Faith and Wisdom

Efesus 5:15-17 15 Karena itu perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal tetapi seperti orang arif. 16 Dan pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat. 17 Sebab itu janganlah kamu bodoh tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Perhatikan sungguh-sungguh bagaimana hidupmu dan jadilah gereja yang bijaksana yang mengerti dan berjalan dalam kehendak Tuhan di hari-hari yang jahat ini.

Matius 7:24-25 24 Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya diatas batu. 25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan diatas batu.

Gereja yang bijaksana, mendirikan rumahnya diatas batu, mendengar Firman Tuhan dan melakukan Firman Tuhan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Hari ini kita akan belajar dari dua Kebenaran yang sangat diperlukan untuk kita dapat hidup bijaksana dan mengalami penggenapan janji-janji Tuhan dalam hidup kita.

FAITH = I M A N Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Karena Iman merupakan dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, maka membuat kita bisa tahan, sabar dalam penderitaan (=endurance) dan menghasilkan ketekunan. Bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, membuat kita bisa melihat jauh kedepan.

Ibrani 10:38a “tetapi orangKu yang benar, akan hidup oleh iman …”

Roma 1:17b “… orang benar akan hidup oleh iman.”

2 Korintus 5:7 “sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya bukan karena melihat”

2 Timotius 4:7 “aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”

Roma 10:17 “Jadi iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus.”

Matius 15:21-28 Disini diceritakan tentang wanita Kanaan yang datang kepada Yesus mohon pertolongan karena anaknya kerasukan setan dan sangat menderita. Bangsa Kanaan adalah bangsa yang lahir dari keturunan Ham, anak Nuh yang dikutuk oleh bapanya sendiri.

Keadaan yang membuat wanita Kanaan ini datang mencari pertolongan kepada Yesus. Wanita Kanaan ini datang kepada Yesus dan berseru-seru memohon pertolonganNya tetapi Yesus diam saja (alias cuek …), sampai murid-muridNya saran agar Yesus mengusir perempuan tersebut.

Ayat 24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Jawaban Yesus yang seperti penolakan ini, bila ditangkap dengan pikiran dan perasaan manusia biasa, maka pasti akan kecewa, sakit hati, kepahitan dan gagal total.

Ayat 25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.” Walaupun seorang Kanaan tapi ternyata dia memiliki “iman” sehingga tahan dan sabar waktu harus mengalami “ujian penolakan”, malah reaksinya semakin mendekat dan menyembah Yesus. Wouw …dia melakukan tindakan yang radikal, yang melawan pikiran dan perasaan manusianya.

Ayat 26 Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Dengan kata lain Yesus menyamakan wanita ini dengan anjing, dihina dan sangat direndahkan. Setelah berhasil mengatasi penolakan, sekarang dia harus mengalami “ujian direndahkan.” Wanita Kanaan ini terbukti “mati untuk harga dirinya, gensinya” sehingga dia menjawab :

Ayat 27 Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” “Sikap hati yang rendah hati” ini yang membuat hati Yesus bergetar dan segera menjawab kebutuhan wanita ini. Wanita ini memiliki iman yang bertumbuh, yang bergerak aktif, terbukti dari sikap hidupnya (cara berpikir dan tindakannya) dan sikap hatinya yang rendah hati… luar biasa ! Extraordinary Life !!!

Ayat 28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh. Walaupun dia seorang wanita Kanaan yang tidak berhak mendapatklan pertolongan dari Yesus, namun karena imannya yang bertumbuh membuat sikap hidup dan sikap hatinya berbeda. Bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil. All things are possible !!!

WISDOM = HIKMAT Lukas 2 : 40; 52 40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada padaNya.
52 Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besarNya dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. Yesuspun membutuhkan hikmat untuk Dia bisa mengatasi permasalahan dalam pelayanannya, demikian juga kita sebagai GerejaNya yang hidup di hari-hari akhir, biarlah kita juga menjadi Gereja yang bertumbuh dewasa dan penuh hikmat.
Pengkhotbah 10:10b “…tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.”

Amsal 9:10a “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan …” Hikmat diperoleh waktu kita hidup takut akan Tuhan dan pada waktu kita terus melatihnya dalam mengatasi banyak permasalahan dalam kehidupan, hikmatpun akan bertambah-tambah.

Amsal 8:11a “Karena hikmat lebih berharga daripada permata …” Wisdom is the scriptural solution to any problem you are facing !!!
Memiliki iman dan hikmat, sangat penting untuk hidup bijaksana dihari-hari akhir ini. Raja Salomo hanya memiliki hikmat tapi dia tidak memiliki iman sehingga dalam perjalanan hidupnya, dia mengalami kegagalan.

Kejadian 37-50 Cerita tentang Yusuf yang bermimpi menjadi Pemimpin, akhirnya mimpinyapun tergenapi karena Yusuf memiliki iman dan hikmat sehingga dalam perjalanan hidupnya, waktu dia harus mengalami ujian demi ujian, dia bisa melampauinya dan akhirnya Yusufpun bisa menggenapi rencana Tuhan bagi hidupnya, menjadi Perdana Menteri Kerajaan Mesir.

Tags:
No Comments

Post A Comment