Mencapai Kanaan

Saudara yang terkasih, didalam Yosua pasal yang pertama diceritakan bagaimana Tuhan memerintahkan Yosua untuk merebut tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan Tuhan, yaitu tanah yang penuh dengan susu dan madu. Didalam hidup kita sekarang, Tuhan juga mau kita masuk ‘tanah Kanaan’ maksudnya ialah kita masuk didalam hidup yang diberkati Tuhan. Hari ini kita akan melihat bagaimana untuk mencapai hal itu didalam hidup kita semua.

Didalam ayat pertama dikatakan, “Sesudah Musa, hamba Tuhan itu mati, berfirmanlah Tuhan kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Ku-berikan kepada mereka…” Gaya hidup bangsa Israel waktu itu sangat bergantung kepada Musa. Setiap kali mereka membutuhkan sesuatu atau petunjuk, mereka selalu meminta Musa yang bertanya kepada Tuhan. Mereka tidak mau menghadap Tuhan sendiri. Mereka menolak untuk berhubungan dengan Tuhan! Sebagai contohnya, waktu mereka sampai di gunung Sinai, mereka menyuruh Musa yang naik ke gunung untuk menghadap Tuhan. Mereka menolak untuk mengenal Tuhan, walaupun mereka punya kesempatan untuk itu.

Saudara, ada tiga hal yang harus kita perhatikan dan lakukan supaya kita bisa masuk ke tanah Kanaan. Yang pertama adalah kita harus BERHUBUNGAN DENGAN TUHAN. Tuhan mau kita berhenti bergantung kepada manusia dan belajar untuk bergantung kepada Tuhan. Ketergantungan kita kepada hamba Tuhan yang seringkali berlebihan itu harus dikurangi dan mulai belajar untuk bergantung kepada Tuhan. Gereja atau para gembala harus bisa membawa jemaat untuk bisa berhubungan pribadi dengan Tuhan! Ada sebuah kesaksian dari seorang penginjil di China yang tertangkap oleh tentara China. Ia dipukuli, dihajar, disiksa untuk menyangkal Yesus, tetapi orang ini tetap tidak mau. Akhirnya karena sudah habis akal, orang ini dimasukkan penjara tanpa dikasih makan sedikitpun supaya ia mati dengan sendirinya. Didalam keadaan tubuh yang babak belur dan lemah itu, penginjil ini tetap mengucap syukur dan menyembah Tuhan. Waktu ia sehabis berdoa, tiba-tiba didepan dia muncul seekor tikus. Didalam keadaan yang sangat lapar ia segera berpikir untuk menangkap tikus itu dan memakannya supaya ia bisa tetap hidup. Tetapi belum sempat ia menangkapnya, tikus itu sudah lari. Ia sedih…. tapi tak lama kemudian sang tikus kembali dan kali ini ia membawa makanan berupa roti. Singkat cerita, selama dipenjara itu, tikus inilah yang selalu membawa makanan untuk penginjil ini. Setelah lewat beberapa bulan, kepala penjara itu memeriksa orang ini dan waktu ia melihat keadaan orang ini yang sehat… ia sangat bingung dan bertanya “Bagaimana kamu bisa tetap hidup?” Jawab penginjil ini, “Karena Tuhan telah menolong saya melalui seekor tikus…” Akhirnya kepala penjara ini tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan melepaskan penginjil ini. Dan sejak saat itu penginjil ini bersaksi kemana-mana.

Saudara, cerita ini adalah salah satu contoh dan hasil dari seorang yang mempunyai hubungan pribadi dengan Tuhan. Pada waktu kesulitan datang, ia akan tetap kuat! Bangunlah hubunga yang intim dengan Tuhan!

Hal yang kedua yang perlu kita lakukan adalah KUATKAN DAN TEGUHKAN HATIMU. Kata-kata ini diulang sampai tiga kali, yaitu pada ayat 6,7 dan 9. Jika Tuhan sampai mengulang tiga kali kepada Yosua, ini berarti suatu hal yang sangat penting dan harus dilakukan! Mengapa? Karena Tuhan tahu persis bahwa mereka harus menghadapi tembok Yerikho yang sangat kuat itu. Ada raksasa-raksasa yang harus dikalahkan. 10 orang pengintai telah melihat raksasa-raksasa itu sebagai musuh yang tidak bisa dikalahkan dan mereka melihat diri mereka sendiri seperti belalang. Mereka telah kehilangan hati! Oleh karena itu Tuhan menyuruh untuk menguatkan dan meneguhkan hati. Sadarkah saudara, bahwa masalah-masalah yang datang kepada kita itu adalah baik untuk melatih diri untuk menguatkan dan meneguhkan hati kita kepada Tuhan??

asalah adalah tempat kita ‘berlatih’! Yes 51:1 berkata, “Dengarlakanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu ayng mencari Tuhan, pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat…” Yesus adalah batu karang kita! Dia adalah modal kita! Mengapa sering kita melihat hanya beberapa orang yang menerima mujisat?? Jawabannya, karena mereka mempersiapkan diri untuk menerima mujisat Tuhan, yaitu dengan menguatkan dan meneguhkan hati kepada Tuhan. Coba renungkan kalimat ini: Sikap hatimu kepada Tuhan menentukan posisi saudara dihadapan Tuhan. Mujisat bisa terjadi sewaktu-waktu, oleh karena itu kita harus selalu siap! Kuatkan dan teguhkan hatimu!!

Yang terakhir adalah BERTINDAK HATI-HATI (ayat 1,7b,8). Biasanya manusia itu lebih mudah datang kepada Tuhan waktu ada masalah. Oleh karena itu kita harus hidup dengan hati-hati sebelum masalah itu datang. Dan janganlah kita mencari masalah! Setiap kesalahan yang dibuat pasti ada ‘harga’ yang harus dibayar! Yosua sendiri pernah berbuat kesalahan karena tidak hati-hati. Di Yosua 9:14 diceritakan, “Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan Tuhan. Maka Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka (tidak hati-hati) dan mengikat perjanjian dengan mereka, bahwa ia akan membiarkan mereka hidup…” Karena tidak bertindak hati-hati, Yosua akhirnya harus membiarkan orang-orang Gibeon itu hidup. Ia mengadakan persahabatan dengan musuh yang seharusnya dihabiskan!

Saudaraku, ketiga hal inilah yang harus kita lakukan terus sehingga walpaupun kita menghadapi masalah, kita akan terus maju bahkan Tuhan akan membuat suatu percepatan didalam hidup kita dan membawa kita masuk Kanaan, yaitu kehidupan yang diberkati Tuhan!

Tags:
No Comments

Post A Comment