Memuji Tuhan dalam Penjara

Tuhan sering kali membawa kita untuk keluar dari tempat kenyamanan (comfort zone). Dan di luar tempat kenyamanan justru kita disertai oleh Tuhan dan kuasa-Nya selalu mengikuti kita.

Tetapi penyertaan dan kuasa Tuhan bukan berarti kita tidak mengalami masalah dalam hidup. Paulus dan Silas, seperti yang tercatat dalam Kisah Para Rasul 16, dipukuli masa dan dipenjara.

Mengikuti Tuhan tidak menjajikan kehidupan yang selalu enak bebas dari masalah. Memang benar di satu sisi kita akan mengalami kuasa Tuhan, namun di sisi yang lain kita juga akan mengalami penderitaan.

Hari ini saya mau mengajak kita supaya menjadi pengikut Yesus (Christ€™s followers) dan bukan hanya menjadi pendatang gereja (Church goers). Kenapa? Sebab “church goers” jika bukan Christ€™s followers akan melakukan apa yang disebut 5D, Datang, Duduk, Dengar, Duit, dan akhirnya menjadi Dungu.

“Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” 2 Timotius 3:12

Jika kita mengalami seperti yang dialami oleh Paulus dan Silas, apa yang akan kita lakukan? Umumnya, manusia akan kecewa dengan Tuhan sebab mereka mengira bahwa mereka sudah mengikuti tuntunan Tuhan, namun mengapa masih mengalami masalah dan penderitaan.

Ada dua hal yang biasanya membuat manusia kecewa: Tidak mendapatkan apa yang diharapkan. Mendapatkan apa yang tidak diharapkan.

Ingatlah bahwa kita ada pilihan lain selain dari kecewa, yaitu memuji dan menyembah Tuhan. Dan inilah yang dilakukan oleh Paulus dan Silas setelah mereka dipukuli dan dimasukkan ke dalam penjara.

“Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.” Kisah Para Rasul 16:25

Mereka berdoa dan memuji di tengah malam, ini menggambarkan tempat yang paling gelap dan paling susah dalam hidup. Memuji dan menyembah Tuhan di saat yang sulit adalah pekerjaan yang paling sulit.

Banyak dari kita sudah pernah mendengarkan pengajaran dari kejadian Paulus dan Silas sebelumnya. Pengajaran tersebut mengajarkan bahwa ada kuasa dalam pujian dan penyembahan, buktinya ketika Paulus dan Silas memuji Tuhan, terjadi gempa bumi dan belengu-belengu terlepas. Namun saya mau memberitahukan bahwa bukan ini inti dari peristiwa yang terjadi atas Paulus dan Silas. Kita tidak memuji Tuhan hanya semata-mata karena kita ingin Tuhan mencurahkan kuasanya.

Memuji dan menyembah Tuhan di masa-masa sulit membuktikan beberapa hal:

1. Jika kita masih dapat memuji Tuhan pada masa sulit, itu membuktikan bahwa kita mengenal siapakah Tuhan yang di dalam kita sebenarnya. Ini bukti bahwa Tuhan besar di dalam hidup kita.

2. Pujian membebaskan hati dan jiwa kita. Paulus dan Silas mungkin sedang dibelengu dan dipenjara, tubuh mereka terpenjara, namun hati dan jiwa mereka bebas, itu sebabnya mereka dapat memuji Tuhan. Banyak orang Kristen yang justru terbalik, tubuh mereka bebas, tetapi hati dan jiwa mereka terpenjara.

Kita harus memerintahkan jiwa kita untuk memuji Tuhan.

3. Memuji Tuhan dalam masa yang sulit keluar dari iman, bukan perasaan. Memang masalah kita itu nyata (real), dan Tuhan tidak ingin kita berpura-pura seperti kita tidak punya masalah. Masalah kita memang nyata, namun Tuhan kita juga nyata.

Paulus dan Silas tidak menyanyi dan memuji Tuhan karena mereka ingin dibebaskan dari penjara. Buktinya ketika mereka dilepaskan, mereka tidak keluar membebaskan diri mereka dari penjara:
“Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!”” Kisah Para Rasul 16:27-28

Janganlah kita memuji dan menyembah Tuhan hanya karena ingin masalah kita diselesaikan oleh Tuhan. Orang yang dapat memuji dan menyembah Tuhan seperti Paulus dan Silas adalah orang yang dewasa dalam Tuhan.

Jangan jadi seorang penakut yang ingin cepat-cepat keluar dari masalah; justru kita lebih banyak diberkati di saat dalam masalah. Tetaplah tinggal di dalam rencana Tuhan berapa pun sukar prosesnya sebab rencan Tuhan itu indah.

4. Pujian membawa kesaksian bagi orang-orang lain yang belum mengenal Tuhan.

Perbuatan Paulus dan Silas berbeda dengan orang-orang lainnya yang ada dipenjara tersebut. Dan perbuatan mereka menjadi kesaksian dan mempengaruhi yang lain.
Jika tidak ada perbedaan dalam hidup kita dengan orang-orang lain, maka kita dapat mempengaruhi mereka.

Di dalam Kisah Para Rasul 16:29-34 kita dapat melihat bagaimana petugas penjara dan seisi rumahnya diselamatkan dan menerima Tuhan sebagai juru selamat.

Tags:
No Comments

Post A Comment