Kunci Untuk Mempercayai Tuhan

Didalam kehidupan kita setiap hari, kita selalu tidak lepas dari pertolongan Tuhan yang menyertai hidup kita. Kita memerlukan pertolongan-Nya didalam rumah tangga, sekolah, pekerjaan, pelayanan…seluruh bagian dari hidup kita. Hari ini kita akan melihat suatu cerita yang sudah tidak asing lagi bagi kita, yaitu kisah seorang janda miskin dan buli-buli minyaknya. Diceritakan bahwa janda ini ditinggal mati suaminya dan hutang dari suaminya sehingga dia dan anaknya dikejar-kejar oleh sang penagih hutang. Janda ini memerlukan pertolongan Tuhan! Saudara yang terkasih, kita akan belajar dari janda ini bagaimana cara untuk menerima janji Tuhan. Ada 5 kunci untuk menerima janji Tuhan:

1. Berani untuk mempercayai Tuhan. Tanda janda ini berani mempercayai Tuhan adalah ia menceritakan halnya kepada Elisa, nabinya Tuhan. 2Taw 20:20b, “berdirilah Yosafata dan berkata: Percayalah kepada Tuhan, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!” Mempercayai Tuhan juga berarti kita mempercayai apa yang dikatakan nabinya Tuhan atau hamba Tuhan. Percaya bahwa Tuhan itu baik adalah mudah tetapi mempercayai hidup kita kepada Tuhan adalah hal yang berbeda. Manakah yang saudara lebih percayai: situasi atau Tuhan? yang dilihat oleh matamu atau janji Tuhan? Maz 37:5, “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” Tuhan akan bertindak jika saudara mempercayai Tuhan. Ayub juga berkata, “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencanaMu yang gagal.”

2. Takut akan Tuhan. Didalam ayat 1, dijelaskan bahwa janda ini takut akan Tuhan. Didalam hidup ini kita hanya boleh menyimpan satu “takut” yaitu takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan mendatangkan berkat! Maz 111:5, “Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya.” Allah kita adalah Allah perjanjian. Dia Allah yang selalu memegang janji dan menepatinya. Janji-Nya tidak pernah gagal. “Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia… Tetapi kasih setia Tuhan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu.” Maz 103:13,17. Takut akan Tuhan adalah kunci untuk menerima pertolongan Tuhan.

3. Memberikan semuanya pada Tuhan. Di ayat 2, Elisa bertanya kepada janda itu, “Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kau punya dirumah.” Wanita ini tidak punya apa-apa kecuali buli-buli berisi minyak dan ia mau menyerahkan itu kepada Elisa. Ia percaya bahwa Elisa adalah nabi Tuhan yang diurapi dan sanggup menolong dia. Wanita ini hanya punya sedikit tapi itu mendatangkan mujisat karena diserahkan kepada Tuhan. Apakah yang saudara miliki saat ini? Beranikah saudara menyerahkan semuanya kepada Tuhan? Rom 12:1 berkata: “supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah.” Allah mau kita memberikan semuanya, bukan 99% tetapi 100%. Apapun yang enkau miliki, Allah sanggup memakainya! Dia sanggup!

4. Lakukan yang terbaik untuk Tuhan. Janda itu disuruh oleh Elisa untuk pergi ke tetangga-tetangganya dan meminta bejana-bejana kosong yang banyak. Coba bayangkan sejenak, kira-kira apa tanggapan para tetangganya melihat janda miskin ini tiba-tiba datang dan meminta bejana-bejana kosong. Walaupun harus menanggung malu atau dicemooh, tetapi janda ini berusaha sebaik-baiknya untuk melakukan sesuai yang diperintahkan Elisa kepadanya. Mengapa ia mau melakukanya? Karena janda ini percaya dan yakin jika Tuhan pasti akan menolong. Ia bisa meihat apa yang “tidak terlihat” oleh mata jasmani. Mata jasmani melihat hanya bejana kosong tetapi mata rohaninya melihat mujisat Allah, penyediaan Allah! Do the best for God and He will do the rest!

5. Belajar taat dan melangkah dengan iman. Janda ini telah belajar untuk taat dan ketaatan itu diikuti dengan tindakan iman dan hasilnya? Mujisat Allah dan pertolongan Allah terjadi!

Saudara yang terkasih, kelima kunci ini perlu kita miliki sehingga kita bisa menerima pertolongan Tuhan.

Tags:
No Comments

Post A Comment