Menghancurkan Hukum Dosa Dalam Keluarga

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa manusia menjadi terkutuk dan dikuasai oleh hukum dosa. Hukum dosa juga termasuk dalam keluarga (pernikahan). Apabila hukum dosa tidak dikalahkan. Maka ia akan merusak setiap keluarga.

4 kekuatan dosa yang merusak keluarga (Kej 3:8-19):

1. Ketertutupan akibatnya a. Tidak dapat berkomunikasi b. Hati nurani tumpul/saling menyalahkan (ayat 12-13)

2. Serangan iblis (ayat 14-15) saling melukai/bermusuhan

3. Kekacauan peranan (ayat 16) akibatnya a. Suami diktator/ menguasai istri b. Istri ingin menguasai suami

4. Kesulitan ekonomi (ayat 17-19) akibatnya a. Susah payah/ bekerja keras untuk mencari nafkah b. Penuhapenderitaan/semak berduri/penuh keringat

Cara mengalahkan hukum dosa (Roma 8 : 1-2): 1. Hidup menurut roh / memikirkan hal-hal yang dari roh: 2. prinsip firman tuhan (Roma 8:5) 3. suami yang mengasihi a. Suami yang memimpin (Efesus 5 :23)memimpin dengan keyakinan firman Tuhan.
b. Suami yang mengasihi(Efesus 5: 25-29) suami yang mengasihi istri dengan tiga hal : i. Menguduskan/menyucikan istrinya ( Efesus 5:25-28) ii. Mengasihi dan merawat istrinya (Efesus 5:29) iii. Suami yang membangun istri.

Hal -hal yang dapat merusak pernikahan /menghancurkan istrinya: 1. Gagal menjadikan istri sebagai no.1 dalam hidupnya. 2. Gagal memimpin istri dan anak. 3. Mengadakan perubahan mendadak tanpa memberi kesempatan kepada istri untuk berpikir dan bersiap. 4. Membandingkan istri dengan orang lain/ wanita lain. 5. Kurang disiplin dalam mengontrol keramahan dan kebiasaan-kebiasaan buruk. 6. Gagal memuji hal-hal yang kecil yang baik dari istri. 7. Mengoreksi istri didepan umum. 8. Menolak pendapat istri. 9. Mendisiplin anak dengan marah.
10. Tidak bersedia minta maaf.

Istri yang mendukung 1. istri yang tunduk pada otoritas suami (Efesus 5:22)
2. istri yang menghormati ( Efesus 5 :33) 3. istri yang mendukung dan menolong suaminya.

Hal-hal yang dapat merusak pernikahan(suami): 1. Tidak menghargai suami sebagai laki-laki.
2. Tidak menerima suami sebagai pemimpin rohani.
3. Gagal mengoreksi suami dengan kasih.
4. Gagal mengembangkan kecantikan batiniah.
5. Gagal menunjukan rasa syukur kepada suami.
6. Menolak perlindungan suami.
7. Bereaksi atas kebutuhan suami untuk “bersaat- teduh.” (hubungan intim).

Tags:
No Comments

Post A Comment