Menanti-nantikan Tuhan

Semua kita sudah tahu bahwa menunggu itu tidak enak. Maka dari itu sekarang ini semuanya serba cepat dan instan. Namun tahukah bahwa cara kerja Tuhan itu tidak instan. Bahkan sebaliknya, Dia menginginkan agar setiap kita menunggu-Nya dengan setia. Semasa kita menunggu Tuhan memproses dan bekerja di dalam setiap kita.

“Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”” (Yesaya 30: 15)

Dari ayat di atas kita dapat belajar akan dua kebenaran. Kebenaran pertama adalah, dengan pertobatan dan tinggal diam datang keselamatan. Dan yang kedua, dengan tinggal tenang dan percaya, maka kita ada mendapatkan kekuatan.

Tinggal diam dan tinggal tenang yang dimaksudkan di sini bukanlah berarti malas atau iba diri, namun justru menunjukkan bahwa adanya pengharapan dari orang yang melakukannya. Dan kekuatan adalah hasil daripada orang yang mempunyai pengharapan dalam hidupnya.

“Tetapi kamu enggan, kamu berkata: “Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat,” maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: “Kami mau mengendarai kuda tangkas,” maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.” (Yesaya 30: 16)

Ayat berikutnya dari Yesaya 30, membuktikan bahwa pada dasarnya manusia itu tidak sabar, dan tidak suka tinggal diam. Bahkan sering kali mereka yang tinggal diam suka dicemooh oleh orang, dikatakan lemah, bodoh, dsb.

“Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.” (Amsal 21: 31)

Keberhasilan kita dalam hidup tidaklah bergantung kepada kekuatan manusia. Bukan kekayaan, kepandaian ataupun kecakapan kita yang membuat kita menang. Semuanya itu semata-mata bergantung pada kemurahan Tuhan.

“Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan. Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan. Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya” (Mazmur 33: 16-18).

Biarlah kita senang menantikan Tuhan dan berharap hanya kepada-Nya. Jikalau kita bermegah, bermegahlah akan Tuhan dalam hidup kita, dan bukan akan keberhasilan yang kita peroleh. Bermegahlah sebab kita mempunyai Tuhan Yesus dalam hidup kita.

“Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.” (Yeremia 17: 5, 6)

Carilah wajah Tuhan dan tinggal diam. Mendekatlah kepada Allah! Jika hati kita jauh dari Tuhan maka segalanya yang kita lakukan hanyalah suatu aktivitas dan rutinitas, bukan pelayanan yang berkenan di hadapan Tuhan.

“Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.” (Yeremia 10: 23)

“Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!” (Yesaya 30: 18)

Walaupun cara kerja Tuhan tidaklah instan namun pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktunya. Dia tidak pernah terlambat!

Tuhan selalu menanti-nantikan waktunya untuk menunjukkan kasih-Nya kepada kita semua.

“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4: 16)

Tags:
No Comments

Post A Comment