Menyembah Mendatangkan Berkat

Mal 14:17, “Tetapi bila mereka dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah kepda Raja, Tuhan semesta alam, maka kepada mereka tidak akan turun hujan.” Jika kita membaca ayat diatas ini, kita tahu bahwa ayat ini bukan hanya untuk orang Kristen saja tetapi ayat ini berlaku untuk semua bangsa. Jika mereka tidak datang menyembah Tuhan, maka hujan tidak turun kepada mereka. Tidak menyembah Tuhan berarti tidak ada hujan. Penyembahan bukanlah kita menyanyi setiap hari Minggu di gereja, tetapi penyembahan yang benar adalah gaya hidup kita. Pujian kepada Tuhan harus menjadi pola hidup kita setiap hari.

Bagaimana kita menyembah Tuhan? Hos 14:2-3, “Bertobatlah, hai Israel, kepada Tuhan Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada Tuhan! Katakanlah kepada-Nya: “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.” Didalam bahasa Inggirs kata ‘mempersembahkan pengakuan’ dikatakan sebagai ‘mempersembahkan anak domba yang tambun’. Jadi pengakuanmu atau pertobatanmu seperti anak domba yang tambun dihadapan Tuhan, artinya Tuhan sangat berkenan dengan kejujuran dan pertobatanmu! Pertobatan membuat kita bisa menyembah Tuhan dengan hati yang terbuka dan hancur. Ingat, hati yang hancur tidak pernah dianggap rendah oleh Tuha. Dia suka kepada hati yang hancur, yang sungguh-sungguh!

“Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.” Ibr 13:15. Kata ‘senantiasa’ berarti selalu, setiap waktu. Bersyukur bagi anak-anak Tuhan bukanlah suatu pilihan tetapi merupakan perintah Tuhan untuk ditaati dan dilakukan. Tuhan mau kita bersyukur didalam segala keadaan, untuk segala sesuatu. Dia mau dari bibir kita keluar ucapan syukur! Waktu kita tidak ingin mengucap syukur karena keadaan yang kurang baik, tetapi kita memutuskan untuk tetap bersyukur… itulah korba ucapan syukurmu kepada Tuhan dan Dia sangat berkenan dengan itu. Daud menulis mazmur waktu dia dalam kesesakkan, “Tetapi aku ini tertindas dan kesakitan, keselamatan dari pada-Mu, ya Alah, kiranya melindungi aku! Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur, pada pemandangan Allah itu lebih baik dari sapi jantan, daripada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah.” Maz 69:30-32. Kita lihat bahwa pujian yang dinaikkan waktu kita didalam kesusahan, itu menyenangkan hati Allah.

Waktu kita menyembah Tuhan, kita sering mengangkat tangan. Sebetulnya apa arti dari mengangkat tangan? “Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: “Aku bersumpah demi Tuhan, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi…” Kej 14:22, didalam bahasa Inggris dikatakan “Aku mengangkat tangan demi Tuhan…” Mengangkat tangan dihadapan Tuhan berarti kita berjanji/bersumpah. Sering kita melihat bahwa jika orang bersumpah, ia akan bersumpah sambil mengangkat tangan. Yeh 20:5, “Dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan Allah: Pada hari Aku memilih Israel, Aku bersumpah kepada keturunan kaum Yakub dan menyatakan diri kepada mereka ditanah Mesir; Aku bersumpah kepada mereka: Akulah Tuhan Allahmu!” Disini Allah bersumpah atas diri-Nya sendiri. Maz 144:1, “Terpujilah Tuhan, gunug batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang.” Tuhan mau melatih tangan kita untuk berperang! Berperang melawan keadaan, berperang melawan perasaan, berperang melawan pikiran-pikiran yang bukan dari Allah! Didalam Perjanjian Lam kita melihat pentingnya arti tangan yang terangkat, salah satunya adalah “Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.” Kita lihat disini, bahwa kemenangan bangsa Israel adalah ditentukan atas tangan Musa yang terangkat! Begitu berkuasanya dan besar arti dari tangan yang diangkat. Jadi saudara yang terkasih, muali saat ini waktu kita memuji Tuhan dan mengangkat tanganmu, ketahuilah bahwa ada kuasa didalamnya yang sanggup memberikan kemenangan. Kel 17:11. “Angkatlah tanganmu ke tempat kudus dan pujilah Tuhan!” Maz 134:2. Biarlah kita menyembah Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatanmu!

Tiga hal yang mulut kita bisa lakukan, yaitu berteriak, menyanyi, dan berbicara. Tiga hal yang tangan kita bisa lakukan, yaitu bertepuk tangan, mengangkat tangan, bermain musik. Juga ada tiga hal yang tubuh kita bisa lakuan, yaitu menari, berlutut, dan terlungkup. Semua ini bisa kita lakukan untuk memuji dan menyembah Tuhan. Firma Tuhan berkata, jika kita tidak menyembah Tuhan, maka hujan tidak turun. Apakah manfaat hujan untuk hidup kita? Hujan itu sangat penting didalam proses pertumbuhan, hujan diperlukan untuk kehidupan. Bayangkan jika seorang petani yang mempunyai ladang yang tidak pernah dihujani, apakah ladang itu bisa menghasilkan? Tentu saja semua tanaman diladang itu akan mati dan kering. Sekarang, darimanakah datangnya hujan?? Hujan itu datang dari air yang menguap keatas karena panasnya matahari dan uap itu berkumpul diatas sampai pada waktu tertentu, air itu akan diturunkan kembali kebumi berupa air hujan. Sebelum dunia mengetahui dari mana asalnya hujan, Tuhan sudah memberitahukannya didalam Ayub 36:27-28, “Ia menarik keatas titik-titk air, dan memekatkan kabut menjadi hujan, yang dicurahkan oleh mendung, dan disiramkan keatas banyak manusia.” Pujian kita sebetulnya sama halnya seperti air yang naik kepada Tuhan dan ditampung yang pada waktunya Tuhan, akan dicurahkan hujan berkat keatas kita semua. Halleluyah!!

Tags:
No Comments

Post A Comment