Damai Sejahtera

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.” Yohanes 14:27-28

Tuhan Yesus menjanjikan Roh Kudus dan damai sejahtera-Nya yang kekal untuk selamanya kepada setiap kita. Hari ini kita mau bersama-sama belajar tentang damai sejahtera ini. Ada 3 jenis damai sejahtera yang akan kita pelajari hari ini: 1. Damai dengan Allah 2. Damai dari Allah 3. Damai dengan sesama

I. Damai dengan Allah “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (2 Korintus 5:17-21)

Apakah saudara sudah berdamai dengan Allah? Jika seseorang ada didalam Kristus, maka ia telah didamaikan dengan Tuhan supaya ia tidak masuk ke dalam api neraka.

Biarlah setiap kita memiliki hati yang berkenan kepada Allah dan boleh didapatkan benar di hadapan-Nya saat Tuhan datang ke dunia ini untuk yang kedua kalinya.

II. Damai dari Allah Damai dari Allah tidak bergantung dengan keadaan di sekitar kita. Sekalipun menghadapi badai topan kita boleh tetap tinggal tenang sebab ada damai Allah di dalam hidup kita.

Masalah apapun yang sedang kita hadapi, ketahuilah bahwa Tuhan lebih besar dari semuanya itu. Dan segala ujian tidak akan melampaui kemampuan kita.

“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, –yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit–,maka hal itu akan diberikan kepadanya.” (Yakobus 1:2-5) Sambutlah damai sejahtera dari Allah!

III. Damai dengan sesama Jika hubungan kita dengan Allah itu baik, maka hubungan kita dengan sesama juga akan baik. Hubungan damai dengan semua orang itu bukan berarti kita harus menyenangkan semua orang. Salah satu kunci dari kegagalan adalah jika kita mencoba untuk menyenangkan semua orang.

Kunci dari hidup damai dengan sesama terletak di hati kita, tepatnya hati yang mengampuni dan juga kerendahan hati. Orang yang seperti ini biasanya mudah meminta maaf dan juga memaafkan orang lain.

Terimalah damai sejahtera dari Allah dan berdamailah dengan sesama!

Tags:
No Comments

Post A Comment