Doa + Iman = Mujizat

Dalam perjalanan hidup kita pasti pernah menghadapi gunung-gunung (masalah) dan seringkali kita jadi seniman, bila melihat gunung… direnungkan… dibayangkan dan dilukislah gunung tersebut. Seorang Insinyur bangunan bila melihat gunung, diukur tingginya, lebarnya dan besarnya gunung tersebut. Tetapi anak Tuhan yang beriman, dia ucapkan Firman Tuhan dan gunung tersebut pindah!

Yak 5:16b, “…doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan; sangat besar kuasanya.” Doa orang yang benar = menjadi orang yang dibenarkan oleh Allah; periksa hati kita! Jangan ada ketidakbenaran! (Yes 59:1-2). Bila dengan yakin didoakan = sungguh-sungguh didoakan = dengan iman, menjadi sangat besar kuasanya = mujizat.

1Raj 18:41-44, waktu Elia mendengar bunyi derau hujan, dia terus naik ke puncak gunung Karmel dan dia membungkuk ke tanah dengan mukanya diantara kedua lututnya. Ini berarti Elia tidak puas hanya bunyi derau hujan tapi dia terus berdoa lebih serius lagi! Sampai 7x Elia menyuruh bujangnya melihat kearah laut dan setelah 7x baru nampak awan sebesar telapak tangan dan dia segera bertindak! Elia berdoa dengan iman yang tidak ada jemu-jemunya! Iman Elia tidak terpengaruh dengan situasi/keadaan; justru sebaliknya sikap/tindakan dan perkataannya yang membuat/mempengaruhi keadaan sehingga hal tersebut benar-benar terjadi!

Ada 3 hal yang membuat mujizat terjadi lewat doa + iman: 1. Kita harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu – Luk 18:1-8! Dikisahkan bahwa dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapapun. Dan dikota itupun terdapat seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu untuk minta pembelaan hak terhadap lawannya. Sudah berkali-kali hakim tersebut menolaknya, namun karena janda itu terus saja mendatanginya; maka akhirnya hakim tersebut membenarkannya. Apalagi Allah yang adalah Bapa yang sangat baik, maka Dia akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru-seru kepada-Nya! Jangan pernah berhenti atau bosan berdoa sebelum Dia menjawab doamu!! Berdoalah dengan agresif/aktif; karena iman itu agresif sampai terjadi mujisat!

2. Sikap/tindakan iman yang menghasilkan mujizat. Mrk 2:5, ketika Yesus melihat sikap/tindakan iman mereka untuk bertemu Yesus, dengan segala usaha keras dengan resiko yang mereka harus hadapi, maka Yesus mengampuni dosa orang tersebut dan menyembuhkannya! 2Raj 4:1-7, Janda, istri nabi ynag telah mati dengan meninggalkan warisan hutang, sehingga kedua anaknya akan diambil dan dijadikan budak. Janda ini datang kealamat yang tepat – Elisa bertanya, “Apa saja yang dipunyai dirumahnya” ….Janda ini tidak mempunyai apa-apa kecuali sebuah buli-buli berisi minyak. Kemudian Elisa menyuruh janda ini mengumpulkan bejana-bejana kosong yang banyak dirumahnya; tutup pintu, lalu mulai menuangkan minyak tersebut kedalam bejana-bejana kosong. Janda ini melakukan semua perintah Elisa dan minyak tersebut tidak pernah berhenti mengalir sampai semua bejana penuh dengan minyak. Kemudian dia jual minyak itu untuk membayar hutangnya bahkan lebihnya untuk biaya hidup dia dengan anak-anaknya. Sikap/tindakan iman janda ini yang menghasilkan mujizat. Kita sering berpikir bahwa kita berada ditempat tandus, kering, tanpa harapan; tapi saya percaya bahwa pasti ada sesuatu dirumah, mungkin itu bakat/ kemampuan/barang-barang nyata seperti buli-buli minyak yang bisa berlipat kali ganda dan membawa berkat bagi saudara! Janda ini mengalami situasi yang sangat sulit tetapi sikapt/tindakan imannya yang aktif menghasilkan mujizat besar.

3. Perkatan Iman yang membawa mujizat. Mrk 7:24-30, diceritakan tentang perempuan Siro Fenisia yang datang kepada Yesus dengan permohonan agar Yesus mengusir setan yang merasuk anaknya. “Lalu Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar Tuhan, tetapi anjing yang dibawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” Perkataan iman wanita itu menghasilkan mijizat! Dalam setiap kesempatan, terus perkatakan: perkataan iman! 2Raj 4:8-37, kalau saudara baca dengan sungguh-sungguh peristiwa ini, maka perkataan iman wanita Sunem ini sungguh luar biasa. Dalam keadaan anaknya sudah mati; dia tetap yakin bahwa anaknya tidak mati; sehingga waktu Gehazi bertanya “Selamatkah anakmu?” di jawab: “Selamat!” Perkataan iman wanita Sunem ini yang mendatangkan mujizat.

Allah adalah Allah yang tidak pernah lupa untuk menepati janji-Nya; semua yang dikatakan-Nya, pasti akan digenapi!! Oleh sebab itu, hati-hati dengan perkataan dan tindakan kita; karena itu yang akan membuat iman kita tumbuh atau mati dan juga yang membuat iman kita berumur panjang/pendek.

Contoh perkataan dan sikap/tindakan yang membuat iman kita mati adalah sebagai berikut: 1. 2Raj 7:1-2,20, waktu Elia menyampaikan pesan Tuhan bahwa besok, sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sekat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria. Tetapi perwira, ajudan raja tidak percaya dan dari mulutnya keluar perkataan yang membuat imannya mati; bahkan bukan hanya imannya saja yang mati, tapi termasuk tubuhnyapun binasa.

2. Kej 15:1-21, 16:1-16, Allah berjanji kepada Abram bahwa keturunannya akan seperti bintang-bintang dilangit dan janji Allah kepada Abram ini ditandai (ay 9-21) pada waktu janji Allah diresponi dengan pikiran manusia, maka akibatnya adalah kegagalan dan masalah. Abram mendengar perkataan Sarai sehingga imannya tidak berumur panjang! Iman timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan; bukan pendengaran akan perkataan manusia atau berita-berita dunia.

Marilah kita berdoa dengan tidak jemu-jemunya/ berdoa dengan iman yang agresif; bertindak dan berkata-kata dengan iman maka saudara akan mengalami mujizat Allah. Puji Tuhan!

Tags:
No Comments

Post A Comment