Hidup Berjalan Bersama Dengan Tuhan

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Kejadian 1: 26, 27

Kehidupan ini merupakan suatu perjalanan. Perjalanan yang panjang, melelahkan, dan banyak rintangan. Sering kali perjalanan hidup ini akan membosankan. Namun jikalau kita berjalan bersama-sama dengan Tuhan, kita tidak akan menjadi bosan.

Ada 2 macam perjalanan di dalam hidup ini. Yang pertama adalah jalan yang panjang dan lurus tanpa halangan, seperti jalan tol. Yang kedua adalah jalan yang berkelok-kelok dan banyak rintangan. Berjalan dengan Tuhan itu seperti perjalanan yang kedua, akan ada banyak ringtangan, masalah, air mata, dan padang gurun, dsb. Namun berjalan dengan Tuhan kita tidak akan menjadi bosan; akan ada banyak mujizat dan perkara-perkara besar terjadi.

Apakah tujuan dari perjalan hidup setiap kita sebenarnya? Tujuan utama kita adalah surga. Dan di dalam setiap hidup kita telah tertanam karakter-karakter Allah; Yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri (Galatia 5: 22, 23). Menurut kitab Kejadian setiap kita juga diciptakan untuk berkuasa atas seluruh bumi. Namun yang sering kita lihat bukanlah demikian adanya, bahkan sebaliknya yang sering terjadi, kita yang dikuasai oleh dunia, oleh keadaan, oleh situasi, cuaca di sekitar kita, dsb.

Walaupun perjalan hidup ini penuh dengan tantangan, namun Tuhan berjanji untuk menolong di dalam setiap langkah kita, sebab Ia sendiri yang telah menetapkan langkah-langkah kita.

“Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya” (Mazmur 37: 23, 24).

Marilah kita belajar untuk melihat masalah-masalah yang kita hadapi dengan positif. Sewaktu jatuh, kita akan bangkit kembali, sebab tangan Tuhan akan menopang! Dan setiap kali kita bangkit kembali, kita akan melangkah dan naik lebih tinggi lagi bersama dengan Tuhan.

Janganlah kita sekali-kali berhenti di tengah-tengah proses yang telah Ia rancangkan atas kita! Allah merencanakan masalah di dalam hidup supaya kita dapat naik lebih tinggi lagi bersama-Nya.

“Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu. Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” (Mazmur 119: 67, 71). Masalah dan tindasan atas hidup kita juga Tuhan rencanakan agar kita boleh kembali ke jalan yang benar.

Marilah setiap kita setia berjalan bersama dengan Tuhan. Biarlah Tuhan menyelesaikan apa yang telah Ia tetapkan di dalam hidup setiap kita, dan belajar untuk menurut dan berserah kepada-Nya. Kenapa? Agar kita boleh dibentuk-Nya dan timbul seperti emas.

Nikmati perjalan hidup ini bersama dengan Tuhan Yesus!

“Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas” (Ayub 23: 10).

Tags:
No Comments

Post A Comment