Hal yang Perlu Kita Lakukan Memasuki Tahun 2008

“Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.” Ulangan 28:6

Bagaimana engkau keluar dari tahun 2007 begitulah engkau akan masuk tahun 2008.

“Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”” Lukas 10:38-42

Apa yang dilakukan Marta adalah suatu pelayanan, dan itu adalah hal yang baik. Namun ditengah-tengah pelayanannya ia merasa bahwa Tuhan tidak lagi peduli dan tidak lagi berpihak kepadanya.

Apa yang kita harus lakukan memasuki tahun 2008?

1. Di tengah-tengah kesibukkan kita janganlah kita pernah kehilangan Tuhan. Marta kehilangan Tuhan di tengah-tengah melayani Tuhan.

Jika kita hidup dengan gaya hidup melayani Tuhan maka kita tidak akan lagi hidup dalam dosa. Kita harus tahu bahwa melayani Tuhan itu berbeda dengan melayani pekerjaan Tuhan.

Jika melihat perubahan total yang terjadi atas hidup Zakheus di dalam Lukas 19, kita dapat menyimpulkan bagaimana orang yang hidup dengan gaya hidup melayani Tuhan akan berubah juga paradigmanya. Orang yang sudah dirubahkan paragidmanya tidak akan mungkin pelit.

2. Perhatikanlah sungguh-sungguh pimpinan Tuhan dalam hidup kita. “Yosua bangun pagi-pagi, lalu ia dan semua orang Israel berangkat dari Sitim, dan sampailah mereka ke sungai Yordan, maka bermalamlah mereka di sana, sebelum menyeberang. Setelah lewat tiga hari, para pengatur pasukan menjalani seluruh perkemahan, dan memberi perintah kepada bangsa itu, katanya: “Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya–hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya–maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu.”” Yoshua 3:1-4

Menjaga jarak dua ribu hasta dibelakang tabut perjanjian Tuhan artinya kita tidak berjalan lebih cepat dari tuntunan Tuhan. Kita harus memperhatikan pimpinan Tuhan sebab jalan yang ada di depan kita adalah jalan yang asing.

3. Hiduplah dalam Roh & tidak berkrompromi dengan dunia “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.” Roma 8:1-9

Memang kita terbatas, namun bersama-sama dengan Tuhan kita menjadi tidak terbatas. Hiduplah senantiasa dalam Roh, janganlah sampai orang-orang disekitar kita ataupun lingkungan membatasi kita.

Kehidupan yang penuh dengan mujizat itu harusnya suatu hal yang biasa bagi kita jika kita hidup dalam Roh

Tags:
No Comments

Post A Comment