Living through Dying Places

Yohanes 12: 20-26, Mazmur 23:4-6

Kematian adalah sebuah proses. Mari kita lihat di dalam Yohanes 12:24 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”

Untuk menjelaskan tentang “benih” ini saya akan menggunakan ilustrasi kacang tanah. Kacang tanah memiliki beberapa lapisan, ada kulit keras, ada isi dan ada LEMBAGA, yaitu bagian dari kacang yang akan tumbuh kembali jika ditanam. Pada saat kita menanam kacang, yang dibutuhkan hanyalah lembaganya. Yang lainnya harus dihancurkan.

Tidak peduli serohani apapun dalam hidup setiap kita pasti ada bagian bagian yang harus dihancurkan agar benih atau lembaga itu bias tumbuh.

Roma 7:18-25 Tubuh selalu berperang dengan kekudusan atau kebaikan Tuhan.

Dying places adalah tempat untuk pembantaian kedagingan, tempat orang-orang tidak mengerti apa yang sedang terjadi dalam diri kita, bahkan orang-orang dekat sekalipun meninggalkan kita. Apa yang kita buat sepertinya gagal, doa pun mentok, puasa tidak ada artinya, bahkan kita merasa Tuhan juga sudah meninggalkan kita. Tuhan Yesus pada waktu di Taman Getsemani harus berdoa sendirian, dan pada waktu di salib pun Yesus merasa ditinggalkan “Eli Eli lama sabahtani”

Di tempat kematian ini sepertinya kita sudah segera akan dikubur.

DIKUBUR dan DITANAM adalah dua hal yang berbeda. Dikubur berarti dimasukkan ke dalam tanah, lalu selesai. Sedangkan ditanam, setelah dimasukkan ke dalam tanah, selang beberapa waktu akan tumbuh pohon yang baru.

Tuhan tidak MENGUBURKAN kita, tapi MENANAM kita. Kita akan tumbuh kembali, menimbulkan kehidupan baru yang lebih segar dan lebih baik. Kematian secara duniawi adalah tidak ada kehidupan. Kematian secara rohani adalah PEMISAHAN. Contoh: Adam makan buat pengetahuan yang baik dan yang jahat. Alkitab katakan MATI, tapi pada kenyatannya adalah TERPISAHNYA hubungan Adam dengan Tuhan. Contoh lainnya, pada waktu kita mati roh kita terpisah dengan tubuh, roh kita tidak mati sama sekali. Tubuh kita mati, tapi roh kita kembali kepada Tuhan. Perceraian adalah contoh lain dari kematian. Pada saat suami istri bercerai, kematian terjadi pada perjanjian mereka. Yang terjadi pada suami istri adalah perpisahan, bukan kematian secara tubuh.

Roma 6:11-13 Mati bagi dosa berarti terpisah dari dosa.

Biji kacang akan tetap punya POTENSI yang baik selama dia ada di dalam perlindungan kulit yang keras. Tapi biji itu akan tetap menjadi biji.

Ayub 1:9-10 Ayub dilindungi dengan pagar (shell) dari Tuhan. Dia tetap baik dan bagus, tapi Tuhan angkat pagarnya maka iblis mencoba menghancurkannya. Saat ini Ayub memasuki €˜dying place€™ sendirian. Tetapi Ayub bukannya DIKUBUR, tapi hanya DITANAM. Setelah lewati proses ini Ayub diberkati dua kali lipat.

Tags:
No Comments

Post A Comment