Kunci untuk Melakukan Perubahan

Yosua 1 : 1 – 18 Kita akan belajar dari bangsa Israel agar kita berhasil dalam melakukan perubahan Illahi, dari Chronos ke Kairos (waktu Tuhan) dan terus sampai Penggenapan.

1. Bertanggung Jawab Melakukan Bagian Kita Allah akan mengerjakan halhal yang hanya dapat Dia kerjakan sendiri; kita juga harus mengerjakan apa yang Dia harapkan dan kehendaki untuk kita lakukan selama masa transisi. Sangatlah berbahaya apabila kita mempercayai bahwa Allah akan menjamin kita tiba pada masa penggenapan, tidak peduli apapun yang kita lakukan. Generasi bangsa Israel yang binasa di padang gurun adalah bukti bahwa masa penggenapan tidak otomatis dijamin. Yosua 1 merupakan transisi bangsa Israel masuk kedalam Kairos, akhirnya, bila mereka mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati, mereka akan menuju pada Penggenapan.

Yosua 1:2 “HambaKu Musa telah mati sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.”
Ini saat Yosua, dia telah dilatih dan diperlengkapi untuk menerima tanggung jawab ini! Pemberian Tuhan merupakan tugas-tugas Tuhan yang harus kita kerjakan. Kita harus setia melakukan bagian kita, bertindak dengan tanggung jawab; berjalan dalam Kebenaran dan Hikmat. Jika kita melakukannya, maka kita akan tiba pada penggenapan.

2. Bergerak Dengan Iman
Yosua 1:2 “..sebrangilah sungai Yordan ini..” Saat itu sungai Yordan, airnya sedang meluap (Yosua 3:15). Jadi perlu bergerak dengan iman untuk lakukan pesan Tuhan ini !!!

Kitapun akan menghadapi situasi-situasi dan rintangan-rintangan yang tidak mungkin diatasi ketika kita berpindah dari Chronos ke Kairos bahkan sampai Penggenapan. Ini membutuhkan iman. Kita harus percaya, Tuhan akan melakukan bagianNya, bagian yang tidak mungkin, untuk membawa kita ke tempat dimana kita perlu berada. Tetapi ketika Tuhan berkata: inilah saatnya untuk bergerak maju, maka dibutuhkan langkah-langkah iman dari pihak kita.

3. Ada Peperangan Yang Harus Kita Jalani Yosua 1:3 “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu, Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.” Kata menginjak dari kata Ibrani darak; bukan hanya berarti berjalan, melainkan derap langkah kaki seorang prajurit. Tuhan berkata “setiap tempat dimana kamu mengangkat senjatamu dan mengambilnya, akan Kuberikan kepadamu”. Kita harus tau bahwa iblis akan merampas destiny kita; dia akan mencuri hasil panen yang Tuhan sudah siapkan bagi gerejaNya dan mencegah kita mengalami terobosan-terobosan. Musuh tidak akan menyerah begitu saja tetapi keberhasilan kita dijamin, apabila kita memperjuangkan perjuangan iman yang baik.

4. Mengingat Janji-Janji Tuhan dan Melakukan Hal-Hal Dasar. Yosua 1:6-8 “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu sebab engkaulah yang memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindakklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hambaKu Musa; janganlah menyimpang kekanan atau kekiri supaya engkau beruntung, kemanapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini tetapi renungkanlah itu siang dan malam supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis didalamnya sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” Tuhan mengingatkan Yosua akan janjiNya yang diberikan kepada nenek moyangnya. Ketika kita sedang menjalani masa transisi bukan pernyataan kebenaran yang membuat kita bertahan, bukan kemampuan kita menafsirkan ayat-ayat Firman tetapi hal-hal dasarlah yang akan memelihara kita. Renungkan Firman; luangkan waktu bersama Tuhan; bersekutu secara teratur dengan saudara-saudara seiman dan tetaplah berdoa. Hal-hal dasar inilah yang membuat kita berhasil dalam masa transisi.

5. Mengijinkan Damai Sejahtera Menopang Kita. Yosua 1: 9 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati sebab Tuhan, Allahmu menyertai engkau, kemanapun engkau pergi”. Masa transisi menuju Kairos dan Penggenapan, penuh dengan tekanan, tantangan-tantangan dan peperangan yang tidak terduga. Tuhan sedang berkata kepada Yosua, kamu harus berjalan dalam damai sejahtera. Jangan kalah dengan tekanan !!!

Kolose 3 : 15 “Hendaklah damai sejatera Kristus memerintah dalam hatimu karena untuk itulah kamu dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.” Kita harus mengijinkan damai sejahtera Allah memerintah. Dan kita mempunyai pilihan: bisa tertekan pada masalah-masalah dan mengabaikan hal-hal dasar atau kita mengambil waktu untuk menenangkan diri kita dihadapan Tuhan dan memelihara iman kita tetap kuat.

6. Harus Fleksibel Yosua 1:11 “Jalanilah seluruh perkemahan dan perintahkanlah kepada bangsa itu demikian: sediakanlah bekalmu sebab dalam 3 hari kamu akan menyeberangi sungai Yordan ini untuk pergi menduduki negeri yang diberikan Tuhan Allahmu, kepadamu untuk diduduki.” Setelah bangsa Israel menunggu janji Allah digenapi di padang gurun selama 40 tahun, tiba-tiba Tuhan berkata, “..dalam 3 hari, kamu akan menyeberang..” Perubahan-perubahan dari Tuhan dapat datang dengan tiba-tiba; Dia punya alasan untuk melakukan hal ini. Kadang-kadang Dia tidak ingin kita mempunyai banyak waktu untuk berpikir karena akan mengacaukan segala sesuatunya. Hal-hal yang tidak terduga ini menuntut fleksibilitas. Ketika transisi dimulai, khususnya saat melalui fase Kairos, fase kesempatan, akan ada kesempatan-kesempatan dan tantangan-tantangan yang tidak terduga. Tuhan akan melakukan banyak hal dengan cara-cara yang tidak kita antisipasi, sehingga kita harus Fleksibel. Ketika Tuhan melawat dengan perubahan-perubahan, menuntut kita berubah dan berkembang, perlu kantong anggur yang baru – fleksibel. Kantong anggur baru dapat mengembang mengikuti tekanan yang disebabkan oleh proses fermentasi. Jika tidak fleksibel, kantong itu akan pecah dan anggurnya terbuang. Karena waktu Dia bergerak dalam hidup kita, Dia akan datang dalam cara-cara yang tidak terduga; akan ada tekanan-tekanan untuk perluasan dan perubahan. Anggur fermentasi dari Roh itu akan mengembangkan diri kita. Bila kita tidak bisa bersikap fleksibel, kita akan kehilangan buah dalam fase Kairos.

7. Mengakui Kebutuhan Kita Akan Pertolongan

Yosua 1:12-18 Ketika melalui masa-masa transisi, masa sulit, penting bagi kita untuk mengakui kebutuhan kita akan pertolongan. Kita perlu merendahkan diri kita, meminta doa dan nasihat atau dorongan dari hamba-hamba Tuhan yang diurapi Tuhan.

8. Hidup Dalam Ketaatan Sepenuhnya. Dalam Yosua 1 Tuhan memerintahkan Yosua bertindak hati-hati dan melakukan dengan ketaatan. Selama masa transisi, kita diperintahkan untuk mentaati Tuhan. Kita tidak tahu bagaimana melakukannya tetapi Dia mengetahuinya; itu sebabnya penting bagi kita melakukan sesuai dengan caraNya. Bangsa Israel diberitahu untuk mengikuti Tabut Perjanjian dan memperhatikannya baik-baik karena mereka belum pernah melalui jalan itu sebelumnya (Yosua 3 : 4). Kita juga berjalan dalam jalan-jalan yang sama sekali baru. Kita perlu mengikuti Tuhan dengan hati-hati, menungguNya memberi arah dan mentaatiNya, bahkan ketika hal itu tampaknya bukan hal yang mudah atau yang paling menyenangkan untuk dilakukan. Tetapi Tuhan mempunyai alasan untuk melakukan sesuatu dengan caraNya. Sementara kita bergerak memasuki tujuan-tujuan yang merupakan pemberian Tuhan, sungguh menyenangkan hati bila mengetahui bahwa Tuhan berada disana. Setiap masa chronos, kairos bahkan penggenapan, telah Ia lihat sebelumnya.

Wahyu 3 : 8 “Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tau bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firmanKu dan engkau tidak menyangkal namaKu.”

Tags:
No Comments

Post A Comment