Mengatasi Tuduhan-Tuduhan atas Hidup

“Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah” 1 Yohanes 3:19-21

Setiap kita pasti sudah pernah mendengar kisah Ayub dan ketiga teman-nya dari Alkitab. Sewaktu Ayub dalam kekusahan, teman-temannya bukannya menghibur justru malah menuduh Ayub dengan tuduhan demi tuduhan yang tidak benar. Dan mungkin saat ini ada dari kita yang juga sedang dituduh oleh teman-teman kita, ataupun dituduh oleh diri kita sendiri.

Dalam segala tuduhan yang dialami oleh Ayub, ia tahu bahwa ia tidak bersalah dihadapan Tuhan. Dan Ayub berusaha keras untuk menunjukkan kebenarannya dan melepaskan dirinya dari segala tuduhan-tuduhan temannya.

Yohanes 8:1-11 menceritakan bagaimana perkataan terakhir yang berarti bagi hidup seorang wanita yang berdosa adalah perkataan yang keluar dari mulut Yesus. Begitu juga dengan hidup setiap kita, yang berarti dan yang menentukan hidup kita adalah perkataan Tuhan, bukan tuduhan-tuduhan yang dilontarkan orang kepada kita.

Janganlah kita merasa tertuduh! Tuhan Yesus yang telah mati untuk menebus dosa setiap kita. Sekarang kita telah bebas.

“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” Roma 8:1

Apapun yang sedang kita alami sekarang ini, ketahuilah bahwa Tuhan akan membawa kita sampai kepada tujuan, yaitu garis akhir.

Jika Anak Manusia yang memerdekakan saudara, maka saudara akan benar-benar merdeka.

Janganlah kita tertuduh lagi, sebab tuduhan-tuduhan itu akan membuat kita tertekan dan semakin jauh dari Tuhan. Untuk itu janganlah kita juga hidup menuduh orang lain, melainkan berikanlah kata-kata yang menguatkan.

“Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” Roma 5:1-5

“Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?” 1 Yohanes 5:5

Tags:
No Comments

Post A Comment