Digoncang Untuk Dibangkitkan

Sering kali goncangan di dalam hidup itu datang ketika kita dalam keadaan yang enak dan nyaman. Goncangan di dalam hidup itu tidak enak, tetapi jika goncangan itu datang pada saat kita dalam keadaan nyaman maka itu akan membuat lebih tidak menyenangkan lagi. Bayangkan jika kita sedang tertidur dengan nyenyak lalu tiba-tiba digoncang untuk dibangunkan, bagaimanakah rasanya? Tentu saja sangat tidak enak. Namun ingatlah bahwa di dalam kenyamanan hidup akan selalu datang yang namanya goncangan.

Hanya melalui ujian seorang pelajar dapat naik kelas; sama halnya dengan perjalanan rohani kita, supaya naik kelas kita perlu melewati ujian. Dengan kata lain goncangan dapat mendatangkan kebaikan atas hidup kita.

Seperti seorang guru yang tidak akan memberikan jawaban kepada murid-muridnya yang sedang duduk dalam ujian, begitu juga dengan Tuhan yang sepertinya tidak mendengarkan dan menjawab doa kita saat sedang di dalam ujian. Mungkin kita berteriak kepada-Nya, bahkan berdoa dan berpuasa, namun tetap tidak ada jawaban dari-Nya.

“Ketika Sang Mahatinggi membagi-bagikan milik pusaka kepada bangsa-bangsa, ketika Ia memisah-misah anak-anak manusia, maka Ia menetapkan wilayah bangsa-bangsa menurut bilangan anak-anak Israel. Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya. Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia. Dibuat-Nya dia berkendaraan mengatasi bukit-bukit di bumi, dan memakan hasil dari ladang; dibuat-Nya dia mengisap madu dari bukit batu, dan minyak dari gunung batu yang keras,” Ulangan 32:8-13

Jika kita hidup benar, maka hidup kita akan Tuhan goncang. Namun di dalam segalanya itu Tuhan akan tetap menjaga kita seperti biji mata-Nya sendiri. Untuk itu janganlah kita takut akan goncangan di dalam hidup.

Dan seperti induk rajawali yang melatih anaknya untuk terbang dengan mengeluarkannya dari kenyamanan, begitu juga Tuhan melatih kita melalui ujian dan goncangan.

Setiap kita dirancang untuk terbang tinggi seperti rajawali; dan melalui didikan Tuhanlah kita dibentuknya menjadi burung rajawali dewasa.

“Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.” Ibrani 12:26-18

Tuhan menggoncang gereja-Nya supaya ada kemurnian. Seperti api yang memurnikan emas, api Tuhan akan membakar kita supaya semua kotoran yang ada keluar dari hidup kita. Tidak ada seorang pun dari kita yang sempurna, maka dari itulah kita perlu didikan Tuhan supaya kita menjadi seperti Yesus.

Janganlah lupa bahwa tidak ada satu pun rencana Tuhan yang mencelakakan kita!

Jadi ingatlah bahwa goncangan Tuhan itu guna menyadarkan kita dari kesalahan dan dosa yang ada. Ujian juga membuat kita lebih meningkat, menjadikan kita berhasil dan lebih maju lagi. Goncangan juga dapat menguji kesetiaan kita kepada Tuhan; apakah kita masih tetap setia ketika mendapatkan banyak masalah di dalam hidup? Atau justru di dalam goncangan kita akan menjadi lebih dekat lagi kepada-Nya.

“Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.” 1 Korintus 3:12-14

Dan melalui goncangan kita akan lebih bersatu, lebih kuat, lebih baik dan lebih murni!

Tags:
No Comments

Post A Comment