Friend of God

“Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.”” Yakobus 2:23

Ada seseorang yang pernah berkata kepada saya bahwa dia orang Kristen yang sudah tidak mempraktekkan kekristenan-nya. Dia menyamakan kekristenan dengan profesi. Jadi seperti seorang dokter yang tidak lagi bekerja sebagai dokter. Dan banyak orang Kristen yang hanya “mempraktekkan” kekristenannya satu ada dua kali seminggu, yaitu saat mereka berada di dalam gereja.

Tahukah saudara bahwa mengalami suatu mujizat dari Tuhan itu bukanlah tanda seorang yang sudah lahir baru? Mujizat hanyalah semata-mata salah satu cara Tuhan untuk menunjukkan bahwa Dia mencintai dan perduli akan kita.

“Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.” 1 Petrus 1:23

Jika kita tidak lahir baru maka kita tidak dapat disebut sebagai teman Allah.

“Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Kejadian 3:15

Dan jika kita bukan teman Allah, atau tidak lahir baru maka kita adalah anak-anak setan yang akan melawan dan bertentangan dengan pekerjaan Tuhan.

Firman Tuhan berkata bahwa pencuri itu datang pada waktu malam, untuk pada waktu tidur sekalipun kita memerlukan perlindungan Tuhan. Selama perjalanan kita melayani Tuhan, agen-agen setan akan terus bersama dengan kita. Dan ini bukanlah hal yang buruk juga sebenarnya, kenapa demikian? Sebab agen setan akan terus mengoreksi hidup kita apakah kita tetap berada di jalan yang benar. Bahkan di dalam kenyamanan hiduplah yang akan membuat kita menjadi malas dan tidak waspada.

Di dalam perumpaan gadis bijaksana dan gadis bodoh, bahkan gadis yang bijaksana sekalipun hanya memiliki minyak yang cukup untuk diri mereka sendiri. Pada akhir jaman ini, Tuhan ingin kita lebih dari gadis yang bijaksana ini. Tuhan ingin supaya kita seperti si penjual minyak, supaya kita lebih dari cukup hanya untuk diri sendiri dan dapat memberikan minyak itu kepada orang lain.

Seorang teman adalah dia yang rela mati bagi temannya, dan itulah yang sudah Tuhan lakukan bagi setiap kita.

“Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.” 1 Yohanes 2:15 Apakah keinginan yang ada di dalam hati saudara pada hari ini? Apakah engkau mengasihi Tuhan atau dunia?

Tuhan adalah suatu hadiah bagi dunia, dan barangsiapa yang tidak menerima hadiah ini maka dia akan binasa. Serahkanlah seluruh hidup dan keinginanmu kepada Tuhan. Dan apapun juga yang kau alami, janganlah pernah mempertanyakan itu kepada Tuhan, sebab kamu sudah menyerahkan seluruh hidupmu ke dalam tangan-Nya. Inilah tanda dan bukti kalau kau sudah lahir baru, dan jika kamu sudah lahir baru maka kamu akan tahu apa yang baik, dan juga apa akibat dari dosa.

Kita adalah umat pilihan Tuhan, imamat yang rajani!

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib” 1 Petrus 2:9

Dalam bahasa Ingris, imamat yang rajani adalah “royal priesthood”. Royal dapat kita artikan dalam bahasa Indonesia juga sebagai imamat yang royal, yaitu gemar memberi dan tidak pelit.

Tuhan memanggil dan memerintahkan Abram untuk keluar dari negeri yang dia diami menuju suatu negeri yang tidak dia ketahui. Tuhan ingin Abram keluar terlebih dahulu sebelum Tuhan menunjukkan kepada Abram tanah yang Dia janjikan itu. Tentu saja setiap kita tahu bahwa Abram menurut kepada Tuhan dan keluar dari negerinya. Kenapa Abram menurut kepada Tuhan? Sebab Abram mencintai Tuhan dan percaya kepada-Nya.

Kita juga harus melakukan hal yang sama seperti Abraham, kenapa? Sebab Tuhan tahu diri kita lebih dari kita mengetahui diri kita sendiri. Tuhan tahu hidup kita dari awal sampai akhir bahkan sebelum kita ada di dalam kandungan ibu kita.

Marilah kita teladani Abraham, supaya kita juga menjadi teman Allah, dipanggil sebagai friend of God.

Tags:
No Comments

Post A Comment