paradigma yang salah tentang sekuler-rohani, yang telah menghambat meluasnya pengaruh Kerajaan Allah di Market Place. Inilah waktunya Gereja Tuhan mempenetrasi tempat kerja atau Market Place dan menegakkan Kerajaan Allah disana. Sudah terlalu lama Gereja menjadi institusi agamawi yang mati dan kehilangan sengatnya terhadap Kerajaan dunia. Tiba waktunya kita semua berpindah dari pandangan “Church Oriented” kepada “Kingdom Oriented”. Beralih dari konsep “Exclusive Church” kepada “Inclusive Church”. Gereja tidak lagi tersisih dari masyarakat sebagai “alien” atau mahluk asing yang jauh dari kesan “user friendly” dihadapan dunia.

Dampak Kerajaan Allah tidak dapat disembunyikan didalam gedung Gereja. Kerajaan Allah harus di manifestasikan di dunia kerja. Gereja harus ditanam di Market Place. “Gembalakanlah domba2Ku” bukan perintah Tuhan yang melulu di monopoli kaum pendeta. Direktur mulai memuridkan karyawannya dan guru-guru mulai membapai siswanya. Dihadapan Tuhan sama mulia dan efektifnya antara pekerja fulltimer pada pekerjaan gerejawi, pekerjaan guru ataupun direktur sebuah perusahaan yang meninggikan namaNya dan menuntaskan misiNya!

Efesus 4:11-12 11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus. Tuhan sedang melepaskan kelima jawatan kepada orang-orang yang bisa dipercaya dan berani meninggalkan zona nyamannya untuk masuk kedalam Zona Significan, membawa dampak di tempat kerja atau Market Place dan menegakkan Kerajaan Allah disana.

Tags:
No Comments

Post A Comment