Mazmur 23 (Part II)

“Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Mazmur 23:1-3

Melanjutkan pelajaran kita minggu lalu tentang Mazmur 23, hari ini kita akan melihat lebih dalam kedua ayat pertama dan juga membahas bagian a dari ayat ke-3.

Ayat 1 “TUHAN adalah gembalaku” Kata TUHAN di sini bukanlah panggilan Tuhan, tetapi adalah Nama Tuhan (Ibrani: YAHWEH; Yunani: JEHOVAH). Dengan memakai Nama Tuhan, ini menunjukkan suatu keakraban yang intim.

Ayat 2a “Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau” Padang rumput yang hijau susah ditemukan di padang pasir. Dan salah satu tugas dan tanggung jawab gembala adalah mencari padang rumput yang hijau bagi para domba. Bukanlah suatu hal yang mudah!

Ayat 2b “Ia membimbing aku…” Kata membimbing mempunyai arti bahwa seorang gembala yang berjalan di depan domba-domba. Tuhan Yesus adalah gembala yang baik; Ia berjalan di depan kita. Jika kita sedang mengahadapi masalah, ketahuilah bahwa Ia sudah terlebih dahulu menghadapi, bahkan mengalahkannya.

“…ke air yang tenang” Lawan kata dari kata tenang di sini adalah gelisah (worry), atau mempunyai pikiran yang terbagi. Tuhan membimbing supaya kita tenang, terfokus dan tidak gelisah.

“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34)

“Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus.” (Markus 13:11)

Apapun yang kita hadapi, janganlah kita takut sebab Tuhan senantiasa menyertai kita. Pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktunya!

Tiga cara untuk memperoleh air: i. Embun Terdapat hanya pada pagi hari; yaitu rumput-rumput yang berembun.

Seperti Daud (Mazmur 63), pagi-pagi dia datang mencari wajah Tuhan, kita juga perlu melakukan hal yang sama. Ada berkat tertentu yang Tuhan berikan pada pagi hari. ii. Sumber mata air Sumber mata air tidak mudah untuk ditemukan. Biasanya terdapat di gua-gua, gunung-gunung yang tinggi, dan juga di tempat yang gelap (Mazmur 84:6, 7).

Jangan heran kalau justru di saat kita dihadapkan dengan masalah kita bertemu dengan Tuhan.

iii. Air sungai yang tenang Saat kita mengalami kekeringan di dalam hidup, datanglah kepada Gembala yang baik, maka Dia akan memberikan kepada kita air, bukan hanya satu tetapi dua!

Ketiga sumber air di atas Tuhan sediakan bagi kita, tetapi semua itu tersedia saat-saat kita menghadapi masalah. Di tempat-tempat yang gelap kita akan menemukan mata air; dan mujizat terjadi pada saat ada masalah.

Ayat 3a “Ia menyegarkan jiwaku” Jika Tuhan menyegarkan kembali (Inggris: Restores) jiwa Daud, itu berarti bahwa Daud sebelumnya dalam keadaan yang tidak segar, atau tidak baik. Dengan kata lain, Tuhan memulihkan Daud.

Apapun situasi kita saat ini, Tuhan dapat pulihkan! (Mazmur 42:11, 12)

Tiga hal yang dapat membuat domba jatuh dan tertekan:

i. Terlalu nyaman
Karena kenyaman dapat membuat domba jatuh dan tertekan, maka Tuhan sebagai Gembala kita, Ia akan membuat suatu masalah supaya kita tidak tinggal dalam kenyamanan.

ii. Terlalu banyak berkat Jika kita terlalu banyak berkat dan tidak banyak memberi, maka kita akan jatuh. Domba yang sudah berbulu lebat dan panjan perlu dicukur bulunya; dan hal ini terjadi pada waktu musim dingin.

iii. Karena adanya roh kesuaman Bangkitlah domba-domba Allah!

Tags:
No Comments

Post A Comment