Doa Sama Dengan Ukupan Kudus

Why 8:1-5, “Dan Ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya. Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri dihadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala. Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mexbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus diatas mezbah emas dihadapan takhta itu. Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa.” Sorga adalah tempat yang penuh dengan sukacita, sorga adalah tempat tidak pernah sepi karena selalu ada pujian, gegep gempita setiap waktu. Tetapi Alkitab mencatat sorga sunyi senyap selama setengah jam ketika Anak Domba membuka meterai ketujuh. Apa yang terjadi sebetulnya? Ay.3 menjelaskan sorga sunyi senyap karena menunggu doa semua orang kudus. Jika saudara tidak berdoa atau gereja tidak berdoa, maka sorga akan sunyi senyap. Gereja yang semarak adalah gereja yang penuh dengan pengurapan dan pengurapan adalah untuk mengatasi masalah. Tuhan mengurapi rasul Paulus supaya bisa melayani, mengatasi masalah orang lain. Tuhan mengurapi saudara supaya saudara bisa melayani. Doa itu seperti bahan bakar untuk mobil. Betapapun bagusnya mobil itu, tetapi tidak ada bahan bakar maka mobil itu tidak ada gunanya, tidak bisa jalan. Kitab Wahyu menjelaskan bahwa doa orang kudus itu akan naik ke takhta Tuhan. Untuk doa itu sampai ke takhta Tuhan, itu memerlukan waktu. Apakah Tuhan sudah menjawab semua doa-doamu? Jika belum, jangan berhenti, karena sebetulnya doamu sedang menuju takhta Tuhan.

Bagaimana kita harus berdoa supaya doa kita itu sampai ke takhta Tuhan dan dijawab oleh Tuhan?

Jika kita perhatikan ada kata-kata ukupan, kemenyan, pedupaan emas. Apakah arti semuanya itu? Kel 30:34-36, “Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Ambillah wangi-wangian, yakni getah damar, kulit lokan, dan getah rasamala, wangi-wangian itu serta kemenyan yang tulen, masing-masing sama banyaknya. Semuanya ini haruslah kaubuat menjadi ukupan, suatu campuran rempah-rempah, seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah, digarami, murni, kudus. Sebagian dari ukupan itu haruslah kau giling sampai halus, dan sedikit daripadanya kaletakkanlah dihadapan tabut hukum didalam Kemah Pertemuan, dimana Aku akan bertemu engkau; haruslah itu maha kudus bagimu.”

Didalam doa terdapat banyak elemen-elemen. Doa itu harus menjadi ukupan dulu, baru doa itu akan naik ke hadapan Tuhan. Getah damar itu didapat setelah pohon damar itu dilukai, sama seperti orang mengambil getah dari pohon karet. Getah damar ini berguna untuk membersihkan kotoran. Getah damar didalam bahasa aslinya berarti menetes dari pohon yang dilukai. Kita sering meneteskan air mata. Waktu kita disakiti, difitnah, ditekan, air mata kita sering menetes. Kel 30:22 dijelaskan bahwa Tuhan meminta mur tetesan (getah damar) kepada Musa.

lkitab juga menjelaskan bahwa air mata kita ditampung didalam kirbat Tuhan! (Maz 56:9). Getah damar yang terbaik diambil di pagi hari. Mark 1:35, pagi-pagi benar, Yesus pergi berdoa! Doa pagi adalah persembahan yang terbaik bagi Tuhan.

Kulit lokan adalah kerang yang hidup dirawa-rawa. Lokan ini akan berbau harum jika dibakar dan wanginya berbeda-beda tergantung dengan apa yang dimakannya. Rintihan kita kepada Tuhan yang dikarenakan masalah (dibakar api) maka akan menghasilkan keharuman dihadapan Tuhan. Hidup kita bukan bergantung kepada lingkungan tetapi kepada Tuhan. Lingkungan yang buruk bukan membuat kita menjadi buruk. Dengan kuasa Roh Kudus kita akan tetap mempunyai hidup yang baik, yang harum.

Getah rasamala artinya lemak, gemuk, diambil dari pohon yang dipatahkan. Jika orang yang ‘gemuk’, kaya tetapi belum dipatahkan Tuhan, ia tidak akan dipakai Tuhan secara maksimal. Maz 34:8,11, “Malaikat Tuhan berkemah disekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari Tuhan, tidak kekurangan sesuatupun ayng baik.”

Kemenyan, selalu mengingatkan kita kepada dukun. Kemenyan tulen adalah getah damar yang dimurnikan dan warnanya putih. Tulen berarti murni, tanpa campuran. Tuhan menyenangi kemurnian. Kemurnian tidak didapat secara langsung. Hati yang murni tidak bisa didapat langsung dengan penumpangan tangan tetapi membutuhkan waktu. Maz 24:3-4, “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri ditempat-Nya yang kudus?” Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya…”.

Tuhan tidak mencari orang yang baik, tetapi Ia mencari orang yang mau diubah.

Jadi elemen doa adalah air mata, rintihan, dipatahkan, kemurnian. Air mata, rintihan dan dipatahkan akan menghasilkan kemurnian. Proses, masalah, tekanan akan menghasilkan kemurnian. Tuhan menunggu elemen-elemen doa kita sampai sama banyak, lalu dicampur, ditumbuk dan dikasih garam (supaya awet, ketekunan). Bangsa Indonesia dijajah beratus-ratus tahun karena kaya akan rempah-rempah dan itu mahal harganya. Berdoa itu tidak murahan! Why 8:5 dikatakan, “Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.” Waktu malaikat Tuhan mengambil elemen-elemen doamu, dan melemparkannya ke bumi, maka mujisat dan jawaban doamu akan terjadi. Biarlah doa-doamu menjadi suatu ukupan yang kudus yang naik sampai ke takhta Tuhan yang kudus. Glory bagi Tuhan.

Tags:
No Comments

Post A Comment