Padang Pasir Adalah Jalan Menuju Mujizat

Saudara, melanjutkan kotbah saya minggu lalu tentang perjalanan kita menuju Sion, maka sebelum sampai di Sion maka kita harus melalui padang pasir. Dimensi padang pasir ini selalu akan ada didalam hidup kita. Rasul Paulus berkata kepada jemaat di Galaia, “Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata didalam kamu.” Gal 4:1. Hidup di padang pasir adalah seperti orang yang beranak. Kata ‘lagi’ yang diucapkan Paulus menandakan bahwa ia telah mengalami lebih dari satu kali rasa kesakitan bersalin.

Padang pasir adalah jalan menuju tanah perjanjian. Sebelum mujisat terjadi maka kita harus mengalami padang pasir dahulu. Pertanyaannya sekarang, mengapa harus melalui padang pasir? Kita akan melihat jawaban dari pertanyaan ini. Padang pasir bisa terjadi disebabkan karena dosa. Dosa membuat bangsa Israel berputar-putar di padang pasir. Yang kedua, kita mengalami padang pasir karena kita mendapat visi dari Tuhan. Semua orang yang mendapat visi dari Tuhan, ia akan masuk kedalam pengalaman padang pasir. Abraham, ketika Tuhan menyatakan visi bahwa Abraham akan menjadi bapa segala bangsa. Tetapi yang dialami Abraham adalah ia tidak mempunyai anak. Abraham mengalami hal yang berlawanan dari janji Tuhan. Jika saudara meminta visi kepada Tuhan, itu berarti engkau meminta ‘padang pasir’ juga. Visi itu adalah seperti kita melahirkan bayi. Waktu kita tahu bahwa seorang ibu hamil, maka ibu itu harus menunggu 9 bulan sampai bayi itu dilahirkan. Masa kehamilan adalah masa yang tidak begitu enak. Segala sesuatu menjadi terbatas, merasa sakit, bahkan waktu saatnya tiba untuk melahirkan, rasa sakit itu menjadi luar biasa. Paulus juga mengalami sakit untuk orang lain. Saudara yang terkasih, kita tidak bisa menjadi berkat bagi orang lain tanpa menderita bagi orang lain. Didalam ‘kesakitan’ itu ada satu pengharapan dari Paulus, yaitu sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu. Yak 1:2-4, mengatakan, “Saudara-saudaraku, anggaplah suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan sesuatu apapun.”

Yusuf juga masuk ke padang pasir juga. Waktu ia mendapat visi, ia harus mengalami masa padang pasir yang tidak mudah. Ia dijual menjadi budak, difitnah dan dipenjarakan. Memang pengalaman padang pasir itu tidak enak, memang waktu ujian itu datang tidak enak rasanya, tetapi hari ini saya mempunyai kabar baik buat saudara bahwa “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” 1Kor 10:13. Saudara yang terkasih, memang Tuhan mengijinkan kita masuk ke ujian, tetapi Dia sesungguhnya sudah mempersiapkan kita sebelumnya. Sama halnya seperti waktu kita ujian di sekolah, maka pertanyaan-pertanyaan di ujian pasti hal-hal yang sudah pernah diajarkan sebelumnya.

Jadi saudara, masa padang pasir adalah masa dimana kita dipersiapkan untuk masuk kedalam penggenapan janji Tuhan atas setiap kita. Masa padang pasir adalah waktu kita dididik untuk siap menerima berkat yang besar. Ingat bahwa ujian yang besar mendatangkan berkat yang besar.

Tags:
No Comments

Post A Comment