Jangan Biarkan Perubahan Merubah Anda

Perubahan demi perubahan atas hidup kita akan terus terjadi. Tidak mungkin kita dapat hidup di dunia ini tanpa harus mengalami perubahan. Tetapi saya mau katakan bahwa kita tidak perlu ikut berubah dalam segalanya itu. Dengan kata lain, janganlah sampai hidup kita terbawa oleh perubahan yang ada di sekitar kita.

Seperti halnya kapal layar yang tidak bermesin, yang melaju hanya oleh hembusan angin. Jika kita mengarahkan layar dengan tepat, maka tidak peduli angin berhembus dari arah mana, kapal layar akan dapat berlaju lurus menuju tujuan.

Angin perubahan dapat menghembus hidup kita, apakah kita sudah mengarahkan layar kita dengan tepat, atau kita malah terikut oleh perubahan angin?

Perubahan akan terus terjadi, yang penting adalah bagaimana kita meresponi perubahan tersebut.

Apakah anda orang yang berintegritas? Bagaimanakah saudara meresponi perubahan atas hidup? Jika semuanya yang di dalam hidup saudara berubah besok, apakah saudara masih dapat terus berjalan dan hidup?

Ada beberapa hal yang kita perlu belajar dari keempat pemuda Yahudi yang diceritakan di dalam kitab Daniel (Daniel 3:1-8):

1. Conviction Keempat pemuda di dalam kitab Daniel ini menolak untuk kompromi dengan prinsip-prinsip hidup mereka. Mereka setia kepada Tuhan di tengah-tengah perubahan.

Apakah ada seseorang ataupun sesuatu di dunia ini yang dapat membeli saudara? Yang dapat merubah prinsip hidup saudara? Apakah saudara memiliki prinsip-prinsip hidup yang saudara pegang dengan teguh?

2. Character Karakter adalah saudara di mana saudara sendirian; di mana tidak ada orang yang melihat saudara. Integritas!

3. Courage Perlu keberanian yang luar biasa bagi keempat pemuda di atas untuk berdiri di hadapan seorang raja. Mereka tetap menghormati otoritas, tetapi mereka menolak untuk merubah prinsip-prinsip hidup mereka.

4. Courtesy Hal terakhir yang dapat kita belajar dari keempat pemuda ini adalah sifat hormat mereka kepada orang yang lebih tua.

Perubahan akan datang tidak peduli anda suka tau tidak! Apakah saudara memiliki keempat hal di atas?

Ada 4 perubahan yang dialami oleh keempat pemuda di dalam kita Daniel:

a. Geographical Change Mereka sekarang berada di tempat asing, bukan lagi di Israel. Dan tempat di mana mereka berada sekarang ini memiliki budaya, etnis, dan agama yang berbeda dari tempat asal mereka.

b. Change of Identity Nama dari setiap keempat pemuda ini juga diganti; dari Daniel yang artinya Tuhan adalah pembelaku menjadi Beltsazar yang artinya harta dari Baal. Hananya yang mempunyai arti Yahweh yang maha pengasih menjadi Sadrakh yang artinya komando Aku – dewa bulan Babilonia. Misael yang artinya dia seperti Tuhan diganti menjadi Mesakh yang artinya dia seperti Aku – dewa bulan Babilonia. Azarya yang mempunyai arti Tuhan yang menolong menjadi Abednego yang artinya pelayan Nego. Referensi Tuhan atau Yahweh dari nama mereka semua dihilangkan dan diganti dengan dewa atau tuhan-tuhan Babilonia.

Nama mereka boleh berubah, tetapi karakter mereka tidak berubah. Orang mungkin ada yang memanggil kita bodoh, tetapi kita perlu ikut menjadi bodoh karena itu. Untuk itu kita perlu tahu dan sadar siapakah kita di dalam Tuhan, dan siapakah yang memiliki kita. Kita adalah milik kepunyaan Tuhan.

c. Change of Desires Raja Babilonia juga mencoba untuk merubah kesukaan keempat pemuda ini, namun setiap kita tahu bahwa sang raja tidak berhasil.

Janganlah kita juga membiarkan perubahan-perubahan di dunia merubah kesukaan kita, seperti Daniel yang tahu dengan jelas siapakah dirinya dalam Tuhan, dan dia tidak dapat kompromi di hidupnya.

Jika anda kompromi di dalam hidupmu, maka saudara harus membayar harganya. Seperti ada pepatah yang mengatakan: “There€™s no such thing as free lunch”.

Pencobaan akan datang, tetapi saudaralah yang menentukan bagaimana harus meresponinya.

d. Change of God Hal ke-4 yang dicoba diganti oleh raja Babilonia adalah menganti Tuhan dari keempat pemuda Yahudi ini. Dan lagi-lagi sang raja tidak berhasil.

Apakah saudara akan pernah menggantikan Tuhan dengan yang lain?

Supaya dapat tetap teguh, kita perlu mempunya fondasi rohani yang kuat, yaitu fondasi yang didasari oleh Tuhan Yesus, Batu Karang yang teguh! Jika tidak, maka kita tidak akan pernah kuat.

Tags:
No Comments

Post A Comment