Kunci Dominion

“Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: “Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar, supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar.”” Wahyu 19:17-18

Malaikat yang berdiri di dalam matahari adalah Yesus. Dan Ia mengundang burung-burung untuk datang ke dalam perjamuan Allah. Apa yang dihidangkan? Yaitu daging manusia!

Bandingkan kejadian di atas, yaitu kejadian di masa depan, dengan kejadian yang tercatat dalam kitab Kejadian 1:26-28 “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.””

Tuhan memberikan manusia dominion pada awalnya, namun pada akhirnya, seperti yang tercatat di dalam kitab Wahyu justru burung-burung di udara yang memiliki dominion atas manusia sehingga Tuhan mengundang burung-burung untuk datang ke dalam perjamuan Allah.

Namun tidak semua umat manusia akan dijadikan hidangan bagi burung-burung. Akan ada gereja Tuhan yang menerima kembali dominion, hal ini tercatat dalam kitab Wahyu 19:6-10 “Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.) Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.” Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: “Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat.””

Orang-orang kudus akan diundang hadir ke dalam perkawinan Anak Domba.

Di dalam kejadian nabi Nuh, kita juga dapat melihat bagaimana pada awalnya Tuhan mengundang manusia untuk masuk ke bahtera, namun mereka menolok undangan tersebut, dan akhirnya hanya Nabi Nuh dan seiisi keluarganya beserta bintang-binatang yang masuk ke bahtera dan diselamatkan.

“Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu. Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi, datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.” Kejadian 7:7-9

Kejadian lainnya lagi, yaitu tentang Bileam yang tercatat dalam kitab Bilangan 22. Seekor binatang, yaitu keledai lebih peka akan suara Tuhan dari pada manusia yang adalah juga seoarang nabi Tuhan. Tiga kali keledai ini melihat Tuhan, tetapi nabi Bileam tidak melihat-Nya.

“Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.” Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: “Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.”” 1 Raja-raja 17:1-4

Di dalam kejadian di atas, Tuhan berbicara kepada burung-burung gagak untuk memberi makan kepada Elia.

Sebenarnya Tuhan lebih ingin berbicara kepada manusia, bukan kepada binatang, namun kenyataannya binatang lebih taat dan dapat diatur oleh Tuhan.

Kejadian atas Daniel juga demikian, singa-singa yang lapar dapat menahan nafsu dan tidak mau menyantap Daniel karena mereka taat akan perintah Tuhan untuk tidak menyantap Daniel. Keesokannya karena ketaatan singa-singa tersebut maka mereka diberikan santapan 300 orang lebih. Mereka berspesta pora! Jika anak-anak Tuhan taat kepada-Nya maka kita akan lebih lagi berpesta pora.

Di dalam kejadian nabi Yunus kita juga tahu bagaimana Tuhan berbicara kepada seekor ikan karena nabi Yunus tidak mau mendengarkan suara Tuhan. (Yunus 2:10)

Ketaatan kepada Tuhan adalah kunci dominion!

Selain dari pada binatang, alam juga taat dengan perintah Tuhan: “Lalu kata-Nya kepada mereka: “Di manakah kepercayaanmu?” Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?”” Lukas 8:25

Setan juga taat kepada Tuhan! (Markus 1:25-27)

Janganlah kita bergairah atas mujizat, namun biarlah kita bergairah atas sumber mujizat, yaitu Tuhan Yesus.

“Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” 1 Korintus 9:27

Kunci dari dominion adalah ketaatan kepada Tuhan.

Tags:
No Comments

Post A Comment