Koruptor menjadi distributor

“Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”(Lukas 19:8)

Uang adalah milik Tuhan! Dan segala kepunyaan kita adalah milik Tuhan. Banyak orang Kristen sekalipun yang masih menganggap uang yg mereka punya adalah milik mereka.

Seperti perumpamaan tentang uang mina (Lukas 19:11-27), hamba-hamba ini mengerti bahwa mina yang mereka miliki hanyalah titipan dari tuannya. Kita juga perlu tahu bahwa apa yang kita miliki adalah titipan dari Tuhan. Dan Tuhan peduli dengan catatan keuangan kita.

“Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.” (Ulangan 8:18)

Kita tidak dapat menyembah kepada mamon dan juga kepada Tuhan. Tahukan kita bahwa ketamakan adalah peyembahan berhala? “Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.” (Efesus 5:5)

Zakheus diberikan kekayaan supaya dapat menjadi berkat bagi orang lain. Saat bertemu dengan Yesus, dia mengaku akan dosa dan kesalahannya dan bertobat. Dia membayar empat kali lipat kembali kepada orang yang diperasnya.

Kita tidak dapat menyebut Yesus sebagai Tuhan jikalau kita masih menganggap bahwa keuangan kita adalah milik kita sendiri. Zakheus memanggil Yesus Tuhan (Lukas 19:8), tetapi seorang pemimpin di dalam Lukas 18:18 memanggil Yesus sebagai “Guru yang baik”. Siapakah Yesus di dalam hidup kita? Apakah Yesus adalah Tuhan, atau hanya sekedar guru?

Salah satu dari tanda bahwa di dalam hidup kita ada Kristus adalah suka memperdulikan orang lain.

Kita harus setia dengan apa yang Tuhan berikan kepada kita, kecil maupun besar. Orang yang setia dengan perkara kecil akan dipercayai dengan perkara yang besar. Apakah kita dapa dipercayai dengan keuangan yang Tuhan telah titipkan kepada kita?

Tuhan memperhatikan bagaimana kita mengelola keuangan kita. Untuk itu, kita perlu mengajar anak kecil juga bagaimana memakai uang dengan baik.

Tuhan telah menabur di dalam hidup kita. Dia telah menabur Roh Kudus di dalam hidup kita. Dan Tuhan juga telah berikan anak-Nya Yesus Kristus bagi setiap kita. Maka dari itu Tuhan berhak untuk menuai apa yang telah ia tabur di dalam hidup kita. Tuhan bukan tuan yang seperti tuduhan hamba ketiga yang menganggap tuannya menuai di mana dia tidak menabur.

Janganlah kita malas seperti hamba yang ketiga! Orang yang malas akan dihukum Tuhan. Seberapa kecil dan sedikit pun talenta yang kita miliki, kita perlu melipat dandakan itu.

Ingatlah bahwa kita harus murah hati. Kita diberkati dengan tujuan agar kita dapat menjadi berkat. Yang Tuhan lihat bukan jumlah, tetapi kesetiaan kita.

“Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala.” (1 Tawarikh 29:11)

Tags:
No Comments

Post A Comment