Diberkati Untuk Memberkati

Adalah kerinduan hati Allah untuk memberkati kita! Adalah kehendak Allah jika kita hidup berkelimpahan! 3Yoh 2, “Saudara yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.” Lebih jelas lagi didalam terjemahan Inggris, “Beloved, I pray that you may prosper in all things and be in health, just as your soul prospers.” NKJV. Dikatakan bahwa biarlah kita berkelimpahan didalam segala hal; berlimpah didalam roh, jiwa dan tubuh (fisik). Menjadi orang yang diberkati dan hidup dalam kelimpahan adalah kehendak Allah. Sama seperti seorang bapa yang senang jika melihat kepada anak-anaknya hidup dengan baik, demikian juga Bapa kita di sorga!

Pada waktu bangsa Israel disuruh keluar meninggalkan Mesir, Tuhan sendiri yang berkata : “Dan Aku akan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa ini, sehingga, apabila kamu pergi, kamu tidak pergi dengan tangan hampa, tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu” Kel 3:21-22. Rencana Tuhan untuk bangsa Israel adalah bukan keluar dengan tangan hampa tetapi dengan tangan penuh. Bagaimana caranya?? Meminta…! Allah akan mengubah hati kita menjadi murah hati! Perhatikan apa yang dilakukan orang Israel: “Orang Israel melakukan juga seperti kata Musa barang-barang emas dan perak serta kain-kain. Dan Tuhan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu, sehingga memenuhi permintaan mereka.” Kel 12:35-36. Allah yang merubah hati mereka, Dia yang menggerakkan hati mereka untuk memberi!

Pertanyaannya sekarang, “Untuk apakah semua perhiasan itu, padahal mereka sedang didalam perjalanan?” Perhiasan itu akan dipakai untuk mendirikan Kemah Suci nantinya. Mari kita membaca dari Kel 25:1, “Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus, dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.” Jadi Allah memerintahkan Musa untuk meminta persembahan khusus dari orang-orang Israel untuk pembangunan Kemah Suci. Mengapa persembahan khusus?…ya’ karena persembahan itu diluar persembahan-persembahan yang biasanya mereka berikan. Allah bukanlah Allah yang biasa-biasa tetapi Ia adalah Allah yang meminta yang terbaik. Apakah yang Allah minta? “Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka: emas, perak, tembaga, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, lenan halus, bulu kambing kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit lumba-lumba dan kayu penaga; minyak untuk lampu, rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian, permata kisopras dan permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.” Allah meminta yang terbaik dari yang mereka miliki! Dia juga meminta dari kita, persembahan yang terbaik. Bukan memberi sekedarnya atau asal-asalan! Allah merencanakan membangun Bait-Nya dan Dia mau yang terbaik!

Kel 25:8-9, “Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka. Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya.”

Saudara, engkau diberkati Allah supaya engkau memberkati Dia!!

Tuhan memerintahkan orang Israel untuk memberikan persembahan khusus. Persembahan khusus ini adalah persembahan selain persembahan biasa dan perpuluhan. Dalam hal ini untuk membangun Bait Suci Tuhan. Persembahan khusus ini bukanlah persembahan substitute, artinya mereka tetap memberi perpuluhan mereka kepada Tuhan. Tidak tahukah saudara bahwa orang kikir tidak akan masuk sorga? “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah, dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.” 1Kor 6:9-10. Apa yang saudara tabur itu yang engkau tuai! Jika saudara mau menuai berkat financial didalam hidupmu, engkau harus menabur uang!! Adalah tidak mungkin jika saudara menanam pohon mangga tetapi mengharapkan akan memetik duren dari pohon itu!! Tidak mungkin…!

Tuhan menyuruh memberi persembahan khusus yaitu kepada orang-orang yang terdorong hatinya! Allah akan menggerakkan hati orang untuk memberi! Dia akan mengerakkan hatimu…!

Kemudian apa yang terjadi pada orang-orang Israel? “(ay.3)Mereka menerima dari pada Musa seluruh persembahan khusus, yang telah dibawa oleh orang Israel untuk melaksanakan pekerjaan mendirikan tempat kudus. Tetapi orang Israel itu masih terus membawa pemberian sukarela kepada Musa tiap-tiap pagi…(ay.5) dan berkata kepada Musa: “Rakyat membawa lebih banyak dari yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan yang diperintahkan Tuhan untuk dilakukan” Kel 36:3,5. Ini baru REVIVAL…! Mereka memberi persembahan sampai Musa harus berkata “Cukup!” karena persembahan yang diterima sudah melebihi dari yang dibutuhkan. “(ay.6)Lalu Musa memerintahkan, supaya dimaklumkan dimana-mana di perkemahan itu, demikian: “Tidak usah lagi lak-laki atau perempuan yang membuat sesuatu menjadi persembahan khusus bagi tempat kudus” Demikianlah rakyat itu dicegah membawa persembahan lagi.” Mereka memberi sampai berkelimpahan! Sampai berlebih…! Bukankah Allah itu luar biasa…? Ia yang mengerakkan hati orang Israel untuk memberi dan mereka mentaatinya. Hari-hari ini kita sedang akan membangun Bait Suci Tuhan dan untuk membangun diperlukan uang. Tetapi seperti Tuhan sendiri yang menggerakkan hati orang Israel, maka Ia akan melakukan hal yang sama atas kita! Dia tetap Allah yang sama dulu sekarang dan selamanya! Ada satu janji Tuhan untuk kita semua: Yes 41:8-10, yang intinya “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, Janganlah bimbang sebab Aku ini Allahmu. Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” Terpujilah nama Tuhan yang setia pada setiap janji-Nya kepada kita. Haleluya…!

No Comments

Post A Comment