God’s Open Door

“Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami, firman TUHAN. Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi. Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu. Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi… Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan engkau dalam pengadilan, akan engkau buktikan salah. Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba TUHAN dan kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku, demikianlah firman TUHAN.” Yesaya 54″1-5. 17

Apapun yang kita sedang hadapi, mungkin kita sedang terluka, Tuhan mau agar kita menyanyi dan bersorak-sorai.

Selama tiga minggu, saya berkotbah tentang menjadi penyembah yang benar, harga yang harus dibayar menjadi pengikut Yesus, dan juga tentang kesatuan dalam Kristus; Jika semuanya ini telah terjadi maka Tuhan akan membuka pintu-pintu dan melebarkan gereja-Nya.

Sebelum Tuhan dapat merubah orang lain melalui hidup kita, Tuhan harus terlebih dahulu merubah hidup kita.

Tuhan ingin membawa kita lebih tinggi lagi dalam hidup kita. Jika kita berada ditempat yang tinggi, maka masalah-masalah kita akan kelihatan kecil. Tetapi untuk Tuhan membawa kita lebih tinggi kita harus melepaskan dahulu semua ketakutan yang ada.

“Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku. Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau. Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.” Wahyu 3:8-11 Selama kita melipat tangan maka kita tidak akan dapat menerima apa yang Tuhan ingin berikan kepada kita. Hari ini, biarlah saya mengajak kita semua untuk membuka tangan kita kepada Tuhan. Tangan yang terlipat menunjukkan bahwa kita tidak tertarik dan tidak perduli.

God wants us to let go, open our arms and not holding back. This way God will be able to bless us.

Ingatlah bahwa Tuhan tidak dapat memaksa kita untuk menerima berkat-Nya.

Tuhan ingin membuat gereja ini menjadi mercu suar bagi bangsa-bangsa, tetapi sebelum hal ini terjadi kita harus terlebih dahulu sepakat dan bersatu.

Kita harus berubah dan memang perubahan itu tidak enak dan tidak nyaman, namun hal ini baik untuk kita sebab kenyaman itu tidak baik untuk kita.

Tuhan sudah membuka pintu bagi kita, tetapi pertanyaan adalah apakah kita mau melalui pintu itu? Atau kita hanya ingin tetap tinggal diam?

Tags:
No Comments

Post A Comment