Menjadi Seorang Gembala

Bacaan kita hari ini diambil dari Injil Lukas 2:1-20. 

Kaisar Agustus mengeluarkan perintah sensus untuk seluruh wilayah kekuasan Romawi (ayat ke-1). Pada waktu itu Maria yang sedang hamil harus kembali ke kota asal mereka yaitu di Betlehem bersama Yusuf. Mereka mencari tempat penginapan tetapi semuanya penuh, ini bukan berarti mereka tidak memiliki uang (ayat ke-7). Adanya para gembala di padang pada malam hari membuktikan bahwa hal ini terjadi tidak pada musim dingin (ayat ke-8). Domba-domba yang dijaga oleh para gembala ini kemungkinan adalah milik imam-imam yang dipakai untuk menjadi korban di dalam Bait Tuhan. Dengan kata lain, domba-domba ini adalah domba-domba yang tidak bercacat cela. Kabar baik, damai sejahtera yang dibawa oleh malaikat Tuhan tidak ditujukan kepada semua orang, tetapi hanya kepada orang-orang yang berkenan kepada Tuhan (ayat ke-14). 

Hari ini kita mau bersama-sama belajar tentang menjadi seorang gembala. Tahukah saudara, ketika Raja di atas segala raja lahir, malaikat Tuhan tidak memberitahukan berita ini kepada para raja atau pun ahli Taurat, melainkan kepada para gembala domba.

Inilah adalah suatu bukti bahwa profesi gembala itu penting di mata Tuhan. Saya mau katakan bahwa setiap kita haruslah menjadi gembala, bukan berarti setiap kita harus menjadi pekerja Tuhan sepenuh waktu dan mengembalakan jemaat di gereja. Kita dapat menjadi gembala di dalam kelompok kecil, di tempat kita bekerja, di sekolah kita, di dalam pelayanan kita, dll.

Siapakah gembala itu? Kata gembala di dalam bahasa Ibrani adalah “ro’eh” dan di dalam bahasa Yunani adalah “poimen”. Arti dari kata gembala adalah seseorang yang menjalankan otoritas untuk peduli (caring) kepada orang lain secara politikal dan spiritual. 

Beberapa dari tugas gembala adalah:

Membimbing domba ke padang gurun yang hijau dan kepada air yang tenang. “Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;” (Mazmur 23:2).

Melindungi domba-domba dari cuaca, binatang buas, dan semua yang dapat membahayakan domba tersebut. “Beginilah firman TUHAN: “Seperti seorang gembala melepaskan dari mulut singa dua tulang betis atau potongan telinga, demikianlah orang Israel yang diam di Samaria akan dilepaskan seperti sebagian dari katil dan seperti sepenggal dari kaki balai-balai.”” (Amos 3:12).

Mencari domba-domba yang terhilang. “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?” (Matius 18:12)

Dan berikut ini adalah beberapa perlengkapan dari seorang gembala:

1 Samuel 17: 40. 49 “Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu… lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.”

Gembala membawa tas yang isinya tongkat, batu, bekal makanan, ketapel, dan anjing dan juga tenda. “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” (Mazmur 23:4). 

Seorang gembala harus sehat dan kuat supaya dapat menjaga domba-domba nya. 

Ada banyak gembala-gembala yang dapat kita temukan di dalam Alkitab. Contohnya, gembala yang paling pertama dapat kita temukan adalah Habel. Musa adalah seorang gembala (Yesaya 63:11), Kores raja kafir juga seorang gembala (Yesaya 44:28)

Dan yang terutama, yaitu Gembala Agung kita, yaitu Tuhan Yesus. “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.” (Mazmur 23:1). 

“Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita” (Ibrani 13:20)

“Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.” (1 Petrus 5:4)

Janganlah menganggap remeh seorang gembala.

Saya mau mengajak kita untuk menjadi seorang gembala, mulai peduli (caring) kepada orang lain. Apa yang saudara ingin Tuhan lakukan bagimu, lakukanlah itu terlebih dahulu kepada orang lain. 

Jadi resolusi untuk kita di tahun baru yang akan datang ini adalah, jadilah seorang gembala! 

Tags:
No Comments

Post A Comment