Melihat Tuhan

“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” (Matius 5:8)

Ketika Yesus mati di kayu salib, tabir Bait Suci terbelah dua dari sehingga semua orang dapat melihat langsung ke ruang maha suci yang dahulu tidak dapat begitu saja diliat oleh sembarang orang. Karena kebangkitan Tuhan Yesus juga maka ada suatu kuasa yang kita bisa yakini bahwa apa yang Tuhan Yesus ucapkan dan janjikan, semua itu akan dan dapat terjadi dalam kehidupan kita dan bukan karena perbuatan baik kita tapi karena darah Tuhan Yesus. Ketika kehidupan kita telah dibasuh oleh darah Tuhan Yesus, kita telah disucikan dan kita dapat melhiat Tuhan seperti ayat yang diatas.

“Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.” (Ibrani 8:10)

Tuhan telah menaruh hukumNya di akal budi kita, dan akal budi kita dalam bahasa Yunani, ialah, “Dianoia”, yang juga berarti imaginasi kita. Hukum yang juga adalah Firman Tuhan dan sesuai Yohanes 1:1, Firman Tuhan adalah sama dengan Tuhan sendiri, maka Dia menempatkan DiriNya dalam imaginasi kita atau akal budi kita, dan disana lah ada tempat tempat pertemuan tertentu dimana kita bisa bertemu dengan Tuhan secara pribadi dan berkominikasi.

Di dalam Alkitab, ketika Tuhan Yesus berjalan di danau, ada murid murid Nya yang berkata bahwa itu hantu tapi ada juga yang berkata bahwa itu Tuhan Yesus dan Petrus meresponi lebih lanjut dengan menanyakan apakah itu Tuhan Yesus dan dia berjalan diatas air dengan mata yang tertuju kepada Tuhan Yesus ketika Tuhan Yesus memanggil Petrus untuk datang kepadaNya.

Tapi sayangnya, dan bahayanya bagi kita juga, ketika kita memindahkan iman kita dari Diaonia (Otak Kanan) kepada logika dan pemikiran yang ada secara duniawi (Otak Kiri), seperti Petrus yang pada akhirnya tidak dapat menyelsaikan berjalan diatas air menuju kepada Tuhan Yesus. Karena ketika menaruh iman kita ditempat yang salah yaitu di otak kiri kita dimana segala logika berada, sering suara teriakan kita terdengar lebih besar dari pada suara Tuhan sendiri sehingga dengan mudah sekali kita dapat kecewe dan berasumsi bahwa Tuhan tidak menjawab dan Tuhan telat menolong.

“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibrani 11:6)

“Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.” (1 Petrus 1:13)

Biar kita mempersiapkan akal budi kita dengan benar dan mengimaginasikan yang benar sehingga kita dapat menerima penyataan ilahi yang benar sebab sering kali bahwa apa yang kita alami dalam Tuhan tidak dapat kita mengerti dalam logika normal dan perhitungan duniawi biasa. Tentu bukan berarti kita hanya memerlukan otak kanan kita yang dapat berkomunikasi dengan Tuhan dan mengabaikan otak kiri kita, tapi kita perlu keduanya ini untuk mempunyai keseimbangan karena setiap bagian ada tugasnya masing masing seperti Tubuh Kristus.

“Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?” (Gal 3:1) “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kol 3:23) Suatu kali Rasul Paulus sangat marah dengan jemaat di Galatia akan karena salah menggunakan imaginasi atau akal budi mereka sehingga mereka mengijinkan hal hal yang dari pada dunia itu mempesona kehidupan mereka. Biar kita selalu waspada untuk melakukan segala sesuatu untuk Tuhan dan meminta Tuhan supaya pikiran kita dapat disucikan.

“Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” (Matius 22:37)

Salah satu cara untuk supaya kita dapat mengasihi Tuhan dengan benar ialah melalui akal budi kita dan ketika kita tinggal dalam Tuhan dan Tuhan dalam kita, maka kita akan cenderung untuk memikirkan hal hal yang dari pada Tuhan, dan kita tidak perlu ragu atau takut akan apakah kita mendengar yang benar atau salah akan suara Tuhan.

Biar kita menjadi anak anak Tuhan yang tidak hanya mendengar tapi mengalami FirmanNya. Biar kita selalu dikuduskan oleh darah Tuhan Yesus untuk kita semua dapat mempunya suatu pertemuan ilahi dengan Tuhan sebab Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup dan berhubungan dengan kita.

Tags:
No Comments

Post A Comment