Ketaatan yang Konsisten

Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku perempuan. Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan menggangu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu.” Rut 2:8-9.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan, untuk mempercantik diri, kita tidak segan-segan menghabiskan uang untuk pakaian, sepatu, ke salon, dan alat-alat make-up yang mahal, bahkan ada yang sampai menghabiskan ribuan dollar untuk mengoperasi supaya kelihatan lebih cantik. Itu semua kita lakukan supaya penampilan jasmani kita menjadi cantik. Tetapi untuk membuat rohani kita menjadi cantik…. itu hal yang sangat berbeda. Lalu apa yang bisa membuat rohani kita cantik??

KETAATAN kepada Tuhan akan membuat rohanimu cantik! Alkitab menjelaskan bahwa hidup setiap kita ini seperti suatu pertandingan, nah… orang yang taat secara konsisten/terus menerus itulah yang akan sampai kepada garis finish. Ada dua orang yang taat sampai garis finish, yang pertama adalah Yesus (Flp 2:8), dan yang kedua adalah saudara-saudara yang taat! Tuhan sedang mempersiapkan kita supaya kita bisa mencapai garis finish. Sekarang adalah masa dimana Tuhan membangkitkan generasi “70 murid”, yaitu Tuhan memakai orang-orang yang ‘biasa’ atau ‘tanpa nama’. Jadi kita semua bisa dipakai Tuhan secara luar biasa asal kita mau taat secara konsisten.

Dari firman Tuhan yang saudara sudah baca diatas, Boas memerintahkan Rut untuk tidak usah pergi memungut jelai di ladang lain. Tuhan tidak mau saudara pergi ke ‘tempat lain’ untuk mencari pertolongan atau hiburan. ‘Tempat lain’ berbicara soal segala sesuatu yang diluar Tuhan. Seringkali kita tidak suka jika mendengar kata “jangan”, “tidak boleh” sepertinya itu semua menghalangi kebebasan kita. Betul enggak?? Sebetulnya tidak demikian, justru kebebasan yang sebebas-bebasnya itulah ikatan yang berbahaya buat kita! Sebenarnya waktu Tuhan berkata “tidak usah pergi” itu artinya Dia berkata “Tinggallah dengan aku” Kita harus bisa mengerti bahwa Tuhan kita itu bukan Tuhan yang jahat, yang pelit tetapi Dia, Tuhan yang sangat sayang sama kita, oleh karena itu Dia tahu yang terbaik buat kita. Dia tahu waktu yang tepat buat kita! Mengapa? Karena Dia bisa melihat akhir hidup kita dari awal! He knows the end from beginning! Yang perlu kita lakukan adalah percaya dan taati Dia, maka kita akan mencapai garis finish dengan baik! Kita akan berhasil!

Boas juga memerintahkan Rut untuk tetap dekat-dekat dengan pegerja-pengerja perempuan. Apa artinya ini? Ini berarti kita harus bergaul, tidak menyendiri atau menjauhkan diri. Ada satu istilah bahwa “Besi menajamkan besi dan manusia menajamkan manusia” artinya kita hanya bisa dibentuk oleh sesama kita. Jadi pergaulan, teman-teman, itu baik untuk pertumbuhan dan pembentukkan karakter kita. Tuhan mau kita semua turut terlibat. Kita semua harus bertanding. Tidak ada penonton yang mendapatkan piala! Tidak ada penonton ayng menjadi juara! Penonton biasanya hanya menjadi penilai atau pengeritik. Kita memerlukan satu dengan yang lain. Kita perlu belajar juga dari apa yang Tuhan katakan kepada orang lain. Saling belajar dan membantu, itulah kehendak Tuhan untuk kita semua.

Seorang juara akan mendapatkan piala. Demikian juga orang yang taat, ia akan mendapatkan upah!

“Ketika sudah waktu makan, berkatalah Boas kepadanya; “Datanglah kemari, makanlah roti ini dan celupkanlah suapmu kedalam cuka ini.” Lalu duduklah ia di sisi penyabit-penyabit itu, dan Bias mengunjukkan bertih gandum kepadanya; makanlah Rut sampai kenyang, bahkan ada sisanya.” Bahkan waktu Rut mulai bekerja lagi, Boas memerintahkan pengerja-pengerjanya supaya meninggalkan sedikit-sedikit dari onggokan jelai supaya bisa diambil oleh Rut, “Maka ia memungut di ladang sampai petang; lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya.” Ay 17. Satu efa sama dengan 10 gomer. Dan satu gomer itu cukup untuk makan satu orang sampai kenyang. Jadi Rut mendapatkan 10 kali lipat dari yang dibutuhkan. Tahukah saudara bahwa jika Tuhan memberi, Ia tidak pernah memberikan secara pas-passan? Ia adalah Tuhan yang sangat murah hati dan berlebihan! Memberkati adalah hobby-nya Tuhan! Helleluyah…!!!

Tuhan mau supaya kita hidup taat didalam segala aspek hidup! Didalam pasal ketiga, Rut disuruh oleh mertuanya (bukan olah Boas) dan Rut tetap taat. Ketaatan kita harus bertumbuh! Oleh karena ketaatan Rut ini bertumbuh, sehingga Ia dipuji oleh Boas, “Lalu katanya (Boas): “Diberkatilah kirannya engkau oleh Tuhan, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu…” 3:10. Saudara, jika kita taat, Tuhan punya pujian untukmu! Ada upah yang luar biasa dari ketaatan yang meningkat ini, yaitu: “Oleh sebab itu, anakku janganlah takut; segala yang kau katakan itu akan kulakukan kepadamu sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.” Ay. 11. Doa-doa yang dijawab, itulah upah dari ketaatanmu yang meningkat!

Orang yang hidupnya terus taat kepada Tuhan, maka berkat dan penyertaan Tuhan juga semakin bertambah-tambah! Perhatikan, bahwa Tuhan akan menjawab setiap doa yang engkau ucapkan. Luar biasa! Karena orang yang hidup didalam ketaatan kepada Tuhan, ia tidak akan meminta sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Tuhan!
Kita lihat akhir hidup Rut: “Kemudian berkatalah Boas kepada para tua-tua dan kepada semua orang distu: “Kamulah pada hari ini menjadi saksi, bahwa segala milik Elimelekh dan segala milik Kilyon dan Mahlon, aku beli dari tangan Naomi; juga Rut, perempuan Moab itu, istri Mahlon, aku peroleh menjadi istriku untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu diatas milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota.” 4:9-10 Dari Boas, Rut melahirkan anak bernama Obed, yaitu ayah dari Isai, ayah Daud. Ketaatan yang konsisten itu sunggu luar biasa dan Tuhan memberkati Rut dari seorang wanita Moab, seorang janda yang miskin menjadi seorang ibu yang dipakai Tuhan untuk melahirkan Obed, ayah Daud, dan dari keturunan Daul-lah, Yesus lahir! Hidupnya dipulihkan!

Saudaraku, sekarang apa yang engkau perlukan? Apa yang telah hilang darimu? Tuhan sanggup memulihkan semua itu! Kuncinya adalah ketaatanmu. Biarlah engkau hidup didalam ketaatan yang bertumbuh! Tuhan Yesus memberkati ketaatan saudara!

Tags:
No Comments

Post A Comment