Gunung Sinai

Bacaan: Keluaran 19:1-6

Dalam bahasa Ibrani, “Sinai”, berarti “my thorns/duri duriku”. Dan “Horeb”, di Keluaran 3:1, berarti, “waster/sampah”.

Kedua tempat ini berarti sangat tidak enak, tapi justru di gunung Horeb, Tuhan menampakan DiriNya kepada Musa dan mengutus Musa untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir.

Pada waktu bangsa Israle dikeluarkan Tuhan dari mesir untuk menuju ke tanah perjanjian, mereka tidak langsung secara cepat dan tiba tiba sampai pada tujuan tersebut. Sama seperti kehidupan kita, janji janji Tuhan dalam hidup kita sering kali tidak seketika itu juga langsung terjadi tapi ada proses dan tahap yang harus kita lalui. Dan mungkin dalam perjalanan tersebut kita akan merasa disakiti seperti tertusuk duri dan merasa kering, dan disini lah sering kali dimana anak anak Tuhan gagal untuk melaluinya.

Waktu kita bertobat sperti bangsa Israel keluar dari Mesir, tapi kita harus bukan hanya keluar saja tapi cara hidup kita dan pikiran kita harus berbeda dari pada dunia, dalam mengatasi uang, kerjaan dan yang lain lainnya.Perubahaan tersebut bisa saja membawa kita dalam suatu penyerahaan tapi Tuhan katakan, Dia akan mendukung kita di atas sayap rajawali dan membawa kita dekat denganNya.

Sebelum kita menerima berkat dari pada Tuhan, kita harus tau dan mengenal siapa Tuhan itu dan urapan yang Tuhan berikan pada kita bukan buat kita menjadi sombong atau mendapatkan berkat saja tapi justru untuk mendekat lebih lagi kepadaNya. Tidak ada lagi ketakutan dalam masalah yang menakutkan di dunia seperti ekonomi krisis, terrorisme, dan yang lain lainnya.

Lalu Tuhan akan membuat perjanjian, bukan sumpah biasa tapi suatu convenant/perjanjian yang melibatkan dua sisi, dan bagian kita dari pada janji ini ada lah hanya ketaatan dan terlebih besarnya ada lah janji dan kemampuan serta waktu dan cara menggenapinya  semuanya berasaldari Tuhan.

Contoh contoh perjanjian di Alkitab, perjanjian Tuhan kepada Nuh melalui pelangi, Abraham dengan darah, Ishak, Yakub, Musa dan Raja Daud. PERJANJIAN yang paling besar dan paling menyakitkan adalah perjanjian Tuhan Yesus yang mewakili BAPAK SURGAWI dengan kita yang mengharuskan Yesus mengorbankan DARAH dan hidupnya untuk menjadikan kita pewaris Kerajaan Sorga dimuka BUMI. Semua ini adalah perjanjian yang sangat besar, tapi setiap kita ada perjanjian perjanjian yang kecil yang harus kita buat bersama Tuhan melalui ketaatan dan Kerajaan Imamat bukanlah gereja tapi tentang suatu kerajaan/kingdom.

Dalam perjalanan kita menuju tanah perjanjian kita masing-masing, kita akan menghadapi gurun Sinai dan gunung Sinai,kita akan mengalami kekeringan, kita bahkan mungkin akan disakiti, DILUKAI DAN BAHKAN DITINGGALKAN SENDIRIAN , dikhianati  oleh orang orang sekeliling kita, tapi biarlah kita berseru kepada Tuhan dan minta kekuatan, perlindungan, penghiburan dan  pertolonganNya.

“Firman-Nya: “Sungguh, Aku mengadakan suatu perjanjian. Di depan seluruh bangsamu ini akan Kulakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib, seperti yang belum pernah dijadikan di seluruh bumi di antara segala bangsa; seluruh bangsa, yang di tengah-tengahnya engkau diam, akan melihat perbuatan TUHAN, sebab apa yang akan Kulakukan dengan engkau, sungguh-sungguh dahsyat.” (Keluaran 34:10)

Terlebih dari janji ini, Tuhan mau hidup di hati kita, seperti Tabut PERJANJIAN yang beisi DUA LOH BATU SEPULUH HUKUM, MANA yang turun dari sorga, yang tidak busuk dan tongkat  Harun yang BERBUNGA  dan BERBUAH tanpa menyentuh tanah, demikian pula TUHAN ingin hidup bersama kita sekarang ini dan Dia mau kita selalu berjalan dalam FIRMAN NYA, maka DIA akan memberkati KITA SELALU sekalipun  DUNIA dalam keadaan yang tidak baik, KACAU, GEMPA BUMI, TERORIS, DLL nya, asal kita selalu melekat kepadaNya.

Seperti bangsa Israel melepaskan perhiasan mereka sejak dari gunung Horeb (Keluaran 33:6), biar kita puna juga melepaskan apa yang dari pada dunia ini, meninggalkan pola pikir dan sistem duniawi, dan hanya hidup dalam PERJANJIAN/COVENANT dengan TUHAN YESUS. AMIN.

Tags:
No Comments

Post A Comment