Line up your perspective with God

Banyak orang Kristen yang tidak menyukai keberadaan diri mereka sendiri dan kemudian mancari jati diri dari kehidupan duniawi. Hal ini dikarenakan mereka hanya melihat dari sudut pandang mereka sendiri (own perspective) tetapi mereka tidak melihat dari sudut pandang Tuhan (God€™s vision).

Pada saat kita dapat menyelaraskan sudut pandang kita dengan Tuhan maka kehidupan kita akan menghasilkan buah-buah kehiidupan. Beberapa hal yang perlu kita lakukan sebelum kita dapat melihat dengan perspective Tuhan:

1. Kita harus menghancurkan sistem keagamaan (Religion System) Kitab Raja 18 menceritakan bagaimana Elia harus membunuh para nabi=nabi Baal sebelum hujan turun. Sistem keagamaan dalam kehidupan kita sehari-hari adalah sifat egois dimana kepentingan kita adalah yg paling utama.

2. Kita harus taat (Obedience) Raja 18: 41-46 menceritakan bagaimana pembantu Nabi Elia dengan taat naik ke gunung Karmel sebanyak tujuh kali sebelum melihat awan sebesar telapak tangan manusia timbul dari laut. Tuhan menginginkan kita melihat apa yang Dia lihat dalam kehidupan kita walaupun dengan konsekuensi kita harus melakukan sesuatu berulang-ulang.

3. Tuhan ingin kita mengingat janjiNya dan Dia akan menepati janjiNya (Draw responsible from Him) Tuhan akan memberitahukan “Nilai” kita dimataNya terlebih dahulu dan kemudian bertanya kepada kita untuk melihat apakah jawaban kita sesuai dengan “Nilai” yang sama.

Yeremia 1:5 Tuhan berbicara kepada Nabi Yeremia secara spesifik tentang visi-Nya (nilai Nabi Jeremia) dalam kehidupannya dan kemudian di ayat 11 dan 12 pada saat Nabi Yeremia melihat penglihatan “sebatang dahan pohon Badam” Tuhan berkata, “Baik penglihatanmu”. Tuhan melihat bahwa Nabi Yeremia dapat melihat nilai yang sama dengan Tuhan.

Sebatang dahan pohon Badam berbicara tentang kehidupan yang muncul dari sesuatu yang telah mati. Bilangan 17 menceritakan bagaimana tongkat Harun (pohon Badam) yang berbunga dan berbuah. Arti rohani adalah kehidupan kita (bisnis, pekerjaan, hubungan keluarga) yang telah mati akan hidup dan berbuah pada saat kita bawa ke dalam hadirat Tuhan.

Yeremia 1:13 juga berbicara tentang “Periuk yang mendidih” ini berbicara tantangan dalam kehidupan yang dari Tuhan. Tujuan utama adalah kita bertobat dari jalan yang salah dan mencari Tuhan dengan segenap hati.

3. Tuhan ingin kita percaya (Believe) Tuhan mengerti bahwa manusia harus melihat sebelum percaya oleh sebab itu di Lukas 1: 30-38 Malaikat Tuhan memberitahukan kepada Maria tentang kehamilan Elisabet. Elisabet sudah lanjut umur dan tidak mungkin hamil lagi namun karena mukjizat Tuhan dia dapat hamil dan melahirkan Yohanes Pembaptis.

Melihat mukjizat yang terjadi pada Elisabet maka iman Maria timbul dan percaya bahwa mukjizat juga dapat terjadi atas dirinya.

Hal yang sama juga terjadi dimana Tuhan menyuruh Musa mengirimkan 12 pengintai ke tanah Kanaan. Tuhan sudah memberitahukan bahwa kepada Musa bahwa tanah Kanaan adalah tanah penuh susu dan madu.

Tuhan ingin melihat kalau 12 pengintai tersebut melihat hal yang sama dengan Dia (tanah penuh susu dan madu) namun 10 pengintai melihat Raksasa dan hanya Yosua dan Kaleb yang melihat sesuai dengan visi Tuhan.

Beberapa hal yang perlu kita ingat dalam kehidupan sehari-hari bahwa “Apa yang kita lihat” akan berpengaruh pada: a. Apa yang kita dengar b. Apa yang kita pikirkan c. Dengan siapa kita berteman d. Bagaimana kita menghadapi tantangan kehidupan e. Apa yang kita ucapkan f. Kemampuan kita g. Perjalanan kita dengan Tuhan h. Panen yang kita tuai i. Nilai kehidupan dalam kehidupan kita

Tags:
No Comments

Post A Comment