Janganlah Ingat-ingat Yang Sudah Lalu

Di dalam kitab Yesaya 43:15-21 Tuhan menjelaskan siapa diri-Nya kepada kita. Tahukah saudara mengapa Tuhan berbuat demikian? Alasannya adalah karena banyak sekali orang yang tidak tahu dan mengenal siapakah Tuhan itu. Dengan menjelaskan siapakah diri-Nya, Tuhan menunjukkan identitas-Nya kepada kita. Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa Dia adalah Raja dan tidak ada yang mustahil bagi-Nya.

Di Indonesia banyak sekali orang-orang yang mencari €˜backing€™ atau koneksi dengan orang-orang yang berpangkat, seperti dengan Presiden ataupun dengan Jendral. Orang-orang yang berjabatan ini tidak akan berkuasa selamanya, sebab masa jabat mereka hanyalah sementara saja. Namun manusia tetap saja dengan susah payah, bahkan membayar harga mahal supaya dapat memperoleh koneksi ini.

Sebagai orang percaya, marilah kita cari €˜backing€™ yang tidak terbatas dan yang mempunyai masa jabat yang selama-lamanya. Marilah kita cari koneksi dengan Tuhan. Dia adalah Allah yang tidak terbatas, dan Dia melebihi segala kemampuan kita. Karena itu jugalah kita tidak dapat mengerti akan Dia dengan sepenuhnya, sebab kita adalah manusia yang sangat terbatas.

Selain dari pada itu, Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat dapat diandalkan.

Hidup kita tidaklah tergantung dan ditentukan dari masa lalu kita. Kita boleh saja dating dari keluarga yang hancur, tetapi kita tidak perlu ikut hancur sebab Tuhan dapat merubah hidup kita. Untuk itulah janganlah pernah fokus kepada masa lalu hidup kita.

Di dalam kitab Hakim-Hakim 11:1-11 diceritakan bagaimana hidup seorang yang datang dari keluarga yang hancur yang bernama Yefta. Di sini kita dapat melihat bagaimana Tuhan merubah hidupnya menjadi seseorang yang berhasil.

Hidup Yefta dapat Tuhan pulihkan karena Yefta tidak menyimpan dendan dan kepahitan di dalam hidupnya.

Di dalam Alkitab, banyak sekali pahlawan-pahlawan Tuhan yang memiliki awal hidup yang tidak baik; contohnya, Musa yang dibuang sejak dari bayi, Yusuf yang dijual oleh saudara kandungnya sendiri, dan juga Daud yang disepelekan oleh ayahnya.

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan! Dia dapat memulihkan hidup saudara apapun juga masa lalu saudara. Hari ini marilah kita membawa luka-luka yang ada dalam hidup kepada-Nya, maka dia akan menjadikan kita pahlawan-Nya.

Adalah pilihan kita untuk tidak menjadi kepahitan karena masa lalu kita.

(Baca: Yohanes 5:1-9)

Jika kita membaca Yohanes 5, kita dapat melihat bagaimana seseorang yang sudah lumpuh 38 tahun lamanya disembuhkan oleh Tuhan. Orang yang Tuhan sembuhkan ini bahkan tidak mengenal siapa yang menyembuhkan dia. Namun jika kita terus membaca, kita melihat bagaimana Tuhan tidak membiarkan orang yang Dia sembuhkan tanpa mengenali-Nya. Mengapa demikian? Sebab Tuhan ingin orang ini dipulihkan secara keseluhuran (yaitu tubuh, jiwa dan roh), bukan hanya disembuhkan secara jasmani.

Marilah kita bertumbuh dalam Tuhan. Bertumbuh menjadi tua itu memang terjadi secara natural, tetapi bertumbuh menjadi dewasa itu adalah suatu pilihan yang harus kita ambil.

(Baca: Filipi 3:13-14)

Tags:
No Comments

Post A Comment