Finishing Well

“Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” 2 Timotius 4:6-8

Setiap kita dipanggil bukan untuk menjadi seorang pelari jarak dekat atau sprinter, tetapi sebagai pelari jarak jauh, yaitu pelari maraton. Sebagai pelari maraton memang kurang penting dengan bagaimana kita memulai perlombaan. Di dalam lari maraton yang penting adalah bagaimana kita menyelesaikannya. Dan setiap kita dipanggil untuk menyelesaikan pertandingan lari maraton, bukan hanya memulainya saja.

Banyak sekali orang Kristen yang mudah sekali menyerah di tengah-tengah perjalanan. Jangalah kita hanya ingin menjadi pemenang saja, di dalam perlombaan kita ini tujuannya adalah untuk menyelesaikan pertandingan.

Perjalanan kita adalah perjalanan yang panjang, itu sebabnya pada saat kita memulai di garis start kita tidak dapat melihat garis finish. Untuk itu penting sekali bagi setiap kita untuk berlari menuju arah yang tepat dan benar.

“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.” Ibrani 12:1-3

Perlombaan ini adalah suatu kewajiban dari setiap kita, kita tidak adalah pilihan selain berlari sampai akhir. Di dalam perlombaan ini, biarlah kita senantiasa focus kepada Tuhan. Dan seperti yang dikatakan firman Tuhan, kita juga harus menanggalkan segala beban dan dosa.

Nikmatilah perlombaan ini, dan layanilah Tuhan dengan suka cita dan bukan sebagai suatu beban, sebab beban akan membuat kita menjadi stress.

Jangalah kita pernah takut sebab di saat kita di dalam perjalanan yang sulit dan susah, maka Tuhan sendiri akan mengirimkan orang-orang kudus-Nya untuk menguatkan kita.

“”Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?” Lukas 16:10-12

Supaya kita dapat menyelesaikan perlombaan dengan baik, kita harus setia dengan perkara-perkara kecil. Mulailah dengan kesetiaan di dalam bersaat teduh setiap hari serta membaca firman Tuhan.

Setelah itu setialah dengan perkara-perkara orang lain. Janganlah kita hanya memikirkan keperluan kita sendiri.

Lalu biarlah setiap kita juga boleh didapatkan setia di dalam perkara keuangan. Apakah kita sudah mengembalikan perpuluhan yang adalah milik Tuhan?

“Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum.” Amsal 11:24-26

“Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu. Diberkatilah kamu oleh TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia.” Mazmur 115:14-16

Di dalam Tuhan akan selalu ada pertambahan! Janganlah kita puas dengan apa yang kita miliki, sebab Tuhan Allah kita itu tidak terbatas. Dalam hal ini saya tidak berbicara soal berkat materi. Janganlah puas dengan hubungan suami istri yang biasa-biasas saja, janganlah puas dengan nilai sekolah yang pas-pasan, jangalah puas dengan pelayanan yang biasa-biasa saja, janganlah puas dengan kesehatan yang tidak baik. Tuhan itu Allah yang tidak terbatas!

Tags:
No Comments

Post A Comment