Jangan Menoleh ke Belakang

Kejadian 19 : 17; 26 17 Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai keluar, berkatalah seorang: “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang dan janganlah berhenti dimanapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan supaya engkau jangan mati lenyap.”

26 Tetapi isteri Lot, yg berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.

Luk 9 : 62 Tetapi Yesus berkata:”Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Banyak orang menoleh ke belakang dan mulai melihat keadaannya :
– Umur sudah kepala 5 ( 50 tahun lebih masih belum punya rumah, masih kontrak ? Masih jadi kuli, kapan jadi boss ?? Hmm.. Kerjaan gini2, income pas2an .. Umur tambah trus, kapan ngalami pelipat gandaan ?
– Umur sudah kepala 3, Pasangan Hidup belum ada sama sekali ?
– Lebih parah.. Hmm sudah pelayanan 10 tahun, gini2 saja, nggak diperhatikan, nggak dapat apa2…? Duuh enakan dulu deh.. Lebih bebas, lebih kaya? Waktu mereka menoleh ke belakang, imannya jadi lemah , kecewa, kepahitan, berontak dsb…???

Yesaya 43 : 18-19 18 firman-Nya:”Janganlah ingat2 hal2 yang dahulu dan janganlah perhatikan hal2 yang dari zaman purbakala! 19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai2 di padang belantara.

Ada 4 peringatan supaya jangan menoleh kebelakang : 1. Jangan menoleh ke belakang, melihat masa lalu lebih baik dari sekarang.

Filipi 3 : 13-14 13 Saudara2, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku”. 14 dan berlari2 kepada tujuan untuk memperoleh hadiah yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam KristusYesus”

Bila kita masih merasa apa yang dulu pernah kita lakukan, capai lebih berhasil dari sekarang, maka kita pasti akan kecewa dan tidak bisa mensyukuri Anugrah Tuhan yang besar, yang tidak dapat dibandingkan dengan segala yang pernah kita dapatkan dalam dunia ini.

Filipi 3 : 8
“Malahan segala sesuatu kuanggap rugi karena pengenalan akan Kristus Yesus Tuhanku lebih mulia daripada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah supaya aku memperoleh Kristus”.

Diluar Kristus semuanya tidak ada artinya dan tidak ada harganya. Hanya dalam Kristus ada pengharapan yang pasti dan tidak mengecewakan.
Matius 19 : 27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu & mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?”

2. Jangan menoleh kebelakang melihat hal2 yang membuat kita gagal, jatuh.

Maz 37 : 24
“apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak sebab TUHAN menopang tangannya”.
Apabila kita masih melihat hal2 yang membuat kita gagal, maka kita akan trauma, iman jadi lemah dan takut melakukan lagi, takut gagal lagi, kecewa dsb.

Ams 24 : 16
“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana”. Jangan hidup dalam statement “JANGAN2 sehingga selalu RAGU2 dalam membuat keputusan”.

3. Jangan menoleh kebelakang melihat hal2 yang membuat pahit. Efesus 4 : 31 “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan”.

Rut 1 : 20 “Tetapi ia berkata kepada mereka: “Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku”.

Bila kita masih mengingat2 hal2 yang membuat kita pahit, maka kita akan terjerat dalam lingkaran setan. Membuat kita lebih pahit dan hidup dalam penyesalan !! Forgive & forget the past ! Berdamai dengan masa lalu.

Matius 18 : 21-22 21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku ? Sampai tujuh kali ?” 22 Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

4. Jangan menoleh ke belakang melihat dosa yang sudah diampuni. 1 Yoh 3 : 21 “Saudara2ku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kità, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah”. Bila selalu bimbang dan merasa, apakah Tuhan mau mengampuni dosa2 kita; maka kita akan mengalami hati yang tertuduh, terintimidasi dan kita sudah jatuh dalam jebakan, tipu daya iblis. Akibatnya bisa fatal.

1 Yoh 1 : 9 “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”. Yang terpenting : jangan kembali hidup dalam dosa !! Marilah kita tinggalkan tahun 2006 dengan semua kegagalan maupun keberhasilannya … “forgive and forget year 2006 and keep going with His Glory in 2007”.

Tags:
No Comments

Post A Comment