Hidup Berkelimpahan

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan Semua kita pasti tidak menyukai dengan kata “pencuri”. Setiap kita dengar kata “pencuri” pasti yang terpikir adalah sesuatu yang hilang, kerugian, dan mungkin juga kekesalan! Alkitab menggambarkan iblis itu seperti pencuri yang bertujuan untuk mencuri, membunuh dan membinasakan hidup kita! Ingat jika iblis mungkin kelihatanannya bisa menolong…tetapi tujuan sebenarnya adalah untuk membinasakan!! Tetapi kita tidak usah terlalu perduli dengan si iblis….mari kita dengar satu kabar baik buat saudara hari ini, yaitu: Yesus datang, supaya engkau mempunyai hidup! Bukan hanya hidup yang “biasa-biasa” atau “lumayan” tetapi Yesus berkata: hidup didalam segala kelimpahan!

Allah memberikan kita kuasa untuk menjadi kaya!! “Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.” Ul 8:18. Kuasa untuk memperoleh kekayaan itu sudah diberikan kepadamu! Kekayaan itu tidak tergantung lagi dari Tuhan tetapi kitalah yang harus mengambilnya!! Apakah saudara siap hidup dalam kelimpahan?? Jika engkau siap….mari ktia lanjutkan.

Allah sampai bersumpah atas janji-Nya ini, artinya Allah sungguh -sungguh-sungguh….serius!! Maz 35:27b, “Biarlah mereka tetap berkata: “Tuhan itu besar, Dia menginginkan keselamatan hamba-Nya.” Sebetulnya didalam bahasa Inggris lebih tepat, dikatakan, “…Who (God-Red) has pleasure in the prosperity of His servant.” (NKJV). Kata “keselamatan” itu sebetulnya adalah “prosperity” atau “kelimpahan”. Allah bukan hanya ingin saudara hidup didalam kelimpahan, tetapi Dia sangat senang dan menikmati jika melihat hamba-hamba-Nya hidup didalam kelimpahan!! Haleluyah…!!

HUTANG atau KREDIT bukanlah rencana Allah yang sempurna buat saudara! Amsal 22:7, “Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.” Jelas disini bahwa menjadi budak adalah bukan rencana Allah buat hidup kita! Karena Yesus datang untuk memberikan hidup (yang merdeka) bahkan hidup dalam kelimpahan! Jika kita berhutang….bagaimana bisa disebut kelimpahan? Sadarkah saudara bahwa orang yang berhutang itu bukan saja tidak punya apa-apa tetapi juga “minus”, artinya dibawah angka nol!! Sudah tidak punya apa-apa, masih kurang lagi!

Didalam Perjanjian Baru, Allah bahkan menjelaskan bahwa: “Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat (double honor-NKJV), terutama mereka yang dengan jerih payah berkotbah dan mengajar” 1Tim 5:17. Alkitab mengajarkan bahwa orang-orang yang berkotbah dan mengajar firman Tuhan harus dihormati bahkan diberkati dua kali lipat. Itu kehendak Allah…ingat “God is pleasure in the prosperity of His servant.”

Sekarang, bagaimana kita memperoleh “Double honor” atau kelimpahan itu?

Mari kita lihat Luk 16:10, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”

Pertama, SETIA DALAM HAL KECIL. Didalam sekolah, pekerjaan, di rumah dan juga didalam pelayanan….sekecil apapun tanggung jawab itu….lakukan dengan sungguh-sungguh. Setialah!! Orang yang hebat itu banyak tetapi yang setia itu sedikit! Allah bukan hanya senang melihat kita diberkati tetapi Dia rindu melihat kita tetap setia didalam kelimpahan sekalipun. Tahukah saudara bahwa lebih mudah setia kepada Tuhan pada waktu kita susah dari pada waktu kelimpahan?

Kedua, SETIA DALAM HAL UANG.
“Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?” ay.11. Alkitab jelas berkata: “Akar segala kejahatan adalah cinta akan uang.” Waktu uang kita masih sedikit, kita mudah setia, memberi perpuluhan, persembahan, dll…..tetapi waktu uang kita banyak….apakah engkau tetap setia membayar perpuluhan dengan benar? Bisakah engkau tetap memberi dengan sukacita tanpa perasaan hati yang berat untuk memberi?? Ini pertanyaan yang harus saudara jawab sendiri dengan jujur…dan jawabanmu itu menentukan kapasitas saudara untuk menerima berkat dari Allah!! Allah kita tahu memberikan yang terbaik buat kita!

Ketiga, SETIA DALAM HARTA ORANG LAIN.
“Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?” ay.12. Sebelum Allah memeprcayakan kepada kita harta untuk kita….Allah akan menguji kita, jika kita bisa setia terhadap harta orang lain. Harta bukan hanya bicara soal uang semata, tetapi juga pekerjaan (jika engkau bekerja untuk orang lain), atau visi (jika engkau melayani dibawah seorang pemimpin rohani yang mempunyai visi). Apakah engkau bisa setia??

Saudara yang terkasih, ketiga hal diatas adalah cara supaya janji Allah akan hidup yang berlimpah itu menjadi kenyataan! Hal yang besar itu tidak akan pernah datang sebelum kita bisa setia dengan hal yang kecil. Didalam aspek apapun didalam hidup kita, kita perlu belajar dari rasul Paulus, “Kukatakan ini bukanlah karena kekuarangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang menjadi rahasia; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Flp 4:11-13.

Tags:
No Comments

Post A Comment